Di tengah euforia kemenangan yang terus berlanjut, Indonesia kembali diingatkan dengan masa-masa naik-turun dalam prestasi olahraga bulu tangkis. Catatan yang memprihatinkan muncul dari BWF Player of The Year Award 2025, penghargaan bergengsi yang biasanya menghargai performa luar biasa para atlet bulu tangkis sepanjang tahun.
Seperti biasanya, menjelang BWF World Tour Finals, federasi bulu tangkis dunia menyelenggarakan acara malam penghargaan bagi atlet-atlet yang menunjukkan penampilan hebat sepanjang musim. Namun, tahun ini sedikit berbeda karena tidak ada satu pun atlet Indonesia yang masuk ke dalam nominasi yang telah diumumkan.
Pada tahun lalu, tiga kategori penghargaan mencakup pebulu tangkis Indonesia, yaitu Tunggal Putri Terbaik, Ganda Putra Terbaik, dan Ganda Campuran Terbaik. Contohnya adalah Gregoria Mariska Tunjung di Tunggal Putri yang meraih medali perunggu Olimpiade Paris, mencapai dua final BWF World Tour, serta memimpin tim Indonesia ke final Uber. Di Ganda Putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto finis ketiga di peringkat World Tour dengan dua gelar juara, salah satunya All England Open. Sementara itu, Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja menjadi kejutan di Ganda Campuran dengan bersanding dengan tiga pasangan top China dalam nominasi.
Tahun ini, situasinya berbeda. Prestasi Indonesia terlihat campur aduk, dengan periode sulit yang dialami atlet-atlet lama dan tantangan bagi generasi baru yang diharapkan menjadi penerusnya. Meski tidak sepenuhnya tanpa pencapaian, tidak ada pemain Indonesia yang memenuhi kriteria BWF untuk penghargaan ini.
Kriteria penilaian mencakup bakat luar biasa, penampilan konsisten sepanjang musim, sportivitas, kepribadian, dan profil. Penilaian dilakukan selama 12 bulan, dari 1 Desember 2024 hingga 30 November 2025.
Musim semi bulu tangkis Indonesia datang agak terlambat. Duet ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto baru muncul dalam perombakan yang dilakukan pada pertengahan tahun. Sayangnya, mereka kalah bersinar dari empat pasangan yang masuk nominasi. Pasangan-pasangan tersebut adalah Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) beserta tiga pasangan yang bergantian menempati peringkat 1.
Peringkat 1 dunia di Ganda Putri diisi oleh Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark), kemudian Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia), dan kini Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan). Sementara itu, di Tunggal Putra, Jonatan Christie mencatatkan 3 gelar dalam 5 turnamen, tetapi hasil kalah dini sering muncul. Jonatan tersisih oleh kuartet Anders Antonsen (Denmark), Chou Tien Chen (Taiwan), Kunlavut Vitidsarn (Thailand), dan Shi Yu Qi (China).
Meskipun begitu, masih ada ruang apresiasi bagi pemain Indonesia di penghargaan Eddy Choong Rising Star Award untuk pemain berusia 21 tahun ke bawah yang sedang naik daun. Tahun 2025 juga ditandai dengan lesatan pemain muda Indonesia seperti Alwi Farhan di Tunggal Putra, Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu di Ganda Campuran, dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Ganda Putra.
Grafik Raymond/Joaquin sangat menanjak dengan 10 kali mencapai semifinal dari 12 ajang, 8 di antaranya berlanjut ke final, dan 6 akhirnya meraih gelar juara. Pertumbuhan mereka semakin terlihat karena memulai dari juara ajang International Challenge hingga finis sebagai juara ajang BWF World Tour Super 500.
BWF Player of The Year Award 2025 juga mencakup tiga kategori dari ajang para bulu tangkis. Para bulu tangkis Indonesia memiliki nama setelah pemainnya hampir selalu memenangi penghargaan sejak 2018. Leani Ratri Oktila paling sukses dengan lima kali penghargaan. Antara 2018 hingga 2022, dia hanya absen setahun karena hiatus sesaat untuk kelahiran putra pertamanya.
Sayangnya, tahun ini tim para-bulu tangkis Indonesia harus melewatkan acara penghargaan setelah tidak ada satu nama yang masuk dalam nominasi. Malam penghargaan BWF akan dihelat pada Senin (15/12/2025) pukul 18.00 WIB di Hotel InterContinental Hangzhou, Hangzhou, China.
DAFTAR NOMINASI BWF PLAYER OF THE YEAR AWARD 2025
Tunggal Putra Terbaik
Anders Antonsen (Denmark)
Chou Tien Chen (Taiwan)
Kunlavut Vitidsarn (Thailand)
Shi Yu Qi (China)
Tunggal Putri Terbaik
Akane Yamaguchi (Jepang)
An Se-young (Korea Selatan)
Chen Yu Fei (China)
Wang Zhi Yi (China)
Ganda Putra Terbaik
Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia)
Goh Sze Fei Nur/Izzuddin (Malaysia)
Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark)
Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan)
Ganda Putri Terbaik
Baek Ha-na/Lee So-hee (Korea Selatan)
Kim Hye-jeong/Kong Hee-yong (Korea Selatan)
Liu Sheng Shu/Tan Ning (China)
Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia)
Ganda Campuran Terbaik
Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia)
Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran (Thailand)
Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China)
Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin (China)
Pemain Putra Para Bulu Tangkis Terbaik
Cheah Liek Hou (Malaysia)
Daiki Kajiwara (Jepang)
Kumar Nitesh (India)
Park Hae-seong (Korea Selatan)
Pemain Putri Para Bulu Tangkis Terbaik
Ilaria Olgiati (Swiss)
Manisha Ramadass (India)
Nithya Sre Sumathy Sivan (India)
Pilar Jauregui (Peru)
Pasangan Para Bulu Tangkis Terbaik
Jagdish Dilli/Naveen Sivakumar (India)
Nagar Krishna/Nithya Sre Sumathy Sivan (India)
Muhammad Fareez Anuar/Cheah Liek Hou (Malaysia)
Sudarsan Saravanakumar Muthusamy/Sivarajan Solaimalai (India)











