Nadiem Makarim dan Mulyono, Dari Awal Merintis GoJek Hingga Menangis di Sidang
Seorang mantan menteri pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi, Nadiem Makarim, terlihat menitikkan air mata saat bertemu dengan seorang driver ojek online (ojol) angkatan pertama. Kejadian ini terjadi usai sidang kasus Chromebook yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat.
Pada momen tersebut, Nadiem bersiap masuk ke mobil tahanan ketika seseorang memanggilnya dari kejauhan. Suara itu mengundang Nadiem untuk berhenti dan mencari sumber suara. Saat mengetahui sosok yang memanggilnya, Nadiem langsung berpelukan dengan pria tersebut. Keduanya terlihat menangis bahkan saat Nadiem masuk ke dalam mobil tahanan.
Siapa sosok pria tersebut? Ia adalah Mulyono, driver ojol GoJek angkatan pertama yang sering dijuluki sebagai “001”. Sebagai salah satu pengemudi ojol pertama, Mulyono menghadapi banyak tantangan dan perlakuan tidak menyenangkan saat awal merintis bisnis ini.
Perjalanan Mulyono Sebagai Driver Ojol Angkatan Pertama
Pada tahun 2012, Mulyono pernah diancam senjata tajam saat mengantar barang untuk customer di kawasan Tangerang, Banten. Kejadian ini terjadi pada masa awal ia menjalani profesi sebagai driver ojol. Ia mengungkapkan bahwa saat itu, dirinya diancam dengan cacian dan ancaman senjata tajam oleh seseorang.
Selain itu, Mulyono juga pernah mendapat perlakuan tidak enak saat ia mencoba mengajak tukang ojek pangkalan bergabung menjadi driver ojol. Ia bahkan pernah dipukul oleh beberapa tukang ojek pangkalan.
Kenalan dengan Nadiem Sejak 2010
Mulyono mengungkapkan bahwa dirinya dan Nadiem sudah saling mengenal sejak GoJek dibuat. Perkenalan mereka terjadi pada tahun 2010, saat Nadiem bersama teman-temannya merintis GoJek. Mulyono mengatakan bahwa mereka sama-sama merintis bisnis ini dari awal.
“Dari 2010 saya kenal beliau. Saya itu punya histori tersendiri dengan Nadiem. Kita dulu merintis bareng-bareng, betapa susahnya dulu kita awal-awal GoJek di 2010,” ujar Mulyono.
Kedekatan antara Mulyono dan Nadiem tetap terjalin meskipun Nadiem sempat menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Mulyono mengaku bahwa Nadiem rutin menanyakan kabarnya melalui pesan WhatsApp.
Harapan Mulyono untuk Nadiem
Mulyono mengungkapkan rasa sedihnya saat mengetahui Nadiem terjerat kasus korupsi pengadaan Chromebook. Ia menganggap Nadiem sebagai sosok yang hidup sederhana. Selain itu, Mulyono juga berharap Nadiem bisa bebas dari jerat hukum saat ini.
Menurut Mulyono, harapan ini bukan hanya dari dirinya sendiri, melainkan juga dari para driver ojol GoJek lainnya. “Harapan saya itu (Nadiem bebas). Mungkin harapan semua teman-teman ojol, karena kalau enggak ada Nadiem, mungkin enggak ada ojol,” kata Mulyono.
Hadir dalam Sidang Praperadilan
Saat Nadiem mengajukan gugatan praperadilan atas status tersangkanya, Mulyono turut hadir dalam sidang praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada Jumat (10/10/2025). Ia datang bersama mitra GoJek angkatan pertama lainnya.
Mulyono mengatakan bahwa ia sengaja datang untuk memberikan dukungan kepada Nadiem. Menurutnya, Nadiem sudah dianggap sebagai teman seperjuangan sejak 2010 ketika sama-sama merintis GoJek.
Penilaian Jaksa Terhadap Eksepsi Nadiem
Jaksa dalam sidang lanjutan dengan agenda pembacaan eksepsi Nadiem Makarim menganggap eksepsi yang dibacakan mantan Mendikbudristek itu sebagai bentuk kepanikan. Mereka menilai bahwa Nadiem tidak bisa membuktikan klaim dakwaan dalam kasus yang menjeratnya, sehingga harus batal demi hukum.
Jaksa juga tidak setuju dengan anggapan Nadiem dan tim kuasa hukum yang mengatakan dakwaan hanya berdasarkan asumsi, bukan fakta. Atas hal itu, Jaksa menganggap eksepsi Nadiem justru menurunkan marwah penegakan hukum di Indonesia.









