Kehilangan yang Mendalam dalam Dunia Sepak Bola Indonesia
Kabar duka kembali menyelimuti dunia sepak bola nasional setelah nama Dede Sulaiman kembali menjadi perbincangan. Mantan striker Timnas Indonesia era 1970-an hingga 1980-an dilaporkan meninggal secara mendadak saat masih aktif bermain dalam laga ekshibisi. Kepergiannya menimbulkan duka yang mendalam di kalangan para penggemar dan rekan-rekan sesama pesepak bola.
Dede Sulaiman meninggal pada usia 69 tahun. Ia sempat ambruk di lapangan saat mengikuti pertandingan sepak bola di Lapangan Betos, Jakarta, dalam rangkaian acara Launching Mapan FC bertajuk “Satu Anak Satu Bola”. Kejadian tersebut terjadi setelah ia baru saja mencetak gol. Setelah berbalik badan dan berlari kecil, tiba-tiba ia terjatuh. Awalnya, situasi ini dianggap sebagai kecelakaan biasa, namun kondisinya segera memburuk hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 19.00 WIB.
Profil Singkat Dede Sulaiman
Nama lengkap: Dede Sulaiman
Tanggal lahir: 8 Mei 1956
Agama: Islam
Posisi: Striker
Era bermain: 1970-an hingga 1980-an
Perlu ditegaskan bahwa Dede Sulaiman yang wafat ini berbeda dengan Dede Sulaiman kelahiran 1986 yang berposisi sebagai kiper dan pernah membela beberapa klub seperti Persita Tangerang, Persipura Jayapura, Arema, serta PSPS Pekanbaru.
Legenda Striker Timnas Indonesia
Dede Sulaiman dikenal sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di masanya. Ia menjadi andalan Timnas Indonesia periode 1975–1985, termasuk saat skuad Garuda nyaris mencetak sejarah lolos ke Piala Dunia 1986 Meksiko, sebelum akhirnya dihentikan Korea Selatan pada babak penentuan.
Keunggulan Dede terletak pada kelincahan, insting gol, dan pergerakan tanpa bola di dalam kotak penalti. Ia bukan tipe penyerang besar, namun sangat efektif dan sulit dijaga bek lawan. Salah satu pencapaian individunya yang paling dikenang adalah saat menjadi top skor Galatama musim 1982–1983 dengan koleksi 17 gol, prestasi yang mengukuhkan namanya sebagai striker elite nasional.
Karier Klub dan Prestasi
Sepanjang karier profesionalnya, Dede tercatat hanya membela dua klub utama:
- Persija Jakarta
- Juara Piala Soeratin 1974
-
Juara Perserikatan 1979
-
Indonesia Muda
- Klub binaan Pertamina di kompetisi Galatama
Ia memutuskan pensiun dini pada usia 30 tahun, tepatnya sekitar 1985, setelah memilih fokus berkarier sebagai pegawai di Pertamina, langkah yang kala itu jarang diambil pemain bintang.
Kiprah Setelah Pensiun
Meski telah lama gantung sepatu, Dede Sulaiman tetap mengikuti perkembangan sepak bola nasional. Ia beberapa kali menyuarakan pandangan kritis terhadap kebijakan instan di Timnas Indonesia, terutama pada periode 2018. Namun di sisi lain, ia juga memberikan apresiasi terhadap modernisasi dan peningkatan kualitas skuad Garuda pada era terbaru hingga 2024.
Pergi Sebagai Pesepak Bola
Kepergian Dede Sulaiman usai mencetak gol meninggalkan kesan mendalam. Bagi banyak pencinta sepak bola, ia wafat dengan cara yang mencerminkan hidupnya: berjuang di lapangan hijau hingga akhir. Nama Dede Sulaiman akan selalu dikenang sebagai striker lincah, rendah hati, dan simbol dedikasi bagi sepak bola Indonesia di era keemasannya.











