Garudayaksa FC Resmi Memperkuat Lini Tengah dengan Kedatangan Arapenta dan Saimima
Garudayaksa FC, yang sedang bersiap menghadapi kompetisi Championship Liga 2 2025/2026, resmi menambah kekuatan di lini tengah dengan kedatangan dua pemain baru. Arapenta Poerba dan Sidik Saimima secara resmi bergabung dengan klub pada hari Kamis (22/1/2026). Keduanya datang dari klub Super League, Persis Solo, dengan status pinjaman.
Kehadiran keduanya diharapkan dapat memperkuat skuad Garudayaksa FC dalam upaya meraih gelar juara Championship dan promosi ke Super League musim depan. Pihak klub juga menyampaikan rasa antusias atas kedatangan Arapenta dan Saimima melalui pernyataan resmi mereka:
“SELAMAT DATANG, ARAPENTA & SAIMIMA
Garudayaksa FC resmi menambah kekuatan di lini tengah dengan bergabungnya Arapenta dan Saimima di musim ini.
Keduanya siap memberikan energi dan warna baru untuk perjalanan Garudayaksa FC ke depan!
Selamat datang di skuad,
@arapenta_lp & @ms_saimima11!”
Profil Arapenta Poerba
Arapenta Poerba, atau dikenal dengan nama lengkap Arapenta Lingka Poerba, lahir di Bekasi, Jawa Barat, pada 1 November 1998. Seorang pemain berusia 27 tahun ini memulai karier sepak bolanya di Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Harapan pada 2014, saat usianya menginjak 16 tahun. Ia kemudian dibesarkan oleh Bali United U19 sebelum akhirnya bergabung dengan tim senior Bali United.
Prestasi terbesarnya adalah ketika ia ikut serta dalam gelar juara Indonesian Champion musim 18/19 bersama Bali United. Pada musim 20/21, Arapenta meneken kontrak dengan Persis Solo, yang saat itu masih berkompetisi di Liga 2 Indonesia. Ia turut berjasa membawa Persis Solo naik ke Liga 1 Indonesia pada musim 22/23.
Di musim ini, Arapenta tampil dalam 11 pertandingan untuk Persis Solo dengan total waktu bermain sebesar 489 menit. Berikut adalah profil lengkapnya:
- Nama di negara asal: Arapenta Lingka Poerba
- Tanggal lahir/umur: 1 November 1998 (27)
- Tempat kelahiran: Bekasi, Indonesia
- Tinggi: 1,75 m
- Kewarganegaraan: Indonesia
- Posisi: Gelandang – gelandang serang
- Kaki dominan: Kanan
- Agen pemain: GBL
- Klub saat ini: Garudayaksa FC
- Bergabung: 20 Januari 2026
- Kontrak berakhir: –
- Status: Dipinjam dari PERSIS Solo
- Kontrak di PERSIS Solo berakhir: 31 Mei 2026
Statistik Berdasarkan Klub:
– PERSIS Solo: 67 pertandingan, 1 gol, 5 assist, 11 kartu kuning, 0 kartu merah, 2.531 menit bermain
– Bali United FC: 5 pertandingan, 0 gol, 0 assist, 0 kartu kuning, 0 kartu merah, 168 menit bermain
– Dewa United Banten FC: 5 pertandingan, 0 gol, 0 assist, 0 kartu kuning, 0 kartu merah, 279 menit bermain
Profil Sidik Saimima
Sidik Saimima, atau dikenal dengan nama lengkap Mohamad Sidik Saimima, lahir di Tuhelu, Maluku, pada 4 Juni 1997. Seorang pemain berusia 28 tahun ini memulai kariernya di Sekolah Sepak Bola (SSB) Maehanu pada 2011. Ia juga pernah berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Timur pada 2015.
Kontrak pertamanya sebagai pemain profesional adalah saat ia bergabung dengan Persebaya Surabaya pada musim 17/18. Meskipun hanya tampil dalam 8 pertandingan Liga 1, ia berhasil mencetak satu gol dalam 485 menit bermain. Penampilannya di Persebaya menjadi modal untuk bergabung dengan klub Liga 1 lain seperti PSS Sleman dan Bali United.
Ia menghabiskan empat musim bersama Bali United, termasuk meraih gelar juara Indonesian Champion musim 21/22. Pada musim 25/26, Saimima memilih pindah ke Persis Solo, namun di sana ia hanya tampil dalam 7 pertandingan. Sayangnya, cedera membuat penampilannya tertunda di 3 laga musim ini.
Berikut adalah profil lengkapnya:
- Nama di negara asal: Mohamad Sidik Saimima
- Tanggal lahir/umur: 4 Juni 1997 (28)
- Tempat kelahiran: Tulehu, Indonesia
- Tinggi: 1,65 m
- Kewarganegaraan: Indonesia
- Posisi: Gelandang – gelandang tengah
- Kaki dominan: Kanan
- Agen pemain: GBL
- Klub saat ini: Garudayaksa FC
- Bergabung: 20 Januari 2026
- Kontrak berakhir: –
- Status: Dipinjam dari PERSIS Solo
- Kontrak di PERSIS Solo berakhir: 31 Mei 2026
Statistik Berdasarkan Klub:
– Bali United FC: 64 pertandingan, 1 gol, 1 assist, 9 kartu kuning, 0 kartu merah, 3.127 menit bermain
– PSS Sleman: 22 pertandingan, 1 gol, 1 assist, 2 kartu kuning, 0 kartu merah, 1.160 menit bermain
– Badak Lampung FC: 11 pertandingan, 2 gol, 3 assist, 1 kartu kuning, 0 kartu merah, 705 menit bermain
– Persebaya Surabaya: 8 pertandingan, 1 gol, 0 assist, 1 kartu kuning, 0 kartu merah, 485 menit bermain
– PERSIS Solo: 7 pertandingan, 0 gol, 0 assist, 2 kartu kuning, 0 kartu merah, 367 menit bermain











