"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Pencapaian 9 Bulan Pemerintahan Willy-Vicente di Belu

Kepemimpinan Bupati Belu dalam 9 Bulan: Capaian dan Tantangan

Walaupun baru berjalan selama 9 bulan, kepemimpinan Bupati Belu Willybrodus Lay, SH dan Wakil Bupati Vicente Hornai Goncalves, ST menunjukkan komitmen yang kuat dalam merealisasikan program-program yang menjadi janji politik selama kampanye Pilkada. Dalam keterangan pers akhir tahun di ruang kerja Wakil Bupati Belu pada Senin, 29 Desember 2025, Vicente membeberkan capaian pemerintah daerah sepanjang tahun 2025.

Vicente mengakui bahwa tidak semua program yang dijanjikan dapat direalisasikan karena pemerintahan saat ini melaksanakan program pembangunan berdasarkan APBD yang telah ditetapkan sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa pihaknya hanya bisa merealisasikan beberapa program pada perubahan anggaran.

Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan alasan untuk duduk diam. Bersama Bupati Willy Lay dan dinas terkait, Pemda Belu telah melaksanakan sejumlah program selama 9 bulan sepanjang tahun 2025. Berikut adalah rincian capaian kunci program prioritas Pemkab Belu sepanjang tahun 2025:

1. Kesehatan

Di sektor kesehatan, Kabupaten Belu sukses mempertahankan predikat UHC Non Cut Off dengan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan mencapai 98%. Pemerintah mengalokasikan Rp15,5 Miliar untuk menjamin kesehatan gratis bagi 29.659 warga. Menurut Vicente, cakupan kesehatan gratis ini bersumber dari program PBI Kementerian Sosial dan alokasi dari APBD Belu.

Vicente meminta masyarakat Belu untuk mengaktifkan kepesertaan kesehatan gratis agar ketika datang ke fasilitas kesehatan telah tercover. Untuk pengobatan gratis Plus, Vicente menjelaskan bahwa saat ini Pemda Belu sedang menyiapkan pedoman atau aturannya. Namun dia memastikan bahwa tahun 2026 akan segera direalisasikan.

Pengobatan gratis plus yang dimaksud adalah pengobatan yang tidak ditanggung oleh BPJS kesehatan seperti kecelakaan Lalu Lintas atau jenis penyakit lainnya. Pemerintah Kabupaten Belu menyiapkan anggarannya dan akan mengintervensi hal tersebut yang tentunya disesuaikan dengan aturan yang dibuat nanti.

2. Pendidikan Gratis

Menurut Vicente, Pemda Belu bekerja sama dengan Universitas Budi Utomo dan tahun ini telah mengirimkan 100 lebih pelajar asal Belu untuk mengenyam kuliah gratis di kampus tersebut. Di Universitas Indonesia, Pemkab mengirim 10 pelajar kuliah disana dengan bantuan beasiswa juga di beberapa kampus lainnya.

Anak-anak Belu yang dikirim kuliah ke kampus-kampus yang dimaksud dengan jalur prestasi dan dari keluarga yang ekonominya sulit. Untuk pendidikan gratis SD dan SMP, Pemkab Belu merencanakan tahun depan. Saat ini sedang digodok aturannya.

Walau demikian, Willy-Vicente telah membantu ribuan siswa SD dan SMP melalui bantuan perlengkapan sekolah serta beasiswa dengan total anggaran lebih dari Rp4,7 Miliar. Sedangkan rehabilitasi sarana pendidikan di 12 titik telah rampung dengan nilai Rp7,98 Miliar.

3. Revolusi Pertanian dan Ketahanan Air

Dalam tahun ini sektor pertanian alami kemajuan dengan pembukaan lahan baru seluas 153 Ha dan pengelolaan lahan masyarakat seluas 666,5 Ha. Pemkab Belu melalui dinas teknis memberikan dukungan alat mesin pertanian (alsintan) modern, termasuk drone sprayer, telah didistribusikan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani di Belu.

Soal krisis air, Pemkab Belu membangun 6 unit sumur bor baru senilai Rp1,35 Miliar, yang diperkuat dengan dukungan APBN senilai Rp1 Miliar guna memastikan akses air bersih merata di desa-desa. Pemkab Belu berupaya keras pembangunan bendungan Welikis. Vicente mengakui anggaran pembuatan bendungan Welikis sangat besar sehingga tak mungkin diintervensi dengan APBD oleh karenanya dia berharap ada perhatian dan dukungan Pemerintah Pusat.

Jelas Vicente, kalau bendungan Welikis akan mengatasi kebutuhan air bersih di 8 Kecamatan di Belu.

4. Infrastruktur dan Kesejahteraan Sosial

Peningkatan infrastruktur terlihat dari kondisi jalan mantap yang kini mencapai 37,73%. Di sisi lain, pemerintah juga memperhatikan kelompok rentan melalui rehabilitasi 17 unit rumah korban bencana serta pemberian jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi 4.621 pekerja.

5. Digitalisasi dan Tata Kelola Pemerintahan

Menuju Smart Governance, Pemkab Belu telah meluncurkan 81 website desa dan 15 aplikasi e-Government. Indeks Keterbukaan Informasi Publik pun berada pada skor 70 (Cukup Informatif). Kesejahteraan aparatur juga diperhatikan melalui realisasi TPP sebesar Rp21,22 Miliar bagi 1.069 PNS.

Terkait program 1 Kelurahan 1 Miliar, Vicente mengakui belum dapat direalisasikan karena adanya efisiensi anggaran. Namun Willy-Vicente merealisasikan janji tersebut dengan perhitungan jumlah jiwa di Kelurahan tersebut. Selain itu penataan Alun-alun Kota dan destinasi religi Patung Bunda Maria Teluk Gurita menjadi magnet wisata baru.

Pada akhir keterangan pers, Vicente mengharapkan dukungan insan pers dalam pemberitaan. Kata dia, Pemerintah tidak alergi kritik justru kritik akan menjadi cambuk agar kedepannya program pembangunan akan lebih baik. Media juga dibutuhkan guna menyuarakan apa yang menjadi kesulitan dan kebutuhan warga Belu sehingga menjadi perhatian Pemerintah Pusat sebab Belu adalah beranda depan NKRI atau berbatasan langsung dengan Timor Leste.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *