Tahun 2026 menjadi momen penting bagi bulu tangkis Indonesia. Tahun ini tidak hanya menjadi awal dari perjalanan baru, tetapi juga menjadi masa persiapan untuk berbagai turnamen besar yang akan datang. Dengan semangat dan harapan yang tinggi, para atlet Indonesia berupaya membangkitkan prestasi mereka setelah beberapa waktu terakhir mengalami sedikit kebuntuan.
Tahun 2026 akan menjadi tahun yang penuh tantangan dan peluang. Berbagai ajang bergengsi seperti Thomas dan Uber Cup, Kejuaraan Dunia, serta Asian Games menanti di depan. Selain itu, tahun ini juga menjadi masa persiapan terakhir sebelum dimulainya kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028 pada 2027. Hal ini menjadikan tahun 2026 sebagai titik penting dalam strategi pengembangan atlet bulu tangkis Indonesia.
Di sektor tunggal putra, Jonatan Christie masih menjadi salah satu wajah utama Indonesia. Meski performanya cenderung naik-turun, ia tetap menjadi pemain dengan peringkat tertinggi di awal tahun 2026. Pada tahun 2025, Jonatan berada di peringkat tiga, namun kini ia melorot ke peringkat empat. Meskipun begitu, kehadirannya tetap menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Sebagai penerus Jonatan, Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubaidillah mulai menunjukkan potensi mereka. Alwi Farhan berada di peringkat 17 dunia, sementara Zaki berada di peringkat 48. Keduanya telah membuktikan kemampuan mereka dengan mencapai hasil yang baik di berbagai turnamen, termasuk final SEA Games 2025.
Di sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani masih menjadi salah satu pemain unggulan. Namun, situasi di sektor ini cukup sulit karena Gregoria Mariska Tunjung sedang dalam masa pemulihan cedera. Untuk mengisi kekosongan, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi muncul sebagai calon bintang baru. Dhinda telah menunjukkan performa yang menjanjikan dengan meraih gelar Super 100 dan mencapai semifinal di Super 300 saat Korea Masters.
Di ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tetap menjadi andalan. Mereka berada di peringkat enam dunia. Selain itu, pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi juga berada di 10 besar. Pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menunjukkan peningkatan yang signifikan sejak awal tahun, dengan meraih gelar Australian Open dan berada di peringkat 23 dunia. Mereka kini dipercaya bertanding di level Super 1000.
Di ganda putra, Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi dan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata juga menunjukkan peningkatan. Mereka kini berkompetisi di level yang lebih tinggi, seperti India Open Super 750 dan Malaysia Open Super 1000.
Di sektor ganda campuran, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu berada di peringkat 10 dunia. Di sisi lain, ganda putri masih mengalami perubahan. Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi berada di peringkat 10, namun situasi di sektor ini masih dinamis.
Berikut adalah ranking BWF pada tahun baru 2026:
Tunggal Putra
- Shi Yu Qi (China) – 110.047 poin
- Kunlavut Vitidsarn (Thailand) – 97.279 poin
- Anders Antonsen (Denmark) – 95.213 poin
- Jonatan Christie (Indonesia) – 81.924 poin
- Li Shi Feng (China) – 81.628 poin
… - Alwi Farhan (Indonesia) – 54.350 poin
- Moh Zaki Ubaidillah (Indonesia) – 54.350 poin
Tunggal Putri
- An Se-young (Korea) – 117.270 poin
- Wang Zhi Yi (China) – 103.362 poin
- Akane Yamaguchi (Jepang) – 93.064 poin
- Chen Yu Fei (China) – 89.935 poin
- Han Yue (China) – 88.250 poin
- Putri K. Wardani (Indonesia) – 73.590 poin
… - Komang Ayu C. Dewi (Indonesia) – 28.995 poin
- Ni Kadek Dhinda A. P. (Indonesia) – 23.040 poin
Ganda Putra
- Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea) – 121.255 poin
- Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) – 92.450 poin
- S. Rankireddy/Chirag Shetty (India) – 85.250 poin
- Liang Wei Keng/Wang Chang (China) – 79.826 poin
- Man Wei Chong/Kai Wun Tee (Malaysia) – 79.233 poin
- Fajar Alfian/M. Shohibul Fikri (Indonesia) – 74.390 poin
… - Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Indonesia) – 52.850 poin
- Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi (Indonesia) – 25.270 poin
Ganda Putri
- Liu Sheng Shu/Tan Ning (China) – 110.084 poin
- Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia) – 95.016 poin
- Kim Hye-jeong/Kong Hee-yong (Korea) – 91.050 poin
- Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian (China) – 90.600 poin
- Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto (Jepang) – 85.790 poin
- Baek Ha-na/Lee So-hee (Korea) – 83.030 poin
… - Febriana D. Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi (Indonesia) – 62.464 poin
- Febriana D. Kusuma/M. Trias Puspitasari (Indonesia) – 26.300 poin
Ganda Campuran
- Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China) – 105.957 poin
- Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin (China) – 102.552 poin
- Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran (Thailand) – 93.895 poin
- Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia) – 91.263 poin
- Thom Gicquel/Delphine Delrue (Prancis) – 84.214 poin
- Guo Xin Wa/Chen Fang Hui (China) – 78.490 poin
… - Jafar Hidayatullah/Felisha A. N. Pasaribu (Indonesia) – 68.390 poin
- Marwan Faza/Aisyah S. P. Pranata (Indonesia) – 45.660 poin











