"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Kekayaan Ayu Puspita Terungkap, Sisa Dana Pengantin Hanya Rp463 Ribu

Penipuan Wedding Organizer di Jakarta yang Menyebabkan Kerugian Miliaran Rupiah

Sebuah kasus penipuan terhadap ratusan calon pengantin di Jakarta akhirnya memicu protes besar-besaran dari para korban. Ayu Puspita, pemilik vendor Wedding Organizer (WO), diduga melakukan tindakan tidak terpuji dengan menipu para klien hingga menyebabkan kerugian mencapai Rp16 miliar. Uang tersebut diperkirakan digunakan untuk membeli rumah mewah yang kini menjadi sasaran amuk para korban.

Rumah Ayu Puspita Jadi Target Amukan Korban

Rumah Ayu Puspita yang berada di Cipayung, Jakarta Timur, menjadi tempat para korban menggeruduk setelah menduga uang yang mereka berikan kepada WO-nya dipakai untuk keperluan pribadi, bukan untuk mendekorasi acara pernikahan. Kediaman tersebut memiliki arsitektur modern minimalis dengan pilar-pilar putih yang memberikan kesan elegan. Selain itu, bangunan dua lantai ini tampak cukup megah dan baru saja ditempati beberapa bulan.

Salah satu korban, Jumiy, mengungkapkan kekecewaannya saat mengunjungi rumah tersebut. Ia merasa syok melihat kondisi rumah yang jauh dari harapan. “Ini rumah baru ditempati berapa bulan, bahkan RT dan RW pun tidak tahu dia tinggal disitu karena baru,” tulis Jumiy dalam komentarnya. Ia juga menuding bahwa uang yang ia berikan dipakai oleh Ayu untuk membeli rumah mewah.

Pengakuan Ayu Puspita dan Janji Tidak Terpenuhi

Dalam klarifikasi yang dilakukan, Ayu Puspita mengakui bahwa sebagian dana kliennya digunakan untuk membayar uang muka rumah. Namun, ia juga menyatakan bahwa manajemen keuangan perusahaannya sedang berantakan. Dana dari klien baru dan pameran digunakan untuk menutupi tanggungan acara sebelumnya. Akibat skema ini, banyak acara pernikahan yang gagal dan menyebabkan kerugian besar bagi para calon pengantin.

Ayu juga sempat menjanjikan akan mengembalikan uang para korbannya. Ia menyatakan akan mengembalikan dana dalam waktu tiga minggu. Namun, janji tersebut terasa mustahil setelah rekening Ayu diperiksa dan hanya tersisa Rp463 ribu. Dari hasil pemeriksaan tersebut, total uang yang diminta dikembalikan mencapai Rp19,3 miliar.

Penangkapan dan Penyelidikan Polisi

Kasus ini kini ditangani oleh Polres Metro Jakarta Utara. Lima orang telah ditahan, termasuk Ayu Puspita selaku Direktur bersama empat stafnya. Mereka diduga melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan Pasal 378 dan atau 372 KUHP.

Menurut Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, penipuan terbongkar setelah sebuah pernikahan berantakan karena hidangan yang dijanjikan tidak disajikan. Acara pernikahan tersebut berlangsung di Pelindo Tower Yos Sudarso No 9 RT 006 RW 013 Rawabadak Utara Koja Jakarta Utara pada Sabtu (6/12/2025) pukul 19.00 WIB.

“Para pelapor yang ingin melangsungkan pernikahan menggunakan wedding organizer Ayu Puspita telah melunasi biaya resepsi Rp82.740.000 ke rekening BCA atas nama Ayu Puspita Dinanti, tetapi ternyata pihak wedding organizer tidak menyiapkan fasilitas sesuai kesepakatan,” ujar Onkoseno.

Korban Berbagai Profesi

Korban dugaan penipuan ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari swasta, ASN hingga Polri. Penyidik kemudian melakukan pemeriksaan terhadap para korban dan menyita barang bukti seperti transfer uang, print out WhatsApp, data catering, serta panduan acara pernikahan.

Polisi juga mengarahkan para korban untuk membuat laporan resmi terkait kasus ini. Kombes Pol Alfian Nurrizal menyatakan akan berupaya agar hak-hak para korban dapat dikembalikan.

Penyebaran Kasus dan Potensi Lintas Wilayah

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz menjelaskan bahwa modus penipuan yang dilakukan adalah WO menerima pembayaran penuh untuk penyelenggaraan acara pernikahan, termasuk catering. Namun, layanan tersebut tidak diberikan sesuai kesepakatan.

Ia juga menambahkan bahwa jumlah korban diperkirakan masih bertambah. “Termasuk dari korban lain masih banyak yang berdatangan. Ternyata banyak yang menjadi korban WO tersebut,” ujarnya.

Meski laporan yang masuk ke Polres Metro Jakarta Utara baru satu, kejadian serupa juga muncul di wilayah lain dan berpotensi ditangani lintas polres. Untuk sementara, kerugian masih dalam proses perhitungan karena banyak korban baru yang belum melaporkan kerugiannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *