"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Dejan Antonic Minta Maaf, Akui Kesalahan Sendiri Saat Lawan Malut United

Kesalahan Pertahanan dan Kebangkitan Semen Padang FC

Pada pertandingan lanjutan BRI Super League 2025/2026, Semen Padang FC menghadapi Malut United di Stadion Haji Agus Salim. Dalam laga tersebut, tim asuhan Dejan Antonic kebobolan dua gol akibat kesalahan dalam menjaga sisi sayap pertahanan.

Gol pertama tercipta karena keterlambatan pemain dalam melakukan challenge di sisi kiri lapangan. Sementara itu, gol kedua muncul dari crossing yang tidak diantisipasi dengan baik oleh barisan belakang. Meski sempat tertinggal, Semen Padang FC berhasil bangkit dan menyamakan skor menjadi 2-2 di babak kedua.

Kesalahan dalam Pertahanan

Dejan Antonic, pelatih Semen Padang FC, mengakui bahwa dua gol yang bersarang ke gawangnya berasal dari kesalahan sendiri. Ia menilai bahwa para pemain gagal mengantisipasi situasi bola silang dan organisasi pertahanan.

“Kita kalah 0-2, saya minta maaf, kita kalah karena salah sendiri. Sebelum itu kita punya tiga peluang cukup bagus tapi tidak masuk,” ujar Dejan usai pertandingan.

Menurut Dejan, gol pertama terjadi karena keterlambatan pemain dalam melakukan challenge terhadap bola dari sisi sayap kiri. Sedangkan gol kedua lebih fatal karena umpan silang dari sisi kanan tidak diantisipasi dengan baik oleh barisan belakang.

[GAMBAR-0]

Ia juga menyatakan bahwa dalam sesi latihan sebelumnya, tim sudah mempersiapkan antisipasi terhadap situasi bola mati maupun crossing. Namun, dalam pertandingan, detail kecil justru menjadi pembeda.

“Kalau lihat latihan minggu kemarin, kita sudah persiapkan khusus untuk defensive free kick atau defensive corner. Tapi di pertandingan, kita kasih kesempatan seperti ini dan lawan bisa cetak gol awal,” katanya.

Kebangkitan di Babak Kedua

Meskipun sempat tertinggal dua gol, Dejan tetap mengapresiasi semangat juang para pemainnya yang mampu bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di babak kedua. Ia menegaskan bahwa evaluasi tetap menjadi pekerjaan rumah utama agar kesalahan serupa tidak terulang pada laga berikutnya.

“Sepak bola itu kerja tim. Kita tidak bisa kasih kesempatan mudah seperti itu. Harus fokus, latihan terus sampai lebih disiplin dan tidak ulangi kesalahan yang sama,” pungkasnya.

[GAMBAR-1]

Jalannya Pertandingan

Semen Padang FC menunjukkan semangat juang tinggi pada babak kedua saat menjamu Malut United. Sempat tertinggal, Kabau Sirah akhirnya mampu memaksakan hasil imbang 2-2 dalam laga yang berlangsung sengit hingga menit akhir.

Memasuki babak kedua, Semen Padang langsung melakukan sejumlah pergantian pemain untuk meningkatkan daya gedor. Firman ditarik keluar dan digantikan Maicon. Ravy Tsouka digantikan Kazaki, sementara Ripal keluar dan Rian masuk menambah energi baru di lapangan.

Peluang emas langsung didapatkan tuan rumah pada menit ke-49. Maicon yang berhasil lepas dari penjagaan pemain Malut United menusuk dari sisi serangan. Alih-alih menuntaskan peluang dengan tembakan langsung, ia memilih mengirim umpan silang. Namun, tak ada satu pun pemain Semen Padang yang mampu menyambut bola tersebut.

Tiga menit berselang, Malut United memperoleh kesempatan menambah keunggulan. Mereka mendapatkan tendangan bebas di dalam kotak penalti setelah Rendy Oscario melakukan kesalahan dengan menyentuh bola menggunakan tangan usai menerima umpan ke belakang dari rekannya. Beruntung bagi Semen Padang, eksekusi tendangan bebas itu hanya membentur pagar hidup sehingga skor tetap bertahan.

Pada menit ke-65, Malut kembali mengancam. Melalui skema tendangan bebas, sepakan salah seorang pemainnya nyaris menambah gol, namun bola hanya membentur mistar gawang.

Ancaman kembali datang pada menit ke-68. Kesalahan lini belakang Semen Padang dimanfaatkan David Da Silva yang berhadapan satu lawan satu dengan Rendy Oscario. Namun, kiper Semen Padang itu tampil sigap dan berhasil mencuri bola dari kaki David sebelum peluang berubah menjadi gol.

Semen Padang terus berupaya meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-74, Irsyad Maulana masuk menggantikan Kasim Botan. Di sisi lain, Malut United juga melakukan penyegaran di lini pertahanan dengan menarik keluar Taufik Rustam dan memasukkan Abduh Lestaluhu.

Menit ke-83, Maicon kembali menjadi ancaman melalui skema serangan balik. Ia menggiring bola sendirian dan mencoba menyelesaikan peluang tersebut, namun tendangannya masih melebar ke sisi kanan gawang.

Kerja keras Semen Padang akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-87. Berawal dari skema tendangan bebas di sisi kiri yang menghasilkan bola liar di kotak penalti, Kianz Froese yang berdiri bebas sukses memanfaatkan situasi tersebut. Gol itu memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 dan membakar semangat tuan rumah.

Memasuki awal injury time babak kedua, Stadion Haji Agus Salim bergemuruh. Umpan silang dari sisi kanan sempat terlalu tinggi dan mengarah ke sisi kiri lapangan. Namun di sana sudah menunggu Maicon yang langsung melepaskan tendangan voli keras ke sudut sempit kanan gawang Malut United. Bola melesat deras dan mengubah skor menjadi 2-2.

Gol tersebut sempat ditinjau melalui VAR, namun setelah pengecekan, wasit mengesahkannya. Kedua tim masih saling melancarkan serangan di sisa waktu pertandingan, namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 2-2.

Hasil ini membuat Semen Padang FC menunjukkan mental pantang menyerah setelah mampu bangkit dan mengamankan satu poin di kandang sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *