"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Jawaban Menpora Erick Thohir Soal Perbaikan JIS



Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, memberikan respons terkait kondisi Jakarta International Stadium (JIS) yang masih belum siap digunakan untuk pertandingan sepak bola profesional.

Sebagai salah satu fasilitas olahraga utama di Jakarta, JIS sejatinya dirancang untuk menjadi pusat kegiatan olahraga nasional dan internasional. Namun, hingga saat ini, stadion tersebut tidak dapat digunakan sebagai tempat bermain bagi tim-tim profesional.

Salah satu contohnya adalah Persija Jakarta, yang selama beberapa waktu terakhir harus mencari alternatif venue lain untuk laga kandangnya dalam Super League 2025/2026. Sejak laga melawan Bali United pada 14 September 2025, Persija tidak lagi menggunakan JIS sebagai markas.

Setelah pertandingan tersebut, Macan Kemayoran—julukan Persija—harus pindah sementara ke stadion lain. Mereka menjalani tiga laga kandang di Stadion Manahan, Solo, dan satu laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Laga-laga tersebut berlangsung pada periode Oktober dan November 2025. Dalam laga melawan PSBS Biak pada 31 Oktober 2025 dan Persik Kediri pada 20 November 2025, Persija berhasil meraih kemenangan. Sementara itu, laga melawan PSIM Yogyakarta dilaksanakan di SUGBK pada 28 November 2025.

Hingga pekan ke-14 Super League 2025/2026, Persija telah tiga kali absen bermarkas di JIS. Sebelumnya, mereka sempat menggunakan JIS untuk laga pembuka Super League 2025/2026 melawan Arema FC pada 26 Juli 2025, serta dua laga berikutnya melawan Persita Tangerang dan Malut United.

Menurut Tauhid Indrasjarief, Ketua Panitia Pelaksana Persija, keputusan untuk tidak menggunakan JIS bukanlah pilihan mudah. Ia menyadari bahwa kondisi rumput di JIS masih belum memenuhi standar untuk pertandingan profesional.

Bung Ferry, sapaan akrab Tauhid, menegaskan bahwa ia sangat menginginkan JIS bisa kembali digunakan sebagai tempat bermain. Namun, ia juga berharap ada evaluasi terkait jenis rumput dan media tanam yang digunakan.

“Kami ingin ada perbaikan agar JIS bisa digunakan dengan baik. Saya ikhlas jika kami belum bisa main di JIS demi perbaikan jangka panjang,” ujarnya.

Permasalahan JIS pun akhirnya menjadi topik pembicaraan dalam wawancara dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir. Ia menjelaskan bahwa JIS merupakan aset milik Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta.

Erick menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan kolaborasi sesuai arahan dari pemerintah setempat. Upaya ini akan dibahas lebih lanjut dalam acara Indonesia Sport Summit yang akan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

“Saya rasa JIS itu kan asetnya Pemda Jakarta. Di Sport Summit nanti, Pak Pramono akan hadir dan membahas beberapa aset yang akan dikerjasamakan dengan pihak swasta,” kata Erick Thohir.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta akan menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas fasilitas olahraga di Indonesia.

Dengan adanya komitmen dari berbagai pihak, diharapkan JIS dapat segera diperbaiki dan siap digunakan untuk kebutuhan sepak bola profesional. Hal ini tentu akan memberikan dampak positif bagi penggemar sepak bola di Tanah Air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *