Polytron G3+: SUV Listrik yang Membawa Nama Besar Grup Djarum ke Segmen Premium
Polytron G3+ adalah kendaraan listrik yang baru saja meluncur dan menempatkan merek lokal Indonesia, Polytron, dalam persaingan ketat di pasar mobil listrik. Sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk masuk ke segmen premium, G3+ hadir dengan desain yang menarik, fitur lengkap, serta teknologi canggih yang mampu bersaing dengan merek global.
Performa yang Mengesankan
Dari sisi performa, G3+ dibekali motor listrik berdaya 150 kW atau setara 201 hp dengan torsi instan sebesar 320 Nm. Akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam hanya membutuhkan waktu 9,6 detik, sedangkan kecepatan maksimumnya dibatasi pada 150 km/jam. Jarak tempuhnya mencapai 402 km berdasarkan standar CLTC, yang didukung oleh baterai LFP berkapasitas 51,9 kWh. Baterai ini dikenal lebih stabil dan memiliki daya tahan jangka panjang.
Kabin yang Mewah dan Fungsional
Kabin G3+ dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang nyaman dan mewah. Tersedia panoramic sunroof yang luas, jok kulit elektrik model semi bucket, serta ambient lighting yang meningkatkan kesan premium. Salah satu fitur unik adalah konsep “Walking Office” yang menyediakan colokan listrik AC 220V di dalam kabin, memungkinkan pengguna mengisi daya laptop atau perangkat lain saat berhenti. Sistem audio XBR Audio by Polytron juga turut melengkapi pengalaman mendengarkan musik yang lebih dalam dan kaya bass.
Desain Eksterior dan Fitur Tambahan
Pada bagian kaki-kaki, G3+ menggunakan velg 20 inci yang membuat penampilannya terlihat lebih gagah dibanding varian standar yang memakai velg 19 inci. Fitur electric tailgate juga memudahkan akses ke bagasi, terutama saat membawa banyak barang. Desain eksterior G3+ terlihat dewasa dan cocok untuk konsumen yang menginginkan tampilan yang elegan.
Keselamatan yang Komprehensif
Keamanan menjadi prioritas utama dalam pengembangan G3+. Mobil ini dilengkapi ADAS Level 2 dengan total 21 fungsi, termasuk Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, Automatic Emergency Braking, Blind Spot Detection, hingga Auto Parking Assistant. Selain itu, tersedia enam airbags dan kamera 360 derajat untuk meningkatkan rasa aman selama berkendara.
Harga dan Persaingan di Pasaran
Di Jakarta, harga Polytron G3+ mulai awal 2026 ditawarkan dalam dua skema. Untuk model sewa baterai (Battery as a Service), banderolnya sekitar Rp373.500.000 di luar biaya sewa bulanan. Sementara skema beli putus termasuk baterai berada di kisaran Rp505.500.000.
Bandingkan dengan para rival seperti Chery Omoda E5 yang dibanderol sekitar Rp419 juta hingga Rp490 jutaan, BYD Atto 3 yang dibanderol sekitar Rp470 juta hingga Rp515 jutaan, MG S5 EV dengan rentang harga Rp370 juta hingga Rp455 jutaan, dan Aion Y Plus yang menawarkan kabin sangat lega. Setiap model memiliki keunggulan masing-masing, baik dalam hal akselerasi, jarak tempuh, maupun kenyamanan.
Kelebihan dan Kekurangan
Secara umum, Polytron G3+ memiliki nilai jual yang kuat, seperti desain eksterior yang dewasa, kabin senyap, fitur keselamatan lengkap, serta jaminan nilai jual kembali hingga 70 persen dalam tiga tahun. Namun, ada beberapa catatan penting, seperti ground clearance 159 mm yang relatif rendah untuk SUV, serta jaringan purna jual yang masih berkembang, khususnya di luar kota besar.
Kesimpulan
Melihat paket fitur dan harga yang ditawarkan, G3+ menunjukkan bahwa merek lokal mampu tampil kompetitif di tengah dominasi mobil listrik China. Tinggal bagaimana konsumen menimbang kebutuhan, apakah lebih mengutamakan kemewahan kabin dan fitur unik, atau performa dan jarak tempuh yang lebih agresif dari para pesaingnya.











