"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Bisnis  

Pedagang Pasar Serpong Kesulitan Usai Relokasi, Pendapatan Turun Drastis

Pengalaman Pedagang Kaki Lima yang Direlokasi dari Area Pasar Serpong

Sejumlah pedagang kaki lima yang direlokasi dari area depan pasar Serpong, Kota Tangerang Selatan mengaku kehilangan mata pencaharian mereka. Salah satu pedagang sayur bernama Usri mengatakan pendapatan turun drastis, bahkan sebagian pedagang mengaku kesulitan membeli beras maupun membayar kontrakan.

Wanita berumur 67 tahun itu tak dapat menyembunyikan kesedihannya. Dua puluh tahun ia berdagang di luar, namun baru sebulan dipindahkan ke area dalam pasar. Sejak itu, pendapatannya anjlok tajam.

“Saya di sini udah 20 tahun, baru ini dapet usiran dari depan. Jauh, jauh perbedaannya. Di luar bisa dapat 200 biji tahu tempe terjual, di sini paling 10 atau 20 biji. Nggak ada apa-apanya,” ungkap Usri kepada , Serpong, Tangsel, Selasa (2/12/2025).

Relokasi yang diharapkan membuat pembeli tetap masuk ternyata tidak terjadi.

“Katanya pembeli dari depan nanti masuk. Tapi nggak ada. Sama sekali, Neng,” keluh Usri.

Kondisi itu membuat tabungannya habis. Ia terpaksa mengambil simpanan hanya untuk membeli kembali modal dagangan. Bahkan untuk kebutuhan sehari-hari pun kesulitan.

“Se liter beras aja nggak bisa beli. Pulsa aja nggak bisa, lampu mati seminggu, pakai lilin saya,” ujarnya lirih.

Bukan hanya Usri. Menurutnya pedagang lain selama sebulan tidak memiliki pemasukan.

“Ada yang anaknya mau sekolah, ada yang kontrakannya 3-4 bulan nggak kebayar,” kata Usri menceritakan kondisi pedagang lain.

Sementara itu, lokasi baru dinilai tidak strategis. Para pedagang mengaku pembeli enggan masuk ke area dalam pasar.

“Saking memperjuangkan dagangan, kami disuruh ke dalam-dalam. Nggak ada pembelinya,” tuturnya.

Usri berharap pemerintah benar-benar mendengarkan jeritan pedagang kecil yang kini terancam kehilangan nafkah.

“Pokoknya minta didukung, Neng. Sengsara ini,” pungkasnya.

Proses Relokasi dan Fasilitas yang Disediakan

Sebelumnya diberitakan, relokasi pedagang ke dalam Pasar Serpong, Kota Tangerang Selatan, telah dibuka, namun hingga kini baru 14 pedagang yang mendaftar untuk menempati ruang dagang relokasi.

Kepala pasar Serpong, Jeffri mengatakan belum ada kendala berarti dalam proses perpindahan, namun banyak pedagang belum datang ke posko relokasi.

Posko relokasi Pasar Serpong terletak di lantai dua area belakang, dengan tulisan ‘Posko Relokasi’ yang terlihat jelas.

“Kami nggak ketemukan kendala secara langsung, karena mereka ke posko aja belum pernah datang,” ujar Jeffri, , Jumat (14/11/2025).

Dari sisi fasilitas, Jeffri menegaskan seluruh sarana sudah lengkap dan siap digunakan.

“Yang jelas sarana-sarana di sini, ruang dagang dilengkapi dengan saluran, area parkir, musola, ruang laktasi, listrik, kebersihan, keamanan,” ujar Jeffri.

Mengenai kekhawatiran pedagang soal sepi pengunjung, pihak pasar memastikan kondisi pasar sebenarnya cukup ramai.

“Pasar ini memang pasarnya ramai ya. Seharusnya mereka bisa mengambil keuntungannya,” Jeffri.

Terkait sewa kios, seluruh ruang dagang di pasar merupakan milik pribadi. Karena itu, pengelola berperan memediasi antara pedagang dengan pemilik kios.

“Ini semua ruang dagang di sini ada pemiliknya. Kami membantu memediasi kalau ada yang mau masuk ketemu dengan pemilik,” imbuhnya.

Harga sewa ruang dagang bervariasi tergantung jenisnya, mulai dari kios mering, los atau lapak, hingga Mamin.

“Contohnya di Mamin sewanya cuma 5–6 juta setahun. Di kios mering juga sama, 5–6 juta,” jelasnya.

Untuk mempermudah pedagang relokasi, pemilik kios pun bersedia memberikan masa sewa pendek.

“Ada yang coba sebulan, ada yang tiga bulan,” tambahnya.

Sejauh ini, pengelola menyebut belum ada keluhan dari pedagang yang telah menempati ruang dagang relokasi.

“Keluhan secara langsung tidak ada.. kendala belum ada mereka,” ujarnya.

Meski begitu, evaluasi tetap akan dilakukan.

“Nanti ada laporan khusus, untuk nyamperkan kendala kalau ada,” pungkasnya.

Penataan Pasar oleh Pemerintah

Sebelumnya diketahui, Pemkot Tangsel menyatakan penataan pasar dilakukan untuk menciptakan kawasan tertib dan nyaman.

Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan menyebut lebih dari 120 lapak disediakan, dan pemerintah memastikan keringanan sewa bagi pedagang.

Pilar menegaskan relokasi bukan untuk mematikan mata pencaharian pedagang, melainkan demi keadilan dan ketertiban kawasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *