"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Nama-nama Indonesia ditemukan dalam dokumen Epstein

Penjelasan tentang Dokumen Epstein

Departemen Kehakiman Amerika Serikat telah merilis jutaan dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein, yang mencakup berbagai jenis materi seperti foto, video, dan riwayat percakapan melalui email. Dokumen ini menjadi topik perbincangan hangat dalam beberapa hari terakhir sejak dirilis akhir pekan lalu.

Dokumen Epstein, atau “Epstein Files”, merupakan kumpulan dokumen yang diterbitkan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada Jumat, 31 Januari 2026. Dokumen ini terdiri dari laporan penyelidikan dan email yang menjadi barang bukti selama persidangan kasus Epstein. Departemen tersebut menerbitkan lebih dari tiga juta halaman tambahan sebagai bagian dari Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein, yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump pada 19 November 2025. Dokumen tambahan tersebut meliputi lebih dari 2.000 video dan 180.000 gambar. Dokumen ini bisa diakses secara publik dalam situs Departemen Kehakiman Amerika Serikat.

Departemen Kehakiman telah memperingatkan bahwa materi tersebut dapat mencakup gambar palsu atau tuduhan yang tidak benar, serta materi pornografi. Pihaknya juga mengatakan dokumen-dokumen ini telah ditinjau oleh lebih dari 500 pengacara dan peninjau dari departemen tersebut, dengan beberapa teks dan foto disunting.

Siapa Jeffrey Epstein?

Jeffrey Epstein adalah seorang miliarder Amerika yang didakwa atas perdagangan anak perempuan di bawah umur. Epstein adalah manajer keuangan yang memiliki koneksi luas, selama bertahun-tahun dihantui oleh tuduhan bahwa ia melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan di bawah umur. Ahli keuangan tersebut pernah berteman dengan Presiden Republik Donald Trump dan mantan Presiden Demokrat Bill Clinton.

Epstein ditangkap pada 6 Juli 2019 dan mengaku tidak bersalah atas tuduhan perdagangan seks yang melibatkan puluhan gadis di bawah umur, bahkan yang berusia 14 tahun, setidaknya dari tahun 2002 hingga 2005. Epstein ditemukan tak sadarkan diri di lantai sel penjara dengan bekas luka di lehernya, dan penyidik menetapkan kematiannya terjadi akibat bunuh diri.

Orang Indonesia dalam Dokumen Epstein

Dokumen Epstein memuat nama beberapa pengusaha Indonesia, salah satunya adalah Hary Tanoesoedibjo. Pria yang dikenal sebagai Hary Tanoe tersebut adalah pengusaha, politikus, sekaligus pemilik perusahaan Media Nusantara Citra (MNC) Group. Hary merupakan pendiri dan Ketua Umum Partai Perindo, serta pernah bergabung dalam Partai NasDem dan Partai Hanura.

Nama Hary muncul dalam sebuah dokumen yang mencatat percakapan antara ‘Confidential Human Source’, atau Sumber Rahasia, dengan FBI mengenai statusnya sebagai miliarder dan keterlibatannya dalam pengembangan hotel-hotel Trump. Dokumen tersebut menuduh bahwa Hary “membeli rumah Trump di Beverly Hills” dengan harga ‘inflated’, atau lebih tinggi dari harga pasaran.

Selain Hary, laporan yang sama juga menyebut nama warga Indonesia lainnya, yaitu Eka Widjaja, yang tercatat membeli rumah mewah Trump di Beverly Hills seharga $9,5 juta secara tunai. Eka Tjipta Widjaja merupakan pendiri Sinar Mas Group dan salah satu konglomerat Indonesia. Eka meninggal dunia pada tahun 2019.

Orang Indonesia lain yang tercatat dalam dokumen Epstein adalah Kafrawi Yuliantono. Dalam salah satu dokumen riwayat email yang ditujukan kepada Jeffrey Epstein, Kafrawi menulis keinginannya untuk melamar pekerjaan di salah satu properti Epstein. Email tersebut menyatakan bahwa Kafrawi bekerja sebagai ‘Banquet Operation Manager’ di JW Marriott Hotel Medan. Namun, JW Marriott Hotel Medan mengatakan kepada ABC Indonesia bahwa Kafrawi tidak bekerja di sana saat ini, namun tidak mengonfirmasi apakah ia sempat bekerja di sana.

Implikasi bagi Mereka yang Disebut dalam Dokumen Epstein

Ketika nama seseorang muncul dalam email atau dokumen lain dalam “Epstein files” tidak berarti pihak tersebut telah melakukan kesalahan atau memiliki hubungan apa pun dengan Epstein. Hubungan bisnis antara Trump dan Hary bukan berita baru. Pada tahun 2017, Hary mengatakan kepada ABC bahwa keduanya sedang membangun dua proyek Trump, satu di Bali dan yang lainnya di Jakarta, lebih tepatnya di Bogor, Jawa Barat.

Presiden Indonesia Prabowo Subianto terlibat insiden “hot-mic” saat berbicara dengan Trump dan menanyakan tentang putranya, Eric, salah satu eksekutif di organisasi Trump, pada KTT perdamaian Gaza Oktober tahun lalu. Dalam wawancara dengan CNN setelah kejadian tersebut, putra Trump, Eric, membenarkan bahwa percakapan itu tentang proyek real estat di Indonesia dan mengatakan bahwa proyek tersebut masih berjalan.

Nama-Nama Lain dalam Dokumen Epstein

Jutaan dokumen tersebut memuat beberapa nama orang terkenal, salah satunya Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Nama Trump muncul ratusan kali dalam rilis terbaru berkas Epstein, termasuk dalam daftar FBI berisi nama-nama pria yang disebut sebagai subjek “informasi cabul.” Namun, sejauh ini, belum ada informasi yang mengancam kedudukan politik Trump, atau penemuan baru yang signifikan tentang persahabatannya yang terdokumentasi dengan baik dengan Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell.

Nama lain yang tercantum dalam dokumen tersebut adalah Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, yang membantah memiliki hubungan dengan pihak yang terlibat dalam kasus Epstein. Nama Perdana Menteri India Narendra Modi juga muncul, dalam percakapan antara Epstein dengan miliarder Anil Ambani. Tinjauan awal mengungkap email Epstein kepada mantan Pangeran Andrew dan mantan penasihat Trump, Steve Bannon. Email lain menunjukkan pengusaha miliarder Elon Musk dan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick membahas kunjungan ke pulau pribadi Epstein. Berkas-berkas tersebut juga mencakup rangkaian email FBI yang merinci tuduhan yang belum terverifikasi yang diajukan terhadap Donald Trump.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *