"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Tidak Ada Waktu untuk Mati, Bernardo Tavares! Persebaya Surabaya Fokus Hadapi PSM Makassar di Gelora Bung Tomo

Persebaya Surabaya Harus Segera Bangkit Setelah Kekalahan dari Persijap Jepara

Persebaya Surabaya kembali menghadapi tantangan berat setelah kekalahan 1-3 dari Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Sabtu (21/2) malam. Hasil ini membuat Green Force harus segera memperbaiki performa mereka, terutama menjelang laga melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo.

Kekalahan ini sangat menyesakkan karena Persebaya datang dengan target membawa pulang poin. Namun, hasil yang diperoleh justru menjadi beban evaluasi besar bagi tim. Performa tim tamu tidak sesuai dengan standar biasanya, mulai dari aliran bola yang kurang rapi hingga koordinasi lini belakang yang terlambat. Celah-celah ini dimanfaatkan secara efektif oleh tuan rumah.

Tiga gol masuk ke gawang Ernando Ari sepanjang pertandingan. Penalti Bruno Moreira di masa injury time hanya berhasil memperkecil ketertinggalan tanpa mengubah hasil akhir. Situasi ini membuat ruang ganti Persebaya Surabaya terasa sunyi selepas laga. Namun, kompetisi tidak memberi jeda panjang untuk menundukkan kepala terlalu lama.

Rabu (25/2/2026), Persebaya Surabaya akan menghadapi ujian berikutnya melawan PSM Makassar di Gelora Bung Tomo. Bermain di kandang sendiri menjadi momentum yang tak boleh disia-siakan. Pelatih Bernardo Tavares tidak menutupi rasa kecewanya atas performa anak asuhnya. Ia menilai terlalu banyak kesalahan elementer yang langsung dihukum lawan sepanjang pertandingan.

“Saya akan jujur, kami melakukan cukup banyak kesalahan. (Persijap) berhasil memanfaatkan peluang yang kami berikan. Itu tidak normal bagi kami, terutama kebobolan dari situasi transisi setelah kami kehilangan bola. Kami juga kebobolan dari situasi bola mati dan tendangan bebas,” kata Tavares.

Sorotan utama pelatih asal Portugal itu tertuju pada rapuhnya antisipasi situasi bola mati. Dalam dua laga terakhir, pola kebobolan dari skema serupa terus terulang dan menjadi alarm serius bagi tim pelatih. Sebelum takluk dari Persijap, Persebaya Surabaya juga kebobolan lewat set piece saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC. Masalah ini bukan insiden tunggal, melainkan celah taktis yang terus dieksploitasi lawan.

“Jika dihitung, dalam dua pertandingan terakhir kami kebobolan empat gol dari situasi set piece. Itu menjadi fokus utama yang harus kami perbaiki. Padahal kami sudah melatih dan menganalisis situasi tersebut,” ucapnya.

Tavares mengakui timnya memiliki kualitas untuk tampil lebih baik. Namun ia menilai ritme dan konsistensi permainan belum sepenuhnya stabil. “Hari ini kami tidak memainkan pertandingan terbaik. Saya rasa kami sebenarnya bisa bermain lebih baik. Tapi inilah sepak bola. Kadang kami tampil bagus, kadang tidak,” jelasnya.

Kekalahan ini menjadi pukulan bagi mental bertanding Green Force. Apalagi target membawa pulang poin dari Jepara sebelumnya dianggap realistis melihat komposisi skuad yang ada. Kini fokus sepenuhnya tertuju pada laga melawan PSM Makassar di Gelora Bung Tomo. Dukungan Bonek dan Bonita diharapkan menjadi energi tambahan untuk membalikkan situasi.

Bermain di kandang memberi keuntungan psikologis tersendiri. Tekanan yang sempat membebani setelah kekalahan bisa berubah menjadi motivasi saat ribuan suporter memberi dukungan langsung. Laga kontra PSM Makassar juga menjadi ujian karakter bagi skuad Persebaya Surabaya. Respons setelah kekalahan sering kali menjadi pembeda antara tim yang sekadar bersaing dan tim yang benar-benar siap berburu kemenangan.

Tavares memahami betul pentingnya reaksi cepat dari para pemainnya. Ia tak ingin hasil di Jepara meninggalkan trauma yang berlarut hingga mengganggu performa di laga berikutnya. Karena itu, sesi latihan setelah kepulangan difokuskan pada pembenahan detail kecil. Transisi bertahan dan pengawalan bola mati menjadi prioritas utama untuk diperbaiki dalam waktu singkat.

Tidak ada ruang untuk alibi atau penyesalan panjang. Jadwal padat Super League 2025/2026 memaksa setiap tim bergerak cepat memperbaiki diri. Persebaya Surabaya kini berada di titik krusial musim. Setiap poin memiliki arti penting dalam menjaga posisi di klasemen dan mempertahankan momentum persaingan.

Atmosfer Gelora Bung Tomo diprediksi akan memanas saat menjamu PSM Makassar. Publik Surabaya tentu berharap respons tegas dari Green Force sebagai jawaban atas kekalahan terakhir. No Time to Die bukan sekadar judul, melainkan sikap yang harus ditunjukkan Persebaya Surabaya. Bangkit cepat, memperbaiki kesalahan, lalu menatap PSM Makassar dengan keyakinan penuh menjadi satu-satunya pilihan.

Tavares sudah memberi sinyal jelas arah timnya. Kini giliran para pemain membuktikan di lapangan kekalahan di Jepara hanyalah jeda singkat sebelum kembali melaju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *