Insiden penganiayaan terhadap pengemudi ojek online Hasan (26) di Kembangan, Jakarta Barat, akhirnya diselesaikan melalui jalur mediasi. Peristiwa yang sempat viral di media sosial itu dipicu oleh kesalahpahaman terkait alamat pengantaran serta kondisi emosional pelaku.
Mediasi berlangsung di kantor kepolisian pada Senin (9/2) malam. Hasan menyatakan persoalan telah selesai secara kekeluargaan dan dirinya telah mencabut laporan.
“Sudah clear, damai di tempat,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, pelaku yang diketahui merupakan oknum anggota TNI mengakui telah melakukan pemukulan menggunakan benda tumpul. Ia juga menyampaikan permintaan maaf dan memberikan kompensasi kepada korban.
Insiden bermula saat Hasan mengantar seorang penumpang bernama Nur. Penumpang tersebut ternyata adalah tukang pijat langganan istri pelaku yang sedang dalam kondisi sakit dan membutuhkan layanan pijat.
Namun, titik lokasi dalam aplikasi disebut tidak sesuai dengan alamat sebenarnya. Hal ini menyebabkan keterlambatan kedatangan penumpang dan memicu kemarahan pelaku.
“Bapaknya pulang kerja capek juga, makanya bapaknya emosi karena istrinya sedang sakit tapi tukang pijitnya enggak datang-datang karena salah alamat,” kata Hasan.
Situasi tersebut berujung pada tindakan kekerasan yang sempat menimbulkan luka pada diri Hasan. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut sebelum akhirnya sepakat berdamai.
Hasan mengaku awalnya sempat kecewa karena merasa respons terhadap laporannya lambat. Namun, setelah kasus ini viral dan mendapat perhatian luas, proses mediasi dapat segera dilakukan.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan media yang membantu mengangkat peristiwa tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan aparat negara. Meski telah berakhir damai, peristiwa tersebut memunculkan diskusi mengenai pentingnya profesionalisme dan pengendalian diri, terutama bagi aparat yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat.
Hasan berharap peristiwa yang dialaminya menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak mudah terpancing emosi dalam situasi sulit.











