Kesalahan Wasit yang Membuat Persib Bandung Kehilangan Peluang
Pertandingan antara Persib Bandung melawan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu (18/2/2026) berjalan dengan beberapa keputusan wasit yang menimbulkan kontroversi. Meskipun Persib Bandung berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 1-0, banyak pihak merasa bahwa keputusan-keputusan wasit Majed Al-Shamrani tidak adil dan merugikan tim tuan rumah.
Berikut adalah tujuh dosa besar yang dilakukan oleh wasit dalam laga tersebut:
-
Tendangan penjuru peluang Persib Bandung di babak pertama tak diberi kesempatan
Persib Bandung memiliki beberapa peluang dari tendangan penjuru, namun wasit tidak memberikan kesempatan untuk mengambil tendangan tersebut. Hal ini membuat tim tuan rumah kehilangan peluang emas untuk mencetak gol. -
Kartu merah langsung Uilliam Barros tanpa cek VAR
Pemain Persib Bandung, Uilliam Barros, mendapatkan kartu merah langsung karena dianggap melakukan pelanggaran. Namun, pelanggaran tersebut jauh dari area pertahanan dan tidak memengaruhi permainan. Keputusan ini dibuat tanpa adanya pemeriksaan VAR, yang seharusnya bisa membantu wasit mengecek ulang situasi. -
Asisten wasit eror sering ambil keputusan offside padahal ada VAR
Beberapa kali, asisten wasit membuat keputusan offside yang salah, meskipun sistem VAR sudah tersedia. Hal ini menyebabkan keputusan yang tidak adil terhadap pemain Persib Bandung. -
Kaki pemain Ratchaburi FC terlalu tinggi hanya kartu kuning (Tanpa VAR)
Pemain Ratchaburi FC melakukan pelanggaran dengan kaki yang terlalu tinggi, tetapi hanya diberi kartu kuning. Tanpa adanya pemeriksaan VAR, keputusan ini tidak cukup untuk menghukum pelaku. -
Adam Alis dapat kesempatan tapi wasit terlalu cepat meniup peluit padahal berdiri bebas
Adam Alis memiliki kesempatan untuk mencetak gol, namun wasit terlalu cepat meniup peluit, meskipun pemain tersebut berada dalam posisi bebas. Hal ini membuat Persib kehilangan peluang emas. -
Duel udara Matricardi dan Gleyson, adu kepala namun ada indikasi pelanggaran strtiker Ratchaburi FC akan tetapi tak ada VAR
Dalam duel udara antara Matricardi dan Gleyson, terlihat ada indikasi pelanggaran dari pemain Ratchaburi FC. Namun, keputusan tidak diambil karena tidak ada pemeriksaan VAR. -
Kontak agresif ke Beckham Putra namun tak ditinjau VAR di depan kotak penalti
Beckham Putra mendapat kontak agresif dari lawan, tetapi keputusan tidak diambil karena tidak ada pemeriksaan VAR. Hal ini menyebabkan kehilangan peluang bagi Persib Bandung.
Jalannya Pertandingan
Di babak pertama, Persib Bandung langsung memberikan tekanan berat kepada Ratchaburi FC. Pemain-pemain seperti Thom Haye dan Patricio Matricardi memberikan ancaman nyata. Di menit ke-40, Andrew Jung berhasil mencetak gol tunggal yang disahkan oleh VAR setelah sempat dinyatakan offside.
Namun, di menit ke-53, Uilliam Barros mendapatkan kartu merah langsung tanpa adanya pemeriksaan VAR. Keputusan ini mengubah arah permainan dan membuat Persib kehilangan peluang untuk membalikkan agregat.
Di babak kedua, Bojan Hodak melakukan beberapa pergantian pemain, termasuk memasukkan Beckham Putra dan Layvin Kurzawa. Meski terus memberikan ancaman, Persib tidak mampu mencetak gol tambahan. Akhirnya, Persib menang dengan skor 1-0 di leg kedua, tetapi gagal membalikkan agregat 1-3.
Susunan Pemain
Persib Bandung menurunkan Teja Paku Alam sebagai penjaga gawang, didampingi oleh Federico Barba, Patricio Matricardi, Frans Putros, dan Alfeandra Dewangga. Di lini tengah, Eliano Reijnders, Thom Haye, dan Adam Alis menjadi tulang punggung. Sementara di lini depan, Berguinho, Barros, dan Andrew Jung menjadi andalan.
Sementara itu, Ratchaburi FC mengandalkan tiga pemain asing di lini depan, yaitu Negueba, Denilson Junior, dan Gleyson. Penjaga gawang mereka, Kampol Pathomakkakul, juga berperan penting dalam menjaga gawang.











