"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Sriwijaya FC Pecat Beberapa Pemain Lokal, Hanya Rangga Pratama Disimpan

Pemangkasan Pemain Lokal Sriwijaya FC

Sriwijaya FC, klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan, melakukan perubahan besar dalam komposisi pemainnya menjelang putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26. Klub ini resmi mencoret hampir semua pemain lokal Sumsel, termasuk nama-nama seperti Muhammad Arsy, Rizky Abdiansyah, Roby Andika, Dwi Septian, dan Asep Suherman. Hanya kiper Rangga Pratama yang dipertahankan karena dinilai memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan tim.

Keputusan ini diambil setelah melalui proses Training Camp (TC) dan trial yang digelar di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Persaingan di setiap posisi terasa sangat ketat, dan hasil evaluasi dari tim pelatih menjadi dasar pengambilan keputusan. Direktur Olahraga PT SOM, Anggoro Prajesta, serta Manajer Tim Eko Saputro, membenarkan bahwa hanya Rangga Pratama yang tetap dipertahankan.

“Ya, Rangga Pratama,” kata Eko Saputro. Ia menegaskan bahwa penilaian dilakukan secara objektif oleh tim pelatih berdasarkan kualitas dan performa selama TC dan trial.

Anggoro Prajesta juga mengungkapkan bahwa persaingan untuk posisi lain sangat kompetitif. “Iya, sangat kompetitif. Semua objektif dari tim kepelatihan. Hasil dari TC dan Trial kemarin. Saya tidak bisa melakukan intervensi apapun,” jelasnya.

Rekrutan Baru untuk Memperkuat Tim

Selain pemangkasan pemain lokal, Sriwijaya FC juga melakukan rekrutan baru untuk memperkuat skuat mereka. Salah satu pemain anyar yang resmi didaftarkan adalah Zac Tyson, gelandang bertahan asal Inggris yang sebelumnya memperkuat Persiraja Banda Aceh. Keputusan ini diambil setelah melalui evaluasi dan latihan bersama tim.

“Kalau dari pelatih sih sudah ok ya, manajemen pun ok. Tyson sudah ok. Kemarin sudah melihat Tyson latihan,” ujar Eko Saputro.

Zac Tyson, yang lahir pada 9 September 1999 di Manchester, memiliki tinggi badan 183 cm. Ia juga memiliki pengalaman bermain di berbagai liga internasional, termasuk Liga 2 Bahrain, Liga Australia, Swedia, dan Polandia. Sebelum bergabung dengan Sriwijaya FC, ia bermain di Qalali Club.

Selain Zac Tyson, Sriwijaya FC juga resmi mendaftarkan eks kapten PSMS Medan, Joko Susilo, sebagai amunisi anyar di lini pertahanan. Eko Saputro menyatakan optimis bahwa kehadiran Joko Susilo akan memperkuat lini pertahanan Elang Andalas.

“Joko Susilo sudah resmi. Joko sudah didaftarkan sebagai pemain Sriwijaya FC, tinggal nunggu pengesahan,” ungkap Eko Saputro.

Joko Susilo, yang lahir pada 10 Januari 1996 di Pasuruan, Jawa Timur, pernah memperkuat beberapa klub ternama seperti PSMS Medan, Arema FC, dan Persis Solo. Ia juga sempat menjadi anggota TNI aktif sebelum memutuskan fokus pada karier sepak bola.

Latar Belakang Karier Joko Susilo

Karier sepak bola Joko Susilo dimulai dari SSB di kampung halamannya. Setelah itu, ia terus berkembang dan bergabung dengan klub-klub seperti Jember United, Persekap, dan PS TNI U-21. Pada 2014, ia menghadapi dilema antara melanjutkan karier sepak bola atau mengikuti seleksi TNI. Akhirnya, Joko memilih menjadi prajurit TNI dan menjalani pendidikan di Infanteri.

Empat bulan menjalani pendidikan, Joko terpilih menjadi siswa terbaik untuk bidang Kopassus, dengan meraih tiga kali terbaik. Kopassus merupakan bagian dari Komando Utama tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat, memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror.

Setelah lulus dari pendidikan TNI, Joko kembali fokus pada sepak bola dan bergabung dengan PSMS Medan. Ia diberikan ban kapten dan menjadi pemimpin tim saat Ayam Kinantan bertanding.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *