Presiden Prabowo Subianto Sampaikan Kinerja Ekonomi Indonesia di Forum Global
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), dalam pidato kuncinya pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss, menegaskan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia mampu bertahan di tengah tantangan global. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan capaian perekonomian Indonesia yang dinilai positif oleh lembaga internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF).
Pertumbuhan Ekonomi yang Stabil dan Optimisme dari IMF
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 diperkirakan sebesar 5,1 persen, meningkat sedikit dibandingkan pertumbuhan 5,0 persen pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan bahwa inflasi tetap berada dalam target Bank Indonesia, meskipun kondisi global saat ini menunjukkan tekanan terhadap stabilitas ekonomi.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengutip pernyataan IMF yang menyebutkan bahwa Indonesia sebagai “titik terang global” dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah lingkungan eksternal yang menantang. Hal ini menunjukkan optimisme terhadap daya tahan perekonomian Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global.
Kondisi Global yang Penuh Ketidakpastian
Presiden Prabowo menekankan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi fase penuh ketidakpastian. Perdamaian dan stabilitas menjadi prasyarat utama bagi pertumbuhan dan kemakmuran global. Ia menegaskan bahwa sejarah telah membuktikan pentingnya perdamaian dan stabilitas sebagai aset paling berharga bagi umat manusia, karena tanpa keduanya, tidak mungkin tercipta kemakmuran yang berkelanjutan.
Meskipun dunia dihadapkan pada pengetatan kondisi keuangan, ketegangan perdagangan, serta ketidakpastian politik, Indonesia tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi secara konsisten. Selain itu, stabilitas makroekonomi nasional tetap terjaga, termasuk inflasi dan defisit anggaran.
Inflasi dan Defisit Anggaran yang Terkendali
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa inflasi Indonesia tetap berada di kisaran 2 persen, sementara defisit pemerintah dijaga di bawah 3 persen dari PDB. Ini menunjukkan bahwa pemerintah berhasil menjaga stabilitas ekonomi meski di tengah tantangan global.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kredibilitas negara, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan kewajiban internasional. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak kuat dalam memenuhi kewajiban keuangannya, terlepas dari pergantian pemerintahan.
Kepemimpinan yang Konsisten dan Kebijakan Terukur
Prabowo menegaskan bahwa stabilitas dan perdamaian yang dinikmati Indonesia selama ini merupakan hasil dari pilihan kebijakan yang konsisten, bukan semata faktor kebetulan. Ia menekankan bahwa Indonesia secara konsisten memilih jalan persatuan dan kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan.
Oleh karena itu, pengakuan internasional terhadap perekonomian Indonesia bukanlah hasil optimisme tanpa dasar, melainkan didukung oleh bukti dan kebijakan yang terukur. Menurutnya, kebijakan-kebijakan yang diambil telah dan akan selalu terkalibrasi dengan baik.
Peran Danantara dalam Perekonomian Indonesia
Dalam forum tersebut, Prabowo juga menyebutkan peran Danantara Indonesia, sebuah badan pengelola investasi yang menangani, mengoptimalkan, dan mengembangkan aset strategis Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Danantara didirikan untuk membiayai industri masa depan dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi.
Danantara Indonesia memiliki aset kelolaan sebesar 1 triliun USD dan akan mengelola 1.044 perusahaan milik negara. Pemerintah berencana mengurangi jumlah perusahaan tersebut menjadi sekitar 300. Prabowo menyatakan keyakinannya atas pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan adanya Danantara, yang akan menjadi mitra strategis dalam percaturan ekonomi dan diplomasi global.
Kesimpulan
Pidato Prabowo di WEF 2026 menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian, stabilitas, dan tata kelola ekonomi yang bertanggung jawab. Dengan kebijakan yang terukur dan kredibilitas yang kuat, Indonesia siap menjadi mitra strategis dalam menghadapi tantangan global.











