"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Perang Timur Tengah Meletus, Kimberly Ryder Tetap Ingin Umrah, Nasib Keberangkatan Terancam

Ketidakpastian Perjalanan Umrah Akibat Konflik Timur Tengah

Ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memicu efek domino yang luas, termasuk dalam sektor penerbangan internasional. Banyak jemaah umrah dari Indonesia, termasuk Kimberly Ryder, kini menghadapi ketidakpastian terkait rencana perjalanan spiritual mereka ke Tanah Suci. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran dan kekecewaan bagi banyak orang yang telah merencanakan perjalanan tersebut jauh-jauh hari.

Kimberly Ryder, yang dikenal sebagai aktris ternama, mengakui bahwa hingga saat ini ia masih belum mendapat kepastian tentang keberangkatannya. Ia berharap jadwal keberangkatan tetap bisa berjalan, sambil menunggu situasi di kawasan tersebut membaik. “Masih menunggu kabar travel. Karena aku naik maskapai Emirates penerbangannya di stop,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa semua berkas untuk keberangkatan sudah selesai, tinggal menunggu kepastian tanggal keberangkatan. “Katanya akan dikabarin lagi tanggal 3 atau 4 Maret untuk kepastian berangkatnya,” tambahnya.

Ramadan di Tanah Suci adalah momen istimewa bagi banyak umat Muslim. Suasana ibadah yang khusyuk, lantunan doa di Masjidil Haram, serta kebersamaan berbuka puasa bersama jemaah dari berbagai penjuru dunia menjadi impian banyak orang. Namun, situasi yang tidak pasti membuat beberapa jemaah harus menunda atau bahkan membatalkan rencana perjalanan mereka.

Di sisi lain, Febby Rastanty, pesinetron ternama, bersyukur dapat kembali ke Indonesia setelah menjalani ibadah umrah bersama suaminya, Drajad Djumantara. Ia mengungkapkan rasa syukur melalui unggahan di media sosial pribadinya. Febby Rastanty beruntung pulang ke Indonesia beberapa hari sebelum pecahnya serangan militer antara Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Konflik ini berdampak pada wilayah udara dan aktivitas penerbangan di sekitar Arab Saudi dan negara transit lain di kawasan Timur Tengah.

“Alhamdulillah aku udah pulang selamat, benar-benar Allah melindungi,” ujar Febby Rastanty. Ia mengaku tak bisa membayangkan jika dirinya masih berada di sana ketika konflik mulai memanas. Sebelum pulang ke Jakarta, Febby Rastanty sempat berada di Dubai, Uni Emirat Arab, yang menjadi salah satu hub penerbangan internasional terdampak.

Serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari 2026 berdampak terhadap perjalanan jemaah umrah. Penutupan wilayah udara di sejumlah negara membuat banyak maskapai harus menunda atau membatalkan penerbangan. Bandara internasional utama di Dubai dan Abu Dhabi (Uni Emirat Arab) serta Doha (Qatar) yang selama ini menjadi hub transit global juga sempat mengalami gangguan operasional.

Dampaknya terasa hingga Indonesia saat sejumlah penerbangan menuju Jeddah dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Ngurah Rai Bali, dan Kualanamu Medan mengalami penundaan maupun pembatalan. Meski demikian, otoritas setempat memastikan Mekkah dan Madinah tetap aman untuk aktivitas ibadah. Kedua kota suci tersebut berada cukup jauh dari lokasi serangan di daratan Iran. Namun, peningkatan aktivitas pertahanan udara di wilayah Arab Saudi dilaporkan terjadi menyusul serangan balasan dari Iran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *