"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

LPSK Yogyakarta Tangani Laporan Teror pada Ketua BEM UGM

LPSK Yogyakarta Memantau Kasus Teror terhadap Ketua BEM UGM

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Yogyakarta menerima laporan mengenai dugaan teror yang dialami oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto. Laporan ini datang setelah pihak LPSK dihubungi oleh seorang dosen UGM pada 16 Februari 2026.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan LPSK Yogyakarta, Novita Prima Dewi, pihaknya telah melakukan tindakan proaktif dengan menggali informasi dari pihak dosen dan Tiyo sendiri. Namun, hingga saat ini, proses hukum belum berjalan, sehingga LPSK hanya dapat melakukan pemantauan sementara.

“Sejauh ini karena proses hukumnya masih belum ada, kami belum bisa masuk ke ranah pelaksanaan pelindung. Jadi masih bersifat pemantauan,” ujar Novita saat dihubungi pada 19 Februari 2026.

Pemantauan ini dilakukan untuk melihat sejauh mana ancaman yang diterima Tiyo berkembang. Selain berkomunikasi dengan Tiyo, pihak LPSK juga menjalin komunikasi dengan beberapa pihak terkait. Pihaknya pun mendorong Tiyo untuk melaporkan teror yang diterimanya ke polisi jika eskalasi ancaman meningkat.

“Kami juga sudah menyampaikan, ketika eskalasi ancamannya meningkat, nah itu kami sarankan berproses hukum. Namun kemarin informasinya sedang mendiskusikan terkait proses hukum tersebut,” tambahnya.

Novita menjelaskan bahwa fungsi LPSK hanya bisa berjalan ketika proses hukum berjalan. Ada batasan layanan ketika tidak ada proses hukum. Jika proses hukum berjalan, maka fungsi pelindung juga dapat lebih optimal.

“Jadi kami ada batasan mengenai pelaksanaan layanan, karena LPSK itu harus memberikan layanan dalam kerangka proses hukum,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa jika ada hal-hal tertentu yang dinilai eskalasinya cukup tinggi, LPSK akan melakukan tindakan nonreguler untuk pelaksanaan pelindungan. Meskipun demikian, pihaknya tetap mendorong agar proses hukum dapat segera dijalani.

Selain Tiyo, LPSK Yogyakarta juga menerima informasi beberapa mahasiswa UGM lain yang mendapat ancaman. Namun, hingga saat ini, fokus utama LPSK adalah pada pengawasan terhadap Tiyo Ardianto.

“Jadi kita fokus ke saudara Tiyo saja. Karena kemarin itu informasinya juga proses hukum belum ada. Walaupun ada informasi bahwa beberapa mahasiswa lain juga ada ancaman, tapi karena proses hukum belum ada, kami belum bisa masuk ke ranah pelaksanaan pelindungan,” imbuhnya.

Teror yang Dialami Tiyo Ardianto

Teror terhadap Tiyo muncul setelah ia mengirimkan surat terbuka kepada Nations Children’s Fund (UNICEF) pada 6 Februari 2026 lalu. Tidak hanya Tiyo, ibunya juga menjadi korban teror. Orang tidak dikenal itu disebut telah mengirimkan pesan lewat WhatsApp (WA) pada 14 Februari 2026.

Inti dari pesan tersebut menyebutkan bahwa Tiyo dituduh hobi menggelapkan dana kampus agar dapat setoran. Sebagai informasi, Tiyo mendapat teror melalui aplikasi WhatsApp (WA) dari nomor asing.

Pesan-pesan yang terus-menerus masuk berisi: “Agen asing”, “Culik mau?”, “Jangan cari panggung jadi tongkosong”, “Cari dosamu entr” “Banci” “Jangan cari panggung loe ya jual narasi sampah”.

Pesan itu masuk dari nomor yang sama, namun dikirim dalam waktu yang berbeda-beda. Pertama kali, teror itu diterima Tiyo pada Senin (9/2/2026). Ada sekitar enam nomor asing yang terus menghubunginya, tetapi tidak ditanggapi.

Tidak hanya teror pesan, mahasiswa Fakultas Filsafat UGM itu juga dikuntit oleh dua orang tidak dikenal dan difoto dari kejauhan. Sayangnya, dua sosok bertubuh tegap itu hilang ketika dikejar.

Langkah Kampus UGM

Peristiwa teror kepada Ketua BEM UGM tersebut juga sudah diketahui oleh pihak kampus. Pihak Kampus berkomitmen untuk melindungi civitas akademikanya, jika terjadi teror yang sifatnya mengancam keselamatan.

Juru Bicara Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Dr I Made Andi Arsana, menyatakan pimpinan universitas telah melakukan komunikasi dengan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang mendapatkan teror dari orang tak dikenal.

Kampus kemudian menugaskan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) untuk melakukan pemantauan dan perlindungan yang diperlukan.

“Pada prinsipnya, atas nama institusi dan berdasarkan konstitusi, UGM berkewajiban melindungi seluruh civitas akademika UGM dari ancaman atau teror yang berasal dari mana pun,” jelas Made Andi, dalam keterangan resminya, Minggu (15/2/2026).

Dikonfirmasi terpisah, Tiyo Ardianto membenarkan sudah ada komunikasi dengan pihak universitas terkait upaya perlindungan terhadap dirinya.

“Sementara baru koordinasi intens,” jawabnya, soal bentuk perlindungan seperti apa yang diberikan kampus.

Rektor UII Beri Penjelasan

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid, turut buka suara menanggapi teror yang diterima Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. Fathul menyebut pemerintah harus mengubah pola pikir dalam menghadapi kritik dari rakyat, termasuk dari kalangan aktivis dan mahasiswa.

Menurut dia, teror yang dialami oleh Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, merupakan bentuk pembungkaman yang juga melawan konstitusi.

“Kritis itu bukan dosa. Dan bersikap kritis itu dijamin oleh konstitusi. Jadi setiap pembungkaman terhadap kritik itu melawan konstitusi. Sehingga justru negara harus mengubah pola pikirnya. Warga negara yang kritis itu justru harus didorong,” katanya usai Workshop Penguatan Kapasitas Pengelolaan Perguruan Tinggi di Universitas Islam Al-Azhar, Senin (16/2/2026).

Fathul menilai kritik yang disampaikan oleh rakyat merupakan pengingat bagi penyelenggara negara. Sebab tidak ada yang bisa menjamin penyelenggara negara selalu pada relnya.

“Jadi jangan sampai yang berseberangan itu dianggap lawan. Ini pola pikir yang harus diubah. Itu ketakutan yang berlebih,” lanjutnya.

Ia pun mendorong mahasiswa, termasuk UII untuk bersikap kritis dalam menghadapi persoalan bangsa. Kritik yang disampaikan mahasiswa merupakan tanggung jawab moral sebagai warga negara agar negaranya lebih baik.

“Jadi jangan dianggap musuh (mahasiswa mengkritik). Jangan sedikit-sedikit dikasih stempel yang tidak menyenangkan itu,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *