Peristiwa Tragis di Chinatown, Singapura
Sheyna Lashira (6), seorang Warga Negara Indonesia (WNI), meninggal dunia setelah ditabrak mobil saat menyeberang jalan di kawasan Chinatown, Singapura. Kejadian ini terjadi pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 11.50 waktu setempat.
Kondisi Lokasi dan Peristiwa yang Terjadi
Peristiwa tragis ini berawal dari sebuah keluarga WNI yang sedang berwisata di sekitar Kuil Relik Gigi Buddha di Chinatown. Keluarga tersebut terdiri dari suami, istri, dan dua anak mereka. Saat itu, sang ayah berada di depan sambil mendorong kereta bayi yang membawa anaknya yang berusia dua tahun. Di belakangnya, sang ibu menyusul bersama anak perempuan mereka yang berusia 6 tahun.
Tiba-tiba, sebuah mobil yang dikemudikan oleh pelaku melintas dari arah pintu keluar area parkir menuju Jalan Banda. Lokasi kejadian merupakan jalan sempit dengan lebar hanya cukup untuk dua mobil yang melintas berdampingan. Seorang saksi mata bernama Lu (62) mengungkapkan bahwa kawasan tersebut dikenal padat lalu lintas, terutama karena menjadi tujuan wisata. Ia juga menilai kondisi jalan yang sempit sering diperparah oleh perilaku pengemudi yang melaju terlalu cepat.
“Jalan tempat kejadian itu terjadi sempit, dan beberapa orang mengemudi terlalu ugal-ugalan dan terlalu cepat, yang sangat berbahaya,” kata Lu. Ia menyarankan agar pihak berwenang mempertimbangkan untuk memperlebar persimpangan agar kendaraan memiliki lebih banyak ruang saat berbelok, serta mengajak para pengemudi untuk memarkir kendaraan di tempat parkir bertingkat terdekat untuk menghindari keramaian.
Reaksi Keluarga dan Pelaku
Dalam foto yang dirilis media Singapura, Ashar, ayah Sheyna, terlihat kalut memeluk tubuh putrinya. Ia mengenakan kaos hitam dan celana hitam. Ashar duduk di jalan lokasi putrinya ditabrak sambil memeluk tubuh tak berdaya Sheyna. Sementara sang istri masih tergeletak di jalanan. Warga di sekitar mendekat untuk membantu mereka.
Pelaku yang menabrak keluar dari mobil dan ikut panik melihat korban. Berdasarkan foto yang beredar, sejumlah polisi berseragam dinas tampak menangkap pelaku penabrakan. Ia dituduh telah mengemudi secara lalai yang menyebabkan kematian. Hingga kini, investigasi polisi masih berlangsung.
Setelah pengemudi wanita itu dibawa pergi oleh polisi, suaminya mengatakan kepada wartawan bahwa istrinya memiliki pengalaman mengemudi lebih dari 10 tahun dan telah mengemudi ke Chinatown hari itu untuk menjemput putra mereka yang berusia 6 tahun dari sekolah. Dia tidak pernah menyangka kecelakaan itu akan terjadi.
“Ketika saya menerima teleponnya, dia menangis sepanjang waktu. Dia juga sangat khawatir tentang kondisi korban.” Ia juga menjelaskan bahwa setelah kecelakaan itu, istrinya segera keluar dari mobil untuk memeriksa para korban dan memanggil ambulans. Putra mereka, yang berada di dalam mobil, ketakutan karena kecelakaan mendadak itu dan terus menangis. “Ia benar-benar merasa bersalah dan menyesal,” katanya.
Bantuan dari Kedubes RI
Kedutaan Besar Indonesia di Singapura mengatakan bahwa staf kedutaan pergi ke Rumah Sakit Umum Singapura pada malam kejadian untuk memberikan bantuan kepada keluarga almarhum. “Staf kedutaan telah bertemu dengan ayah gadis itu dan akan terus memberikan dukungan dan bantuan kepada keluarga almarhumah,” kata dalam sebuah keterangan.
Juru bicara tersebut mengatakan bahwa staf kedutaan juga berkomunikasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan bahwa semua prosedur administratif ditangani dengan benar, terutama pengaturan pemulangan jenazah almarhum. “Saat ini, anggota keluarga korban telah tiba di Singapura dari Indonesia, dan kerabat mereka di Singapura juga hadir untuk menemani mereka,” lanjutnya.
Informasi tambahan, pada Minggu (8/2/2026), keluarga telah membawa jenazahnya kembali ke Jakarta pada Minggu pagi (8 Februari) dengan penerbangan Singapore Airlines. Juru Bicara Kemenlu RI, Yvonne Mewengkang menambahkan, pelaku yang diduga warga negara asing juga sudah ditahan polisi.
“Pengemudi kendaraan yang menabrak korban saat ini sudah ditahan pihak berwajib Singapura,” katanya, dikutip dari kanal YouTube KompasTV.
Jenazah Dimakamkan
Dikutip dari Kompas.com, identitas korban tewas diketahui bernama Sheyna Lashira Smaradiani. Ia telah dimakamkan tidak lama setelah tiba di Tanah Air. Pihak keluarga mengatakan, Sheyna dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
“Untuk almarhumah; Sheyna Lashira Smaradiani, telah dimakamkan di TPU Tanah Kusir dan membutuhkan dua malam untuk proses pemulangannya ke Indonesia,” terang pihak keluarga. Sedangkan untuk ibunya sudah dalam kondisi membaik. Namun, masih dirawat di Singapura.











