Upaya Persiba Balikpapan untuk Keluar dari Zona Degradasi
Persiba Balikpapan terus berupaya keras untuk keluar dari masa sulit di Championship musim 2025/2026. Setelah mengalami sembilan kekalahan beruntun pada putaran kedua, manajemen klub yang berjuluk Beruang Madu memutuskan untuk melakukan perombakan komposisi pemain, khususnya di sektor-sektor yang dinilai belum optimal.
Bursa transfer menjadi momen penting bagi Persiba untuk menyelamatkan nasib tim yang kini berada di ambang zona degradasi. Dalam klasemen sementara Grup B Championship, Persiba hanya mengoleksi 11 poin dan terdampar di peringkat kedelapan. Kondisi ini sangat rawan karena jarak poin dengan tim-tim di bawahnya sangat tipis.
Pegadaian Championship merupakan kasta kedua sepak bola Indonesia di bawah Liga 1. Format kompetisi ini mempertemukan klub-klub dari berbagai daerah dalam sistem grup, dengan ancaman degradasi bagi tim yang finis di papan bawah. Artinya, kegagalan bertahan di Championship bisa membuat Persiba Balikpapan terperosok ke kasta yang lebih rendah.
Evaluasi menyeluruh dilakukan bersama jajaran pelatih, termasuk menyoroti kontribusi pemain asing yang dinilai belum memberi dampak signifikan. Salah satu keputusan besar adalah mengakhiri kerja sama dengan pemain asing asal Uzbekistan, Shokh Kholmatov.
Keputusan ini diumumkan secara resmi oleh Media Officer Persiba Balikpapan, Prima Zhuriza, setelah melalui pembahasan internal yang cukup panjang. “Manajemen bersama tim pelatih telah melakukan evaluasi, dan diputuskan bahwa kerja sama dengan Shokh Kholmatov tidak dilanjutkan. Keputusan ini diambil demi kebutuhan tim ke depan,” ujar Prima.
Meski demikian, manajemen tetap memberikan apresiasi terhadap kontribusi Kholmatov selama berseragam Persiba Balikpapan. “Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kerja keras Shokh selama bersama Persiba Balikpapan. Kami mendoakan yang terbaik untuk perjalanan kariernya ke depan,” lanjut Prima.
Empat Wajah Baru untuk Menambah Kedalaman Tim
Seiring kepergian satu pemain asing, Persiba Balikpapan juga aktif mendatangkan empat pemain baru untuk memperkuat berbagai lini. Penguatan ini tidak hanya terfokus pada satu sektor, tetapi menyentuh lini belakang hingga lini tengah serangan.
Untuk sektor pertahanan, Persiba merekrut Reza Pahlevi dan Ibnu Yazid. Keduanya diharapkan mampu menambah soliditas di jantung pertahanan yang selama ini kerap menjadi titik lemah. Kebobolan yang terlalu mudah dalam beberapa laga sebelumnya menjadi alarm bagi tim pelatih bahwa sektor ini perlu segera diperkuat.
Di posisi bek kiri atau left back, Persiba mendatangkan Aji Kurniawan. Dalam sepak bola modern, peran bek kiri tidak hanya bertahan, tetapi juga membantu serangan melalui overlap dan umpan silang. Kehadiran Aji diharapkan memberi variasi taktik sekaligus meningkatkan intensitas persaingan internal di dalam tim.
Sementara itu, lini tengah serangan mendapat suntikan tenaga baru melalui kedatangan Michael Singgih. Pemain kelahiran 10 Agustus 1997 ini dikenal sebagai gelandang serang berpengalaman yang pernah membela sejumlah klub, seperti PSIS Semarang, Deltras Sidoarjo, Nusantara Lampung FC, hingga klub luar negeri Orange County.
Michael diplot untuk mengisi sektor yang selama ini dinilai kurang produktif dalam menciptakan peluang. Lini tengah Persiba kerap kesulitan mengalirkan bola ke lini depan, sehingga serangan sering buntu di sepertiga akhir lapangan.
Media Officer Persiba Balikpapan, Prima Zhuriza, mengungkapkan bahwa Michael sebenarnya sudah masuk dalam daftar susunan pemain saat laga kontra Persipura Jayapura, meski belum sempat mendapatkan menit bermain. “Sudah masuk dalam daftar susunan pemain saat melawan Persipura kemarin, tapi dia (Michael Singgih) belum mendapatkan menit bermain. Kini Michael telah resmi bergabung dan masuk dalam program tim,” ujar Prima.
Menurut Prima, manajemen berharap para pemain baru ini bisa cepat beradaptasi dengan atmosfer tim dan memberikan kontribusi nyata dalam waktu singkat. “Proses evaluasi dan pembenahan tim akan terus berjalan selama bursa transfer masih dibuka, demi memaksimalkan persiapan tim menghadapi laga-laga selanjutnya,” pungkasnya.
Dua Laga Hidup-Mati di Stadion Batakan
Penguatan skuad ini menjadi sangat krusial mengingat Persiba Balikpapan hanya menyisakan dua pertandingan kandang di Stadion Batakan pada awal 2026. Stadion Batakan sendiri merupakan markas kebanggaan Persiba Balikpapan yang terletak di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dan dikenal sebagai salah satu stadion megah di wilayah timur Indonesia.
Dua laga tersebut adalah melawan Barito Putera pada Sabtu, 24 Januari 2026, dan Deltras FC pada Sabtu, 31 Januari 2026. Kedua pertandingan ini disebut-sebut sebagai momen hidup-mati bagi Persiba dalam upaya keluar dari zona degradasi.
Secara matematis, peluang Persiba masih terbuka. Dengan 11 poin saat ini, jika mampu menyapu bersih dua laga kandang, Persiba akan menambah enam poin dan total menjadi 15 poin. Tambahan ini berpotensi mengangkat posisi mereka sekaligus memberi jarak aman dari tim-tim di bawah.
Namun, tantangan yang dihadapi tidak ringan. Barito Putera datang sebagai pemuncak klasemen dengan koleksi 36 poin, kontras jauh dengan kondisi Persiba. Barito dikenal sebagai tim yang konsisten dan memiliki kedalaman skuad yang solid. Sementara Deltras FC juga bukan lawan mudah. Klub asal Sidoarjo itu dikenal sering menyulitkan lawan, terutama pada fase-fase krusial kompetisi.
Pelatih Persiba, Leonard Tupamahu, menegaskan bahwa timnya tidak punya pilihan selain tampil habis-habisan. “Tentu kami akan mempersiapkan tim semaksimal mungkin. Dua pertandingan ini sangat penting dan kami harus berjuang sampai akhir,” ujarnya.
Selain faktor teknis, dukungan suporter menjadi modal penting bagi Persiba. Publik Balikpapan berharap Stadion Batakan benar-benar menjadi benteng terakhir yang mampu mengangkat mental pemain. “Kami akan terus mendukung Persiba. Laga kandang ini harus jadi momentum kebangkitan. Barito memang konsisten, tapi di kandang Persiba harus berani,” kata Aditya, salah satu suporter.
Tekanan memang besar. Saat ini Persiba hanya unggul tipis dari Persipal Palu yang mengoleksi enam poin dan PSIS Semarang dengan delapan poin. Kegagalan meraih poin di dua laga terakhir bisa berdampak fatal dan menyeret Persiba semakin dekat ke jurang degradasi.
Daftar 4 Pemain Datang
-
Reza Pahlevi
Tanggal lahir / Umur: 29 Agt 2001 (24)
Tempat kelahiran: Jakarta
Tinggi: 1,78 m
Kewarganegaraan: Indonesia
Posisi: Gelandang – Gel. Bertahan
Agen pemain: CFP Sports
Klub Saat Ini: Persiba Balikpapan
Bergabung: 17 Jan 2026 -
Michael Arya Putra Singgih
Tanggal lahir / Umur: 10 Agt 1997 (28)
Tempat kelahiran: Jakarta
Tinggi: 1,85 m
Kewarganegaraan: Indonesia
Posisi: Gelandang – Gel. Serang
Kaki dominan: kanan
Klub Saat Ini: Persiba Balikpapan
Bergabung: 12 Jan 2026 -
Ibnu Yazid Al Mustaufiz
Tanggal lahir / Umur: 18 Jan 2006 (20)
Tempat kelahiran: Jakarta
Tinggi: 1,83 m
Kewarganegaraan: Indonesia
Posisi: Bek – Bek-Tengah
Kaki dominan: kanan
Klub Saat Ini: Persiba Balikpapan
Bergabung: 20 Jan 2026 -
Aji Kurniawan
Tanggal lahir / Umur: 1 Jul 2000 (25)
Tempat kelahiran: Maros
Tinggi: 1,69 m
Kewarganegaraan: Indonesia
Posisi: Penyerang – Sayap Kiri
Kaki dominan: kiri
Klub Saat Ini: Persiba Balikpapan
Bergabung: 16 Jan 2026
Daftar 1 Pemain Keluar
- Nama: Shokhrukhbek Kholmatov
Tanggal lahir / Umur: 16 Mar 1993 (32)
Kewarganegaraan: Uzbekistan
Posisi: Bek – Bek-Tengah











