Kasus Kekerasan dalam Keluarga di Medan: Anak Tikam Ayah dan Siswi SD Tikam Ibu
Kasus kekerasan dalam keluarga kembali terjadi di Medan, dengan dua peristiwa yang menghebohkan masyarakat. Pertama, seorang pemuda nekat menikam ayah kandungnya karena sakit hati. Kedua, seorang siswi SD diduga membunuh ibunya hingga tewas. Kedua kasus ini menunjukkan bagaimana konflik dalam keluarga dapat berujung pada tindakan yang sangat ekstrem.
Pemuda Tikam Ayah Kandung
Pada Jumat (19/12/2025), seorang pemuda bernama O.K Muhammad Hafiz alias Hafiz (18) melakukan penusukan terhadap ayah kandungnya, Dr. Ir. O.K Hasnanda, di Jalan Alumunium, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB pagi.
Berdasarkan informasi dari polisi, Hafiz emosi karena melihat ayahnya sering menganiaya ibunya. Selain itu, sang ayah juga sering menghina istri pelaku dengan kata-kata tidak pantas. Awalnya, Hafiz ingin melerai cekcok antara ayah dan ibunya, tetapi emosinya memuncak saat melihat korban memukuli istri pelaku.
Hafiz kemudian mengambil pisau dapur dan menikam ayahnya lebih dari tujuh kali. Korban mengalami luka di bagian dada, punggung, dan perut. Saat ini, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan pasal 44 ayat (3) UU No. 23 tahun 2004 subsider pasal 338 dari KUHPIDANA dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Hafiz adalah mahasiswa semester 2 Fakultas Teknik Komputer di Universitas Sumatera Utara (USU), sedangkan korban adalah dosen di Fakultas Kehutanan USU. Keduanya sama-sama belajar di universitas yang sama, namun hubungan keluarga mereka menjadi sumber konflik yang tragis.
Siswi SD Tikam Ibu Kandung Hingga Tewas
Selain kasus pemuda yang menikam ayah kandungnya, kasus lain yang memicu kekacauan di kalangan warga adalah pembunuhan yang dilakukan oleh seorang siswi SD. AL (12), seorang anak perempuan kelas 6 SD, diduga membunuh ibunya, Faizah Soraya (42), pada Rabu (10/12).
Kejadian ini membuat warga kaget karena pelaku masih berusia 12 tahun dan belum sepenuhnya memahami konsekuensi dari tindakan yang dilakukannya. Menurut pengakuan tetangga, Faizah Soraya ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya. Suara teriakan pertolongan sempat terdengar, tetapi warga tidak langsung menyadari bahwa ada kejadian mengerikan.
Rossa, tetangga sebelah rumah korban, mengungkap detik-detik sebelum kejadian. Pada pukul 04.30 WIB, ia mendengar suara orang naik turun tangga dari rumah korban. Suara tersebut sempat disangka sebagai suara kucing dan tikus. Namun, beberapa saat kemudian, Rossa kembali mendengar suara seperti orang meminta pertolongan, meski hanya sekali.
Akhirnya, pada pukul 06:00 WIB, Rossa menerima telepon dari tetangga yang memberitahu bahwa Faizah Soraya telah meninggal dunia. Warga pun kaget karena tidak menyangka bahwa pelaku pembunuhan adalah anak keduanya sendiri.
Sosok Faizah Soraya yang Baik
Menurut Rossa, Faizah Soraya dikenal sebagai sosok yang baik dan ramah kepada tetangga. Meskipun tidak terlalu aktif secara sosial, ia selalu menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitarnya. Rossa bahkan menganggap Faizah seperti adiknya sendiri.
Faizah juga dikenal sering mengikuti kajian dan aktif berolahraga di sekitar Jalan Gagak Hitam. Kejadian ini membuat warga merasa sedih dan tidak percaya bahwa pelaku adalah anaknya sendiri.
Permintaan Transparansi dari Warga
Warga sekitar, termasuk Rossa, meminta Polrestabes Medan untuk mengusut kasus ini hingga tuntas. Mereka juga mengharapkan transparansi mengenai identitas pelaku dan motif pembunuhan. Kapolrestabes Medan diminta segera mengungkap fakta agar tidak muncul opini-opini yang tidak jelas.











