"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Pelaku Bacok Tiga Orang Saat Masuk Rumah di Banyumanik

Kejadian Mencekam di Rumah Warga Semarang

Suasana mencekam menghiasi sebuah rumah di Jalan Gaharu Raya, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, pada Selasa (17/2) malam. Dalam kejadian ini, tiga orang menjadi korban penganiayaan yang diduga dipicu oleh masalah pribadi antara pelaku dan para korban.

Peristiwa Awal dan Tindakan Pelaku

Pada saat kejadian, seorang pria bernama Sukirno (41), yang diketahui sebagai penjual di toko buah di sekitar lokasi, mendatangi rumah korban sambil membawa senjata tajam. Ia langsung memasuki rumah dan menyerang orang-orang yang berada di dalamnya. Di lokasi kejadian, terlihat darah berceceran di sekitar teras dan ruang tamu rumah. Warga sekitar juga ramai berkumpul ingin mengetahui lebih lanjut tentang peristiwa tersebut.

Penanganan Medis dan Pengamanan

Satu korban segera dibawa ke RS Banyumanik, sedangkan dua korban lainnya sempat mendapatkan penanganan medis di dalam ambulans yang parkir tepat di depan rumah. Namun, tak lama kemudian kedua korban juga dibawa ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut. Pelaku telah diamankan oleh aparat kepolisian dan dibawa ke Mapolsek Banyumanik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pengakuan Pemilik Rumah

Pemilik rumah yang menjadi sasaran pembacokan, Tri Wulandari (46), mengatakan bahwa sebelum kejadian, ia sempat bertemu dengan pelaku di toko buah di sekitar lokasi. Menurut dia, saat itu pelaku terlihat emosi setelah mendapat provokasi dari seseorang terkait dugaan pencurian uang.

“Waktu itu saya di toko buah, ketemu pelaku. Seperti ada yang memprovokasi, bilang ‘maling ya maling, dipenjarakan saja, enggak usah damai’,” katanya.

Latar Belakang Masalah

Menurut Tri, uang yang dipersoalkan itu diduga digunakan oleh tiga orang yang tinggal bersamanya. Ketiga orang tersebut merupakan teman kerja yang dianggap sebagai saudara oleh Tri. Persoalan ini sebenarnya sudah dimediasi, dengan rencana penggantian uang secara kekeluargaan.

“Uangnya sekitar Rp 1,3 juta, rencananya diganti bertiga, karena yang memakai juga tiga orang,” ujarnya.

Namun, meskipun kesepakatan itu sudah dibuat, pelaku tetap datang ke rumah dalam kondisi emosi dan membawa senjata tajam hingga berujung pada aksi pembacokan.

Detik-Detik Kejadian

Tri menggambarkan detik-detik menegangkan saat pelaku datang membawa parang atau golok. Menurutnya, pelaku sempat menggoyang-goyangkan pagar sebelum masuk ke rumah dan langsung membacok tiga orang. Saat kejadian, di dalam rumah terdapat tujuh orang, dan pelaku bahkan sempat mengancam akan membacok semuanya.

“Ia juga diancam dan hampir kena, lalu langsung tarik selamatkan anak saya. Saya sempat pingsan di teras sampai anak saya bangunin saya,” tuturnya.

Penyelidikan Polisi

Sementara itu, pihak kepolisian masih mendalami adanya informasi dugaan motif pembacokan tersebut berkait dengan pencurian uang. Kapolsek Banyumanik, Hengky Prasetyo, mengatakan bahwa keterangan warga berkait dengan dugaan motif pencurian uang masih perlu diverifikasi. “Katanya (motif pembacokan-Red), tapi belum ada bukti,” katanya.

Saat ini, fokus kepolisian masih pada pendalaman perkara dan pemberkasan kasus. Berdasarkan data resmi kepolisian, pelaku telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara penganiayaan. Peristiwa ini tercatat dalam laporan Polsek Banyumanik jajaran Polrestabes Semarang. Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa satu bilah parang sepanjang sekitar 45 sentimeter yang diduga digunakan saat penyerangan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *