Kondisi Bruno Paraiba yang Membuat Suporter Persebaya Surabaya Khawatir
Bonek, suporter setia Persebaya Surabaya, kini mulai mempertanyakan kondisi pemain anyar mereka, Bruno Paraiba. Desakan untuk segera memainkan gelandang asal Brasil itu muncul menjelang pertandingan melawan Persijap Jepara di pekan ke-22 Super League 2025/2026. Situasi ini terjadi karena tim sedang menghadapi krisis pemain yang membuat posisi mereka di papan klasemen menjadi tidak stabil.
Bruno Paraiba mencatat debutnya dalam laga Persebaya Surabaya melawan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-18, 25 Januari 2026. Ia masuk sebagai pemain pengganti dan langsung mencetak satu gol hanya dalam waktu 19 menit. Laga tersebut sempat memberikan optimisme tinggi kepada Bonek, yang berharap ia bisa menjadi pembeda di lini tengah dan depan.
Namun, setelah laga tersebut, Bruno Paraiba tidak lagi terlihat dalam daftar pemain. Ia absen dalam empat pertandingan sejak bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 10 Januari 2026. Pada pekan ke-17 melawan Malut United, ia tidak masuk dalam skuad. Situasi serupa juga terjadi saat Persebaya menjamu Dewa United di pekan ke-19 dan Bhayangkara FC pada pekan ke-21.
Pada pekan ke-20, saat bertandang ke markas Bali United, Bruno Paraiba absen dengan alasan masalah kebugaran. Hal ini memicu spekulasi dan tanda tanya dari para pendukung Green Force. Apalagi dalam periode tersebut, performa Persebaya Surabaya tidak sepenuhnya stabil. Hasil imbang dan kekalahan membuat posisi tim harus bekerja keras untuk menjaga konsistensi di papan klasemen.
Di tengah situasi ini, Bonek mulai bersuara lantang melalui media sosial. Mereka meminta kejelasan soal kondisi pemain, termasuk Bruno Paraiba yang belum kembali merumput. Beberapa komentar seperti:
- “Fokus laga selanjutnya, Dan Tolong buat Tim official ataupun Pelatih, Kalau Ada pemain Yang Cedera Diinfokan Ke media Cedera karena apa biar jelas Pemainnya Gimana, Contoh Tim official yang laen kalau pemainnya cedera pasti diinfokan!”
- “Apakah Bruno Paraiba ready next game?”
- “Paraiba kau kemana dan dimana @officialpersebaya.”
Desakan semakin kuat ketika jadwal menghadapi Persijap Jepara kian dekat. Banyak suporter menyuarakan agar Bruno Paraiba dimainkan dalam laga tersebut. Bahkan, beberapa komentar menyertakan nama pelatih Bernardo Tavares dalam permintaan mereka.
Situasi ini menempatkan Bernardo Tavares dalam sorotan. Pelatih asal Portugal tersebut sebelumnya sudah menyinggung kondisi tim yang belum sepenuhnya ideal. Ia menyatakan bahwa beberapa pemain sedang sakit atau cedera, namun akan berusaha melakukan yang terbaik.
Bruno Paraiba sendiri memiliki profil yang menjanjikan. Lahir di João Pessoa, Brasil, 20 Juli 1994, ia kini berusia 31 tahun dengan tinggi badan 1,89 meter. Ia berposisi sebagai gelandang tengah, namun juga bisa bermain sebagai depan-tengah. Nilai pasarnya saat ini mencapai 3,04 miliar rupiah, angka yang menunjukkan ekspektasi besar terhadap kontribusinya.
Sejauh ini, statistiknya bersama Persebaya Surabaya memang masih sangat minim. Ia baru mencatat satu pertandingan, satu gol, dan total 19 menit bermain. Justru karena kontribusi instan itulah Bonek berharap ia kembali diberi kesempatan. Dalam situasi tim yang tidak 100 persen, kehadiran pemain dengan naluri gol bisa menjadi solusi.
Persebaya Surabaya membutuhkan energi baru saat menghadapi Persijap Jepara. Laga tersebut bukan sekadar soal tiga poin, melainkan juga menjaga kepercayaan diri tim di tengah tekanan. Krisis kebugaran dan cedera membuat rotasi pemain menjadi tantangan tersendiri. Jika Bruno Paraiba sudah pulih 100 persen, memainkan dirinya bisa menjadi opsi realistis.
Kini keputusan sepenuhnya berada di tangan Bernardo Tavares dan tim pelatih. Bonek hanya bisa menunggu dengan harap-harap cemas sambil terus menyuarakan dukungan sekaligus tuntutan mereka. Pertandingan melawan Persijap Jepara akan menjadi pembuktian arah kebijakan tim. Apakah Bruno Paraiba kembali muncul sebagai senjata rahasia, atau kembali absen dan menambah panjang tanda tanya di benak Bonek.











