Penyebab Kematian Dua Debt Collector di Kalibata
Kasus kematian dua debt collector atau mata elang (MET dan NAT) yang terjadi di Kalibata, Jakarta Selatan, pada 11 Desember 2025, akhirnya terungkap. Para pelaku pengeroyokan tersebut adalah anggota dari satuan Pelayanan Markas (Yanma) Mabes Polri. Keenam tersangka telah ditahan dan dijerat dengan pasal 170 ayat 3 KUHP tentang pengeroyokan berujung kematian.
Peristiwa ini menimbulkan reaksi keras dari massa yang merusak kios dan membakar kendaraan sebagai bentuk protes. Dua korban tewas di lokasi kejadian dan satu lagi meninggal di rumah sakit setelah dikeroyok oleh sejumlah orang tak dikenal (OTK).
Pelaku Pengeroyokan Ternyata Aparat Kepolisian
Keenam pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Bripda Irfan Batubara, Bripda Jefry Ceo Agusta, Brigadir Ilham, Bripda Ahmad Marz Zulqadri, Bripda Baginda, dan Bripda Raafi Gafar. Mereka berasal dari satuan Yanma Mabes Polri, yang bertugas memberikan dukungan layanan internal di lingkungan Mabes Polri. Tugas utama mereka mencakup pengelolaan fasilitas gedung, keamanan, kebersihan, serta pemeliharaan sarana dan prasarana. Selain itu, Yanma juga bertanggung jawab atas penyelenggaraan upacara resmi, pelayanan protokoler, dan administrasi umum.
Setelah penemuan jenazah MET dan NAT, pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi pelaku. Menurut Karo Penmas Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, keenam pelaku sudah ditahan dan dijerat dengan pasal 170 ayat 3 KUHP. Selain proses hukum, para pelaku juga akan menghadapi sidang etik oleh Komisi Kode Etik Profesi (KKEP).
Kronologis Peristiwa
Kronologis kejadian awal menunjukkan bahwa dua korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di dekat Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Menurut Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, korban dikeroyok oleh kelompok OTK yang berjumlah sekitar lima orang. Pengendara motor yang awalnya disetop oleh korban tidak ditemukan di TKP. Sampai saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal-usul kelompok OTK tersebut.
Berdasarkan keterangan saksi, kejadian terjadi secara sporadis dan cepat. Mobil yang tiba-tiba turun untuk membantu korban membuat situasi semakin memburuk. Saat ini, kedua jenazah inisial MET dan NAT sudah dipindahkan dari rumah sakit ke rumah duka.
Respons dari Pihak Kepolisian
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan telah dikerahkan untuk mengkondusifkan lokasi kejadian. Ia menduga kelompok OTK datang sebagai wujud solidaritas atas kematian rekan mereka. Namun, hingga saat ini belum ada informasi pasti mengenai identitas pelaku pembakaran.
Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini. Proses hukum terhadap keenam pelaku sedang berlangsung, dan mereka akan segera menjalani persidangan etik oleh KKEP pekan depan.











