Kasus Pembunuhan Anak Politisi PKS di Banten: Pelaku Ternyata Bukan Orang Dekat
Kasus pembunuhan anak politisi PKS yang terjadi di Kota Cilegon, Banten, telah memicu berbagai spekulasi dan dugaan masyarakat. Awalnya, banyak orang menduga bahwa pelaku merupakan seseorang yang dekat dengan korban atau memiliki motif dendam terhadap keluarga. Hal ini didasarkan pada kondisi tubuh korban yang mengalami lebih dari 20 luka tusukan.
Namun, dugaan tersebut tampaknya hilang setelah pelaku berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian. Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, memberikan pernyataan resmi mengenai kasus ini. Menurutnya, pelaku yang diketahui bernama HA (31 tahun) tidak memiliki hubungan dekat dengan keluarga korban. Ia menegaskan bahwa pelaku bukanlah orang yang dikenal oleh keluarga korban.
HA adalah seorang pelaku pencurian dengan pemberatan (curat). Dalam setiap aksinya, ia selalu menargetkan rumah-rumah mewah yang dalam keadaan kosong. “Pelakunya spesialis curat, pencurian dengan pemberatan rumah kosong, dan sasarannya rumah-rumah bagus,” jelas Hengki.
Motif utama pelaku masih dalam penyelidikan. Pihak penyidik sedang melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan akan merilis hasilnya dalam waktu dekat. Saat ini, HA ditangkap oleh tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten pada Jumat, 2 Januari 2026. Hengki juga menyatakan bahwa pelaku bekerja sendirian, dan hingga saat ini belum ada indikasi adanya tambahan tersangka.
Kronologi Kejadian yang Membuat Spekulasi Muncul
Sebelumnya, kasus ini memicu dugaan adanya motif dendam di balik tindakan pelaku. Eks Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji menyatakan bahwa jumlah luka tusukan yang dialami korban menunjukkan adanya rasa dendam besar terhadap keluarga korban. “Kalau hanya ingin membunuh, tidak perlu melukai sebanyak itu. Ini menunjukkan dendam yang besar,” ujarnya.
Staf Ahli Kapolri, Hermawan Sulistyo, menambahkan bahwa emosi pelaku tampak meledak saat melakukan aksi tersebut. Ia menilai polisi tidak akan kesulitan mengungkap kasus ini, termasuk menelusuri kaitan profesi ayah korban sebagai politisi dan pengusaha.
Penangkapan Pelaku Saat Sedang Mencuri
Sebelumnya, tim gabungan menangkap HA saat sedang mencuri di rumah mewah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Rois, di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon, Banten. HA merupakan warga Palembang, Sumatra Selatan yang bekerja di salah satu perusahaan Petrokimia di daerah Ciwandan, Kota Cilegon. HA ternyata juga terduga pelaku pembunuhan anak politikus PKS Maman Suherman.
Peristiwa Tragis yang Menimpa Korban
Peristiwa tragis menimpa seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun di Kota Cilegon, Banten, pada Selasa (16/12/2025). Korban berinisial MAHM, siswa kelas IV SD, ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusukan di dalam rumahnya di kawasan BBS III, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon.
Berdasarkan data yang dihimpun TribunBanten.com, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 14.20 WIB, saat ayah korban, H. Maman, menerima telepon darurat dari anak keduanya berinisial D, yang berteriak meminta pertolongan. D diketahui berada di rumah bersama korban ketika kejadian berlangsung.
Mendapat kabar tersebut, Maman langsung bergegas meninggalkan tempat kerjanya di wilayah Ciwandan menuju rumah. Setibanya di lokasi, ia mendapati kondisi anaknya sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah.
Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Korban sempat dilarikan ke RS Bethsaida Kota Cilegon menggunakan kendaraan pribadi. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami 14 luka tusukan senjata tajam di sejumlah bagian tubuhnya. Sekitar pukul 15.00 WIB, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian. Tak berselang lama, tepatnya pukul 15.20 WIB, personel Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon bersama anggota Polsek Cilegon langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan awal dari saksi-saksi.











