Michael Carrick: Harapan Baru untuk Manchester United
Michael Carrick, yang kini menjabat sebagai pelatih interim Manchester United menggantikan Ruben Amorim, membawa harapan baru bagi klub. Dalam beberapa pertandingan terakhir, Man United berhasil meraih kemenangan penting, termasuk mengalahkan Arsenal dan Manchester City. Meski begitu, Carrick mengaku tidak terbawa suasana setelah mengalahkan Arsenal di Liga Inggris.
Kemenangan yang Mengangkat Semangat Tim
Sensasi yang ditunjukkan oleh Carrick selama masa kepemimpinannya sebagai pelatih interim semakin kuat. Ia berhasil membawa Man United meraih kemenangan dalam dua laga pertamanya. Rentetan kemenangan ini diraih atas dua anggota Big Six Liga Inggris, yaitu Manchester City dan Arsenal.
Pertandingan melawan Arsenal digelar di Emirates Stadium, Senin (26/1/2026) dini hari WIB. Dalam laga tersebut, Man United tertinggal lebih dulu akibat gol bunuh diri Lisandro Martinez pada menit ke-29. Namun, tim asuhan Carrick mampu menyamakan kedudukan melalui aksi Bryan Mbeumo pada menit ke-37, sehingga babak pertama berakhir dengan skor 1-1.
Man United kemudian melakukan comeback selepas jeda usai Patrick Dorgu mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-50. The Gunners kembali menyamakan kedudukan pada menit ke-84 melalui Mikel Merino. Kemenangan Man United dipastikan Matheus Cunha tiga menit berselang lewat sepakan jarak jauh.
Fokus pada Pertandingan Berikutnya
Usai pertandingan, Carrick mengungkapkan bahwa ia tidak ingin merayakan kemenangan ini secara berlebihan. Pasalnya, Man United akan menghadapi sejumlah laga berat pada Februari, salah satunya adalah menghadapi Tottenham Hotspur di awal bulan.
“Saya tidak terbawa suasana,” ujar Carrick. “Itu karena kami akan menghadapi beberapa pertandingan lebih besar lagi. Setiap pertandingan berikutnya adalah pertandingan yang lebih besar. Kami harus fokus.”
Dengan kemenangan tersebut, posisi Man United di klasemen naik ke urutan keempat atau batas bawah zona Liga Champions. Klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut mengantongi 38 poin dari 23 kali bermain.
Kemenangan dalam 12 Hari
Michael Carrick seperti memiliki sentuhan emas. Dalam waktu hanya 12 hari, ia membawa MU menang derbi atas Man City dan sukses membuat Arsenal gigit jari. Kemenangan krusial atas pemuncak klasemen Liga Inggris, Arsenal, di Stadion Emirates, Minggu (25/1/2026), memastikan skor Arsenal vs Man United 2-3.
Hasil ini melanjutkan periode “bulan madu” Carrick sejak ditunjuk sebagai pelatih interim Man United per 13 Januari 2026 silam. Meski baru bekerja selama lebih kurang 12 hari, Carrick mampu mengantar Manchester United menuai kemenangan besar.
Sebelum mengalahkan Arsenal, MU racikan Carrick berhasil memenangi derbi panas melawan sang tetangga Manchester City dengan skor 2-0. Carrick menilai respons para pemain terhadap pendekatan taktisnya menjadi kunci kebangkitan cepat tim dalam dua laga besar tersebut.
Perubahan Sistem Taktis
Kebangkitan MU tak lepas dari keputusan Carrick meninggalkan sistem tiga bek favorit pelatih sebelumnya, Ruben Amorim yang dipecat pada 5 Januari 2026 silam. Carrick beralih ke pendekatan yang dinilai bisa lebih memberikan keseimbangan kepada tim di semua lini.
Keputusan pelatih berusia 44 tahun itu menempatkan Patrick Dorgu pada peran yang lebih ofensif juga langsung membuahkan hasil. Dorgu mencetak gol penting melawan Manchester City dan kembali mencatatkan namanya di papan skor saat menghadapi Arsenal.
Atmosfer Berbeda di Bawah Carrick
Atmosfer berbeda terasa di bawah kendali Carrick. Mikel Merino (84′) tampak menyelamatkan satu poin bagi Arsenal lewat gol yang memaksimalkan situasi sepak pojok. Namun, Matheus Cunha membungkam publik tuan rumah dengan sepakan keras dari jarak sekitar 20 meter pada menit ke-87.
Carrick mengungkapkan bahwa ia merasa tim memahami jalannya pertandingan. “Ada momen kami harus bertahan dan bekerja keras, tetapi kami juga ingin mengambil kendali permainan,” katanya.
Matheus Cunha menyoroti perbedaan atmosfer tim di bawah Carrick dengan era Amorim. “Dia tahu rasanya, karena dia bermain di sini selama bertahun-tahun, dia tahu arti Manchester dan Manchester United, serta memahami bagaimana perasaan yang diinginkan para penggemar,” ujarnya.
Harapan untuk Masa Depan
Meskipun baru bertugas 12 hari sebagai pelatih interim tim di musim 2025-2026, Carrick telah membuktikan bahwa ia memiliki kemampuan untuk membawa tim ke arah yang lebih baik. Sebagai mantan pemain, ia menghabiskan 12 tahun bersama Manchester United dan paham betul seluk-beluk klub.
“Saya baru berada di sini kurang dari dua minggu dan saya sangat ingin tampil baik, meningkatkan tim, serta finis setinggi mungkin,” ujar Carrick yang pernah membawa MU menjuarai Liga Champions 2008.











