Kehilangan yang Mendalam
Kabar duka datang dari Sumatera Selatan, khususnya bagi masyarakat dan pecinta sepak bola di sana. Mantan Gubernur Sumatera Selatan (2008–2018) dan Pembina Sriwijaya FC, H. Alex Noerdin, tutup usia pada umur 75 tahun (25/2/2026). Kepergiannya meninggalkan rasa kehilangan mendalam bagi banyak pihak, termasuk para penggemar klub Sriwijaya FC, manajemen klub, dan masyarakat Sumsel secara keseluruhan.
Warisan Emas yang Tak Terlupakan
H. Alex Noerdin dikenang sebagai sosok visioner yang berjasa besar dalam membangun kejayaan Sriwijaya FC. Di bawah kepemimpinannya, klub ini mencapai masa keemasan dengan meraih berbagai prestasi seperti juara Liga Indonesia (ISL) 2012, Piala Indonesia 2009 dan 2010, Inter Island Cup 2010 dan 2012, hingga runner-up Piala Presiden 2015. Prestasi itu menjadikan Sriwijaya FC salah satu klub paling disegani di tanah air.
Selain itu, ia juga menjadi pelopor pembangunan Jakabaring Sport City, sebuah kompleks olahraga yang menjadi fasilitas venue olahraga berskala internasional. Program-program sosial seperti sekolah dan berobat gratis juga menjadi warisan berharga yang ditinggalkan oleh Alex Noerdin.
Ucapan Bela Sungkawa dari Berbagai Pihak
Ucapan bela sungkawa terus mengalir dari berbagai pihak. Dewan Pembina Singa Mania, Yayan Hariansyah S.Sn, M.Sn, menyampaikan rasa duka yang mendalam. Ia menilai bahwa Pak Alex Noerdin adalah seorang visioner yang telah memberikan kontribusi besar dalam memimpin daerah.
Capo Tifoso Ultras Palembang, Qusoi SH, juga turut berbelasungkawa. Menurutnya, Alex Noerdin adalah gubernur terbaik di Sumsel yang telah membangun Sumsel. Meskipun Sriwijaya FC sempat jatuh ke Liga 2, ia tetap salut dengan prestasi yang diraih klub tersebut pada 2011/2012.
Qusoi juga mengatakan bahwa masyarakat Sumsel berterima kasih atas peran Alex Noerdin dalam membuat Jakabaring Sport City menjadi fasilitas olahraga yang berkualitas. Ia berharap keluarga almarhum diberi kesabaran dan semoga amal ibadahnya diterima oleh Tuhan.
Peran Penting dalam Dunia Olahraga
Direktur Olahraga PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Anggoro Prajesta, menyampaikan rasa duka yang mendalam. Ia menilai bahwa Alex Noerdin bukan hanya seorang pemimpin daerah, tapi juga figur yang menyalakan api kejayaan olahraga Sumsel. Bagi Sriwijaya FC, ia adalah Bapak Pembinanya yang selalu diingat dan dihormati.
Anggoro juga mengatakan bahwa sampai kapanpun sosok Alex Noerdin akan selalu di hati Sriwijaya FC. Ia yakin masyarakat Sumsel akan sangat kehilangan sosok almarhum yang luar biasa. Dari segi olahraga, peran Alex Noerdin sangat luar biasa dan diakui oleh banyak pihak.
Kenangan yang Tak Terlupakan
Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Sriwijaya FC, suporter, dan masyarakat Sumsel atas wafatnya mantan Gubernur Sumsel dua periode (2008–2018), H. Alex Noerdin. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di TPU Kebun Bunga Palembang. Karangan bunga ucapan turut berduka cita juga terpampang di beberapa tempat, termasuk di lampu merah Jl Merdeka dan pagar kantor Kodim 0418 Palembang.
Akun resmi Sriwijaya FC menulis: “Bukan sekadar kehilangan seorang tokoh, tapi kehilangan sosok yang pernah menenun harapan menjadi kenyataan. Namamu akan tetap hidup dalam doa, dalam cerita, dan dalam setiap harapan yang kami jaga dengan hati yang lebih hening.”
Simbol Perhatian yang Besar
Kenangan manis juga terpatri ketika Alex Noerdin melepas 1.000 suporter Sriwijaya FC menuju Jakarta untuk mendukung tim di final melawan Persib Bandung pada 2015. Langkah itu menjadi simbol betapa besar perhatiannya terhadap klub kebanggaan Sumsel.
Ketua Umum Sriwijaya Mania, Eddy Ismail, menyebut Alex Noerdin sebagai negarawan sejati. “Beliau sangat perhatian pada olahraga, khususnya Sriwijaya FC. Di zaman Pak Alex, SFC berada di puncak kejayaan. Kita sangat kehilangan sosok beliau,” ujarnya.
Tak hanya di lapangan hijau, Alex Noerdin juga dikenang lewat program sosial yang monumental: sekolah gratis dan berobat gratis, yang menjadi pelopor di Indonesia. Program itu memberi manfaat besar bagi rakyat Sumsel, dan hingga kini masih dikenang sebagai warisan berharga.
Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Faisal Mursyid, turut menyampaikan doa. “Selamat jalan Pak Alex Noerdin, semoga amal dan ibadah Bapak diterima Allah SWT.”
Kepergian Alex Noerdin meninggalkan langit Sumsel penuh warna kenangan. Sosok yang pernah menyalakan mimpi kini berpulang, namun jejaknya akan terus berbisik di setiap tribun Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.











