Pernyataan Gabriel Silva Mengenai Selebrasi Gol yang Menimbulkan Kontroversi
Winger Arema FC, Gabriel Silva, akhirnya memberikan pernyataan resmi mengenai selebrasi gol yang ia lakukan setelah mencetak dua gol dalam pertandingan melawan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (8/2/2026). Dalam pertandingan tersebut, Arema FC menang 2-0 atas Persija, dan kemenangan itu menjadi bukti kekuatan Singo Edan.
Gabi, sapaan akrab dari Gabriel Silva, tampil sangat impresif dengan mencetak dua gol yang memastikan kemenangan bagi timnya. Namun, selebrasi gol kedua dari Gabi sempat menjadi sorotan dan memicu berbagai reaksi, termasuk dari bench pemain Persija Jakarta, terutama pelatih mereka, Mauricio Souza.
Menanggapi hal tersebut, Gabi membuat unggahan di akun pribadi Instagram @bielsilva10_ untuk menjelaskan maksud dari selebrasi tersebut. Ia menegaskan bahwa selebrasi itu sama sekali tidak dimaksudkan untuk tidak menghormati, memprovokasi, atau mengejek pendukung, pemain, maupun staf pelatih lawan. Menurutnya, gestur tersebut murni merupakan ekspresi kegembiraan yang spontan, yang terinspirasi dari selebrasi salah satu idolanya di dunia sepak bola, Neymar.
“Selebrasi itu adalah ungkapan kebahagiaan saya di malam yang luar biasa, atas dua gol yang saya cetak dan hasil yang diraih melawan lawan yang tangguh,” ujar Gabi, yang juga teman dekat bintang Real Madrid, Vinicius Junior.
Ia juga menekankan bahwa selebrasi tersebut dilakukan bersama rekan setim di bangku cadangan Arema FC, bukan di hadapan suporter atau pemain Persija. “Saya tegaskan bahwa gestur tersebut tidak ditujukan kepada siapa pun,” tegas pemain asal Brasil itu.
Lebih lanjut, Gabi menyatakan komitmennya untuk selalu menjunjung tinggi nilai sportivitas, baik di dalam maupun di luar lapangan, sebagai bentuk penghormatan terhadap profesi dan jersey Arema FC yang ia kenakan. “Jika ada pihak yang merasa tersinggung, saya menyampaikan rasa hormat saya, dan kembali menegaskan bahwa tidak ada niat negatif sama sekali,” ujarnya.
Di tengah perbincangan publik, Gabi memilih tetap fokus pada pekerjaannya bersama Arema FC dengan rendah hati dan dedikasi penuh. Dua golnya ke gawang Persija itu pun menjadi bukti kontribusi nyata dalam membawa Singo Edan meraih kemenangan penting di kandang lawan.
Profil Gabriel Silva
Sebelum bergabung dengan Arema FC, Gabriel Silva dikenal sebagai winger jebolan Flamengo yang berusia 28 tahun. Ia direkrut Arema FC dari Terengganu FA, klub dari Liga Malaysia, setelah manajemen bersama tim pelatih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa Singo Edan sepanjang putaran pertama.
Berdasarkan evaluasi, Arema FC membutuhkan tambahan tenaga di lini serang, khususnya untuk menambah variasi dan daya gedor dari sisi lapangan. Gabriel Silva diproyeksikan menjadi motor serangan baru Arema dari sisi lapangan.
Pemain yang akrab disapa Gabi itu diperkenalkan melalui Instagram klub Arema FC. Selama masa karier profesionalnya, Gabriel telah mencatatkan 34 gol, termasuk saat bermain di Kamboja bersama Svay Rieng, di mana ia menjadi pilar kunci yang mengantarkan klubnya meraih gelar juara back-to-back di Liga Premier Kamboja musim 2023-2024 dan 2024-2025.
Statistik Karier Gabriel Silva
- Svay Rieng: 66 pertandingan, 19 gol, 13 assist, 4 kartu kuning, 1 kartu merah, 4.984 menit bermain.
- Angkor Tiger FC: 19 pertandingan, 11 gol, 4 assist, 4 kartu kuning, 1.551 menit bermain.
- Terengganu FC: 14 pertandingan, 3 gol, 2 assist, 2 kartu kuning, 1.098 menit bermain.
- Veranopolis EC: 6 pertandingan, 1 gol, 308 menit bermain.
- Volta Redonda Futebol Clube (RJ): 4 pertandingan, 168 menit bermain.
- Tupi FC: 2 pertandingan, 1 kartu kuning, 59 menit bermain.
Jalannya Laga Persija vs Arema
Dalam pertandingan yang berlangsung di GBK, Arema FC tampil tanpa rasa gentar. Bahkan sebelum satu menit pertandingan berjalan, Dalberto sudah mengancam gawang Persija lewat sepakan keras yang memaksa Carlos Eduardo melakukan penyelamatan.
Keberanian Singo Edan tidak lepas dari perubahan formasi yang diterapkan pelatih Marcos Santos. Arema tampil lebih agresif, lebih berani menguasai bola, dan lebih percaya diri mengontrol tempo permainan. Gustavo Franca yang biasanya beroperasi di sisi sayap dikembalikan ke posisi gelandang serang, perannya sangat vital sebagai jembatan serangan.
Kombinasi ini membuat pertahanan Persija terus berada dalam tekanan. Gabi sendiri sempat mendapatkan peluang emas, namun sepakan kerasnya masih mampu ditepis oleh Carlos Eduardo yang tampil cukup sigap di awal laga.
Persija tidak tinggal diam. Memasuki pertengahan babak pertama, tim tuan rumah mulai keluar dari tekanan. Gustavo Almeida mendapatkan peluang pada menit ke-20, namun sepakannya masih mampu diblok oleh Adi Satryo yang tampil solid di bawah mistar Arema. Jual beli serangan pun terjadi hingga akhir babak pertama, tetapi tidak satu pun gol tercipta. Skor 0-0 menutup 45 menit pertama.
Memasuki babak kedua, Persija tampil lebih menekan. Marcos Santos merespons dengan menyesuaikan skema permainan agar timnya tetap seimbang antara bertahan dan menyerang. Beberapa kali lini pertahanan Arema dipaksa bekerja keras, terutama setelah Hansamu Yama harus ditarik keluar pada menit ke-52 akibat cedera. Situasi ini dimanfaatkan Persija untuk terus menggempur.
Namun, setiap ancaman selalu berujung pada tembok kokoh bernama Adi Satryo. Penjaga gawang Arema itu tampil gemilang dengan menggagalkan peluang demi peluang dari Gustavo Almeida dan rekan-rekannya. Bahkan ketika Persija sempat mencetak gol pada menit ke-77 melalui Gustavo Almeida, euforia tuan rumah seketika sirna. Setelah komunikasi dengan VAR, wasit menganulir gol tersebut dan skor kembali imbang tanpa gol.
Ketika laga seakan akan berakhir tanpa pemenang, petaka justru datang bagi Persija. Pada menit ke-82, Gabriel Silva melakukan solo run dari tengah lapangan. Dengan kecepatan dan kelincahan khas Brasil, ia melewati dua pemain Persija lewat “tarian samba”-nya sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung Carlos Eduardo. Stadion GBK yang semula bergemuruh mendadak terdiam. Arema unggul 1-0.
Tertinggal satu gol membuat Persija semakin nekat menyerang. Lini pertahanan Arema terus ditekan, tetapi justru membuka ruang di belakang. Di masa injury time menit ke-90+8, Arema kembali menghukum tuan rumah. Berawal dari sundulan Dalberto, bola mengarah ke Gabriel Silva yang berlari dari lini kedua. Dalam situasi satu lawan satu, Gabi kembali menunjukkan ketenangannya. Ia mengecoh Carlos Eduardo sebelum menceploskan bola ke gawang kosong. Skor berubah menjadi 2-0 dan memastikan malam sempurna bagi Singo Edan.
Peluit akhir wasit Thoriq Alkatiri menutup pertandingan dengan kemenangan telak Arema FC. Hasil ini mengangkat Singo Edan naik dua peringkat ke posisi sembilan klasemen, menggeser Bhayangkara Presisi FC.
Sementara bagi Persija Jakarta, kekalahan ini semakin memperlebar jarak mereka dengan para pesaing di papan atas, termasuk Borneo FC dan Persib Bandung, dalam perburuan gelar musim ini.











