Peristiwa Tragis: Ibu Tidak Sengaja Membunuh Anaknya di Subang
Sebuah peristiwa tragis terjadi di wilayah Subang, Jawa Barat, yang menyebabkan kematian seorang anak berusia 6 tahun. Peristiwa ini menimpa korban bernama MA (6), yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamar kontrakan tempat tinggal keluarga.
Kronologi Kejadian
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di sebuah kontrakan Jalan Pelabuhan Kelurahan Sukamelang, Kecamatan/Kabupaten Subang. Menurut keterangan dari Kapolsek Subang, Kompol Endang Suganda, kejadian ini terungkap setelah ibu korban, K (29), datang ke Mapolsek Subang untuk melaporkan kejadian tersebut.
“Ibu korban datang ke Polsek melaporkan bahwa dirinya tak sengaja diduga telah menghilangkan nyawa anaknya di sebuah kontrakan,” ujar Kapolsek Subang kepada awak media.
Setelah menerima laporan, pihak kepolisian bersama ibu korban langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Korban ditemukan dalam posisi memeluk bantal guling di atas kasur dengan wajah, kaki, dan tangan sudah pucat.
Polisi segera memasang garis polisi dan melakukan olah TKP. Pemeriksaan oleh pihak medis juga dilakukan. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.
Alasan Terjadi
Menurut keterangan ibu korban, ia tidak bermaksud membunuh anaknya. Ia hanya ingin meredam suara tangisan korban yang sedang rewel dan ngamuk agar tidak terdengar oleh tetangga.
“Ibu korban saat itu mencoba menenangkan korban, yang saat itu sedang rewel, ngamuk nangis, agar suara tangisan korban tidak terdengar ke tetangga kontrakan takut mengganggu, korban dibekap dengan bantal,” tutur Endang.
Sayangnya, tindakan tersebut menyebabkan korban kehabisan napas hingga meninggal dunia. Saat ini, ibu korban sedang menjalani pemeriksaan oleh Unit PPA Satreskrim Polres Subang.
Kasus Lain yang Mirip
Selain kasus di Subang, ada juga kejadian serupa di Banyuwangi. Seorang anak berinisial MAT (11) tewas di tangan ayah tirinya, Sp (33), setelah sang ayah tiri terlibat cekcok dengan ibu kandungnya.
Korban diduga tewas akibat dicekik. Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra menjelaskan, pelaku meninggal dengan bekas luka di leher. “Dari keterangan tersangka, korban ini dicekik,” kata Rama.
Namun, keterangan tersangka hanya satu dari petunjuk penyebab pasti kematian korban. Polisi akan memastikan penyebab korban kehilangan nyawa dengan menggelar proses otopsi terhadap jenazah korban. Otopsi akan dilakukan di RSUD Blambangan oleh dokter forensik RS Bhayangkara Bondowoso.
Penyebab Pembunuhan
Diberitakan sebelumnya, seorang ayah di Kabupaten Banyuwangi membunuh ayah tirinya, Sabtu (28/6/2025) malam. Penyebabnya, tersangka dan istrinya yang juga ibu kandung korban cekcok.
Kasus tersebut terjadi di Desa Gombolirang, Kecamatan Kabat. Tersangka adalah Sp (33) asal Desa Kabaman, Kecamatan Srono. Sementara korban adalah MAT (11), beralamat di Desa Gombolirang.
Kapolresta menjelaskan, tersangka dan istrinya NIZ (32) memiliki masalah rumah tangga sejak sekitar 10 hari terakhir. Sang istri yang sebelumnya tinggal bersama tersangkapun akhirnya pulang ke rumah keluarganya di Gombolirang. Di sana ia tinggal bersama kedua anak hasil pernikahan dengan suami sebelumnya.
Sebelum pembunuhan terjadi, tersangka sempat datang ke rumah tersebut untuk membujuk sang istri agar mau pulang dan kembali tinggal bersama. Namun, permintaan itu ditolak oleh istri.
“Di sana mereka terlibat cekcok,” kata Rama, Minggu (29/6/2025).
Setelah peristiwa itu, sang istri pergi keluar dengan satu anaknya yang lain. Sementara anak yang menjadi korban berada di rumah. Ia disebut sedang bermain.
“Di saat itu terjadi peristiwa pembunuhan. Pelaku masuk ke rumah korban. Dari olah tempat kejadian perkara sementara, pelaku masuk dan mematikan lampu menerangan,” sambung Rama.
Ketika tiba, sang ibu kaget melihat rumah dalam kondisi gelap. Ia pun masuk dan memergoki tersangka. Tersangka kabur melalui pintu belakang meninggalkan lokasi.
Saat itu juga, sang ibu bergegas mencari keberadaan anaknya. Ia menemukan sang anak sudah dalam keadaan tak bernyawa di kamar mandi. Dugaannya, korban tewas akibat dianiaya.
“Tersangka saat kabur sempat dipergoki oleh saksi. Di sana sempat terjadi tarik menarik tas hingga pelaku kabur meninggalkan lokasi,” tutur Rama.
Setelah mendapat informasi kasus pembunuhan itu, aparat dari Satreskrim Polresta Banyuwangi dan Polsek Kabat datang ke tempat kejadian untuk menyelidiki. Polisi juga melacak keberadaan tersangka.
“Alhamdulillah, dalam tiga jam setelah kejadian, tersangka berhasil kami amankan di daerah Kecamatan Singojuruh,” kata dia.
Menurutnya, jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara tersangka juga telah ditangkap untuk diinterogasi di Mapolresta Banyuwangi.











