Perubahan Signifikan dalam BWF World Tour untuk Masa Depan Bulu Tangkis
Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah mengumumkan sejumlah perubahan besar dalam sistem turnamen bulu tangkis dunia. Dalam rangka memperkuat posisi olahraga ini sebagai salah satu cabang olahraga terpopuler, BWF menghadirkan kalender World Tour yang akan menjadi sirkuit elite selama siklus empat tahun ke depan.
World Tour adalah pengganti dari BWF Superseries yang sebelumnya menjadi kelas utama turnamen bulu tangkis. Kini, BWF World Tour menyongsong era baru yang dimulai pada tahun depan dengan berbagai peningkatan di berbagai aspek seperti hadiah uang, piramida kompetisi, dan format pertandingan.
Peningkatan Hadiah Uang dan Jumlah Turnamen
Dari segi hadiah uang, BWF menaikkan nilai hadiah di setiap level turnamen. Level Super 1000, yang merupakan level tertinggi, mengalami kenaikan signifikan dari 1,45 juta dolar AS menjadi 2 juta dolar AS. Sebagai contoh, China Open akan menjadi ajang pertama yang memberikan hadiah sebesar 2 juta dolar AS, yang kemudian akan menjadi standar baru bagi semua turnamen Super 1000.
Jumlah turnamen juga meningkat. Semula hanya 3 turnamen pada periode 2018-2022, lalu 4 turnamen pada 2023-2026, kini World Tour Super 1000 akan memiliki 5 turnamen dalam setahun. Salah satunya adalah Denmark Open yang naik kelas dari level Super 750 setelah delapan musim di sana. Selain itu, All England Open tetap bertahan di level Super 1000, sedangkan Indonesia Open tetap menjadi turnamen paling bergengsi.
Perubahan Format Pertandingan
Di level Super 1000, peserta di sektor tunggal putra dan putri akan meningkat dari 32 menjadi 48 pemain. Persaingan akan dimulai dengan babak penyisihan grup, lalu melanjutkan ke fase gugur hingga final. Sementara sektor ganda tetap menggunakan format sistem gugur dengan 32 pasangan seperti sebelumnya.
Turnamen di level Super 1000 akan berlangsung lebih lama, dari 5 hari menjadi 11 hari dalam dua pekan. Semua pertandingan akan disiarkan secara lengkap, dengan total 1.095 pertandingan di setiap event.
Penambahan Peserta di Turnamen Beregu
Selain itu, BWF juga akan memperluas jumlah peserta di turnamen beregu mayor seperti Sudirman Cup, Thomas Cup, dan Uber Cup. Jumlah tim akan meningkat dari 16 menjadi 24 tim, dengan durasi turnamen mencapai 12 hari. Meski demikian, sistem poin yang digunakan akan diubah dari 3×21 poin menjadi 3×15 poin, serta waktu servis yang dikurangi menjadi 25 detik.
Tantangan bagi Atlet
Meski ada peningkatan dalam jumlah turnamen, atlet menghadapi tantangan karena jadwal yang padat. Para pemain top seperti Viktor Axelsen, Lee Zii Jia, dan Anthony Sinisuka Ginting menghadapi beban ekstra karena harus mengikuti semua ajang Super 1000 dan Super 750, dua ajang Super 500, serta World Tour Finals jika lolos.
Daftar Tujuan Turnamen BWF World Tour 2027-2030
Berikut daftar tuan rumah dan detail hadiah uang untuk masing-masing level:
-
World Tour Finals
Prize Money: $3.000.000
Menunggu Konfirmasi -
World Tour Super 1000
Prize Money: $2.000.000
Chengdu, China
Jakarta, Indonesia
Odense, Denmark
Kuala Lumpur, Malaysia
Birmingham, Inggris -
World Tour Super 750
Prize Money: $1.100.000
Shenzhen, China
New Delhi, India
Paris, Prancis
Tokyo, Jepang
Hong Kong, Hong Kong -
World Tour Super 500
Prize Money: $560.000
Sydney, Australia
Seoul, Korea Selatan
Muelheim an der Ruhr, Jerman
Kuala Lumpur, Malaysia
Vantaa, Finlandia
Singapura, Singapura
Jakarta, Indonesia
Bangkok, Thailand
Kumamoto, Jepang -
World Tour Super 300
Prize Money: $290.000
Kanada
Makau, Makau
Taipei, Taiwan
Basel, Swiss
Orleans, Prancis
Bangkok, Thailand
Saarbruecken, Jerman
Amerika Serikat -
World Tour Super 100
Prize Money: $140.000
China
Malaysia
Kaohsiung, Taiwan
S-Hertongenbosch, Belanda
Lucknow, India
Manila, Filipina
Indonesia
Ho Chi Minh, Vietnam











