Penanganan Bencana di Sumatera: Keterlibatan TNI AD dan Bantuan Darurat
TNI Angkatan Darat (AD) telah mengerahkan ribuan personel serta alat berat untuk membantu percepatan penanganan dampak banjir bandang, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam upaya ini, sebanyak 21.707 personel TNI AD diterjunkan bersama dengan peralatan seperti excavator, truk, dan helikopter.
Personel dan Alat yang Dikerahkan
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Donny Pramono menyebutkan bahwa jumlah personel tersebut berasal dari empat Komando Daerah Militer (Kodam). Berikut rinciannya:
- Kodam Iskandar Muda (Aceh) mengerahkan 6.922 personel beserta berbagai peralatan seperti 36 truk, 150 SPM, 9 fiber boat, 10 LCR, dan 2 helikopter (Mi-17 dan Bell 412).
- Kodam I/Bukit Barisan (Sumatera Utara) mengerahkan 7.529 personel beserta excavator, dump truck, NPS, kendaraan single cabin, 30 SPM, dan 7 LCR.
- Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (Sumatera Barat) mengerahkan 5.731 personel dengan penguatan 39 truk/strada, 7 ambulans, 6 unit perahu/LCR, serta 1 heli Caracal TNI AU dan 1 heli Dauphin Basarnas.
- Selain itu, Kodam V/Brawijaya juga turut serta dalam operasi penanganan bencana ini.
Selain personel, TNI AD juga mengerahkan alutsista berupa 3 unit Heli Bell 412, 2 unit Heli Mi-17, dan 1 pesawat CASA untuk memperkuat operasi kemanusiaan melalui BKO Kodam IM, Kodam I/BB, dan BNPB.
Upaya Penanganan Bencana
Prajurit Kodam Iskandar Muda di Aceh melakukan evakuasi warga, membuka jalur yang tertutup material longsor, serta memperkuat distribusi bantuan. Di Sumatera Barat, prajurit Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol meningkatkan dukungan alat berat dan penguatan posko. Sementara itu, personel TNI AD di Sumatera Utara memfokuskan bantuan pada pemulihan fasilitas umum dan pengiriman logistik menuju wilayah terisolasi.
Bantuan yang dikirim mencakup obat-obatan, makanan siap saji, tenda pengungsian, perlengkapan sanitasi, LCR, alat penjernih air, selimut, hingga tenda serbaguna dan alat rigging (untuk mengangkat beban berat).
Pengiriman Bantuan Lanjutan
Pengiriman bantuan lanjutan dilakukan melalui pesawat Hercules dan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) sebagai bagian dari operasi kemanusiaan. Bantuan yang diberangkatkan hari ini antara lain tenda serbaguna, velbed, genset, alat dapur lapangan, kompor lapangan, kompor gas, alat penjernih air portable, aki, ban truk, kantong jenazah, LCR dan OBM, Starlink, obat-obatan antibiotik, serta PUO utama dan cadangan.
Rencananya, Kapal KRI akan mengangkut mobil Reverse Osmosis (RO), excavator, jembatan Bailey, dan bulldozer pada Senin (1/12/2025). Sedangkan pada Selasa (2/12/2025), rencana Kapal ADRI dari TNI AD akan mengangkut ban kendaraan 4×4, ransel kesehatan, tandu lipat, matras lipat, pakaian layak pakai, perlengkapan bayi dan wanita, alat mandi, alat dapur lapangan, serta kendaraan Maung.
Data Korban dan Pengungsi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total sebanyak 303 jiwa meninggal dunia dalam bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga Sabtu (29/11/2025). Jumlah pengungsi di Aceh mencapai 48.887 kepala keluarga yang tersebar di beberapa daerah seperti Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil.
Di Sumatera Utara, BNPB mencatat 166 korban meninggal dunia dan 143 orang masih dinyatakan hilang. Ribuan warga mengungsi akibat kondisi permukiman yang rusak dan akses yang terputus. Sementara di Sumatera Barat, jumlah korban meninggal dunia mencapai 90 jiwa, dengan jumlah pengungsi sekitar 11.820 kepala keluarga atau sekitar 77.918 jiwa.
Koordinasi dengan Instansi Terkait
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan bantuan bahan makanan senilai Rp200 juta untuk Aceh, Rp250 juta untuk Sumatera Utara, dan Rp200 juta untuk Sumatera Barat. Donny menegaskan bahwa upaya ini merupakan pelaksanaan tugas TNI AD dalam operasi militer selain perang (OMSP), yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
“Kami bergerak cepat dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, Polri, serta seluruh unsur terkait,” ujar Donny. “Prioritas kami adalah keselamatan warga dan percepatan pemulihan di seluruh wilayah terdampak.”











