"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Janji Tak Tolerir! Erick Thohir Kecam Dugaan Pelecehan dan Kekerasan, Dukung Investigasi FPTI

Peristiwa Kekerasan dan Pelecehan Seksual pada Atlet Panjat Tebing Indonesia

Sebuah dugaan tindakan kekerasan fisik dan pelecehan seksual terhadap para atlet panjat tebing nasional telah membuat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, angkat bicara. Ia mengecam tindakan tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap langkah yang diambil oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) dalam melakukan investigasi.

Dalam laporan yang diterima, sebanyak delapan atlet panjat tebing nasional dilaporkan mengalami tindakan tidak pantas dari pelatih kepala timnas panjat tebing, Hendra Basir. Kejadian ini terungkap setelah adanya pengaduan dari para atlet, yang terdiri dari lima pemanjat putra dan tiga pemanjat putri, didampingi oleh psikolog Pelatnas FPTI. Pengaduan ini disampaikan kepada Ketua Umum Yenny Wahid pada 28 Januari 2026.

Erick Thohir dalam pernyataannya melalui media sosial Instagram mengatakan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga sangat prihatin atas dugaan tersebut. Ia menegaskan bahwa para atlet adalah anak-anak bangsa yang telah berlatih dengan disiplin, berkorban sepenuh hati, dan membawa Merah Putih dengan kebanggaan.

“Para atlet harus dilindungi. Mereka harus merasa aman. Mereka adalah marwah bangsa Indonesia, karena mereka berjuang di era modern ini,” ujar Erick.

Tindakan Tegas dari FPTI

Setelah adanya pengaduan tersebut, FPTI telah mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara Hendra Basir. Penonaktifan ini berlaku efektif mulai 9 Februari 2026, sesuai dengan Surat Keputusan 0209/SKP/PP.NAS/1I/2026 tentang Penonaktifan Sementara Kepala Pelatih Pelatnas FPTI.

Selain itu, FPTI juga membentuk tim pencari fakta (TPF) untuk meneliti dugaan tindakan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Kemenpora.

“Kemenpora mendukung penuh langkah Federasi Panjat Tebing Indonesia yang telah bergerak cepat dengan membentuk tim investigasi independen,” kata Erick.

Komitmen Kemenpora dalam Perlindungan Atlet

Erick menegaskan bahwa Kemenpora siap memberikan pendampingan hukum maupun psikologis kepada para korban. Ia menekankan bahwa pemulihan para atlet adalah prioritas utama. Jika tuduhan tersebut terbukti, Erick menegaskan tidak akan memberikan toleransi apapun terhadap pelaku.

“Pelaku harus menerima sanksi paling berat, termasuk larangan seumur hidup dari dunia olahraga. Apabila terdapat unsur pidana, maka kita harus proses sesuai dengan hukum yang berlaku di negara yang kita cintai ini, negara Indonesia,” tegasnya.

Erick juga menekankan bahwa olahraga adalah tempat lahirnya pembangunan karakter, kehormatan, dan kebanggaan bangsa Indonesia. Dunia olahraga harus menjadi ruang yang aman, membangun, dan memuliakan manusia, bukan ruang yang melukai atau merusak atlet-atlet kita.

Pesan untuk Seluruh Atlet Indonesia

Erick Thohir menyampaikan pesan kepada seluruh atlet Indonesia di cabang olahraga manapun, di tingkat manapun. Ia menegaskan bahwa Kemenpora akan berdiri mendampingi mereka. Pemerintah tidak akan membiarkan atlet sendirian dalam menghadapi tindak kekerasan fisik atau pelecehan seksual.

“Kalian tidak sendiri. Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk mendengar, membantu, dan melindungi seluruh atlet Indonesia jika ada yang pernah atau bahkan sedang menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual maupun fisik,” ucapnya.

Panduan untuk Atlet yang Mengalami Kekerasan

Untuk atlet yang mengalami kejadian serupa, Erick memberikan panduan. Caranya dengan melaporkannya melalui surel khusus yang dibuat oleh Kemenpora, yaitu pengaduan.atlet@kemenpora.go.id.

“Kemenpora akan memastikan setiap atlet mendapatkan perlindungan yang layak dan bermartabat. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa olahraga Indonesia berdiri di atas nilai integritas, rasa hormat, dan perlindungan terhadap setiap insan yang mengabdikan dirinya untuk bangsa dan negara,” tutup Erick.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *