"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Jika Ingin Melihat Dunia, Bergabunglah dengan TNI Angkatan Laut

Sosialisasi Rekrutmen TNI AL di Cirebon Raya

Kodaeral III menggelar kampanye werving di SMKN 1 Mundu, Cirebon, untuk memberikan pemahaman kepada siswa kelas XII tentang alur pendaftaran, persyaratan, dan peluang karier sebagai prajurit TNI Angkatan Laut. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 100 SMA/SMK sederajat se-Cirebon Raya.

Para siswa kelas XII tampak antusias menyimak penjelasan seputar persyaratan, tahapan seleksi, hingga peluang karier sebagai Bintara dan Tamtama. Asisten Personalia (Aspers) Kodaeral III, Kolonel Laut (S) Abu Ali, S.E., M.Tr.Opsla menjelaskan bahwa tujuan kedatangan timnya ke Cirebon adalah untuk mencari bibit-bibit dari anak SMA yang mungkin sudah mau lulus.

Menurutnya, masih banyak siswa yang berminat menjadi prajurit, namun belum memahami alur pendaftaran. “Mereka mungkin ingin bergabung dengan TNI AL tapi tidak tahu cara mendaftarnya seperti apa, rekrutmennya bagaimana, dan apa saja yang harus disiapkan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan tegas bagi generasi muda yang masih ragu. “Bagi generasi muda yang masih ragu, jangan ragu! Karena di Angkatan Laut itu, kalau ingin melihat dunia, bergabunglah dengan Angkatan Laut. Slogan kita ‘Join the Navy to see the world’. Tidak usah kurang percaya diri untuk mendaftar TNI,” jelas dia.

Kolonel Laut (S) Abu Ali juga menilai potensi anak pesisir Cirebon sangat besar. “Anak-anak Cirebon ini tinggal di pesisir pantai, jadi sangat cocok dengan dunia kemaritiman. Mereka bisa bergabung untuk menumbuhkan nilai-nilai perjuangan,” katanya.

Ribuan Formasi Dibuka, Gratis Tanpa Biaya

Pabanren Spers Kodaeral III Letkol Laut (KH) Asep Mulyadi, S.Pd., M.Tr.Opsla menjelaskan bahwa kebutuhan personel 2026 cukup besar. “Untuk mendukung tugas pokok TNI AL dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas sesuai kebutuhan organisasi,” ujarnya.

Ia merinci, formasi Bintara dibuka sebanyak 2.450 pria dan 150 wanita (total 2.600 orang), sedangkan Tamtama sebanyak 3.900 pria. Penerimaan dibagi menjadi tiga gelombang sepanjang 2026.

“Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi, kemudian wajib validasi di Mako Lanal terdekat sesuai domisili,” jelasnya. Letkol Laut (KH) Asep menegaskan, seluruh proses seleksi tidak dipungut biaya.

“Selama proses penerimaan berlangsung, calon tidak dipungut biaya apa pun. Jika ada yang meminta transfer uang, itu dipastikan penipuan,” tegasnya. Tahapan seleksi meliputi pemeriksaan kesehatan, psikologi, kesamaptaan jasmani, akademik, mental idiologi hingga administrasi.

“Seleksi dilakukan secara objektif guna menjaring calon terbaik yang layak menjadi prajurit TNI AL,” katanya.

Sekolah Bangga, 20 Persen Lulusan Masuk TNI

Kepala SMKN 1 Mundu, Sri Handayani atau Ibu Yani, mengaku bangga sekolahnya menjadi lokasi sosialisasi. “Alhamdulillah ini untuk memacu anak-anak, memberikan motivasi agar menjadi pemuda yang tangguh. Biasanya kita yang mencari informasi, sekarang justru dari TNI AL yang datang membuka peluang,” ujarnya.

Ia menyebut sekitar 20 persen lulusan SMKN 1 Mundu terserap ke TNI, baik Angkatan Laut maupun Angkatan Darat. “Sedangkan sekitar 68 persen sisanya banyak yang bekerja di Jepang,” ungkapnya.

Menurutnya, sekolah telah melakukan pemetaan minat siswa sejak kelas XI. “Sudah dipetakan mana yang mau ke perguruan tinggi, mana yang mau ke TNI/Polri, mana yang mau kerja ke luar negeri. Di kelas 12 pembinaan semakin kami pertajam,” katanya.

Hati Siswa Terketuk

Salah satu peserta dari SMK Ulil Albab, Felipe Fabiano Torres, mengaku semakin mantap setelah mengikuti sosialisasi. “Tadi dijelaskan tes kesehatan, tes fisik, sama surat-surat yang harus disiapkan dari sekarang. Jadi punya bekal untuk ke depannya,” ujarnya.

Ia berencana mendaftar jalur Bintara. “Kalau bisa, saya ingin masuk ke Bintara. Kata saudara saya, di situ seru, bisa bertanggung jawab dan disiplin. Ke luar negeri juga bisa,” katanya.

Meski begitu, ia masih harus meminta restu orang tua. “Iya ada minat, tapi izin dulu sama orang tua. Kalau sudah diizinkan, saya bisa daftar tahun depan,” ucapnya.

Peserta lainnya, Desiawan Wahyudi dari SMKN Jamblang, juga merasakan hal serupa. “Tadi ikut sosialisasi ini makin semangat untuk daftar, karena saya ingin jadi TNI,” katanya.

Namun ia mengaku masih menghadapi tantangan dari keluarga. “Saya sedih, karena orang tua kurang mendukung, maunya saya lanjut kuliah. Tapi saya akan terus meyakinkan orang tua dari ilmu dan materi sosialisasi ini,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *