"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Friderica Widyasari Dewi: Dari Artis ke Anggota Dewan Komisioner OJK

Latar Belakang dan Karier Friderica Widyasari Dewi

Friderica Widyasari Dewi memiliki perjalanan karier yang menarik, mulai dari dunia hiburan hingga menjadi anggota Dewan Komisioner OJK. Ia lahir pada 28 November 1975, sehingga saat ini berusia 50 tahun. Friderica menikah dengan Irjen Eddy Hartono, Kepala BNPT, dan dikaruniai dua anak.

Sebelum terjun ke dunia ekonomi, Friderica dikenal sebagai artis. Ia memulai debutnya di dunia perfilman pertengahan tahun 1990-an. Ia pernah membintangi sejumlah sinetron seperti Angling Dharma, Panji Manusia Milenium, dan Doaku Harapanku. Selain itu, ia juga pernah meraih gelar Diajeng Yogyakarta 1994 dan Putri Ayu Yogyakarta 1995.

Pendidikan dan Pengalaman Akademis

Friderica lulus dengan gelar Sarjana di bidang ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2001. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan S2 di California State University, AS, dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) pada tahun 2004. Pada tahun 2019, ia meraih gelar Doktor dalam bidang studi Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan di UGM.

Setelah lulus S2, Friderica kembali ke Indonesia dan menjadi dosen tamu di berbagai kampus. Pada tahun 2008, ia menjadi Staf Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia. Pengalamannya di dunia akademis dan pemerintahan memberinya wawasan yang luas dalam berbagai bidang.

Karier di Pasar Modal

Friderica memulai kariernya di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tahun 2005. Jabatan pertamanya adalah Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan, kemudian menjadi Sekretaris Perusahaan BEI dari tahun 2008 hingga 2009. Pada tahun 2009, ia naik jabatan menjadi Direktur Pengembangan BEI, yang menjadikannya salah satu tokoh penting dalam pengembangan pasar modal nasional.

Pada tahun 2015, Friderica bergabung dengan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai Direktur Keuangan. Pada tahun 2016, ia menjabat sebagai Direktur Utama KSEI hingga tahun 2019. Kemudian, ia menjadi Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas dari tahun 2020 hingga 2022.

Pada tahun 2022, Friderica ditunjuk sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK. Penunjukan ini dilakukan pada 31 Januari 2026, di tengah gejolak pasar modal Indonesia pasca anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan mundurnya sejumlah pejabat OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kekayaan Friderica Widyasari Dewi

Dalam Laporan Harta Kekayaan Pihak Ketiga (LHKPN) yang disampaikan pada 21 Februari 2024, Friderica Widyasari Dewi memiliki harta kekayaan sebesar Rp 81,5 miliar. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan harta kekayaan sang suami, yang hanya mencapai Rp 3,1 miliar.

Harta kekayaan Friderica terdiri dari tanah dan bangunan, kendaraan bermotor, serta aset lainnya. Ia memiliki 9 bidang tanah dan bangunan senilai total Rp 79 miliar. Selain itu, ia juga memiliki satu unit mobil Mercedes-Benz senilai Rp 700 juta. Aset lainnya termasuk harta bergerak lainnya dan kas serta setara kas, masing-masing sebesar Rp 1,8 miliar dan Rp 1,87 miliar.

Namun, Friderica juga memiliki utang sebesar Rp 2,4 miliar, yang mengurangi total harta kekayaannya. Berikut rincian harta kekayaannya:

  • Tanah dan Bangunan: Rp 79.550.000.000
  • Alat Transportasi dan Mesin: Rp 700.000.000
  • Harta Bergerak Lainnya: Rp 1.805.000.000
  • Surat Berharga: Rp 0
  • Kas dan Setara Kas: Rp 1.870.141.325
  • Harta Lainnya: Rp 0

Sub Total: Rp 83.925.141.325

Utang: Rp 2.400.000.000

Total Harta Kekayaan: Rp 81.525.141.325

Filmografi dan Aktivitas Hiburan

Sebelum fokus pada dunia jasa keuangan, Friderica pernah aktif di dunia hiburan. Ia tampil dalam beberapa judul sinetron seperti Janjiku, Selendang Sutera Biru, Bulan Bukan Perawan, Angling Dharma, Panji, dan Doaku Harapanku.

Jalur Karier yang Luas

Berikut adalah daftar jabatan dan posisi yang pernah dipegang oleh Friderica:

  • Dosen di Universitas Trilogi (STEKPI) (2004 – 2004)
  • Asisten Dosen di California State University (2004 – 2004)
  • Dosen di Universitas Atma Jaya (2005 – 2005)
  • Dosen di Universitas Indonesia (2005 – 2005)
  • Staf Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia (2008)
  • Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan (2006–2008)
  • Sekretaris Perusahaan BEI (2008 – 2009)
  • Direktur Pengembangan BEI (2009 – 2015)
  • Direktur KSEI (2015 – 2019)
  • Direktur Utama KSEI (2019 – 2020)
  • Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas (2020-2022)
  • Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK (2022 – 2027)

Friderica juga memiliki sertifikat Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) yang dikeluarkan oleh OJK pada tahun 2019. Hal ini menegaskan kompetensinya dalam regulasi pasar modal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *