Kedatangan Panglima Jilah ke Rumah Mantan Presiden Jokowi
Panglima Jilah, seorang tokoh adat Dayak yang dikenal sebagai pemimpin organisasi Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), mendadak menjadi sorotan setelah mengunjungi kediaman mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Kunjungan tersebut dilakukan pada Kamis (5/3/2026) di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Rombongan tamu yang berasal dari Pulau Kalimantan ini dipimpin langsung oleh sosok yang memiliki peran penting dalam menjaga budaya dan adat masyarakat Dayak.
Siapa Sebenarnya Panglima Jilah?
Panglima Jilah adalah pemimpin utama dari TBBR, sebuah organisasi kemasyarakatan adat Dayak yang berkembang di wilayah Kalimantan. Organisasi ini sering disebut sebagai “Pasukan Merah Dayak” karena para anggotanya menggunakan pakaian dan atribut berwarna merah yang melambangkan keberanian serta semangat menjaga kehormatan adat. TBBR didirikan dengan tujuan utama untuk melestarikan budaya, adat istiadat, dan nilai-nilai tradisional masyarakat Dayak, sekaligus memperkuat persatuan antar komunitas Dayak di Kalimantan dan wilayah Borneo secara umum.
Selain fokus pada bidang budaya, TBBR juga aktif dalam kegiatan sosial, advokasi hak-hak masyarakat adat, serta menjaga stabilitas sosial di wilayah masyarakat Dayak. Anggota organisasi ini dikenal menjalani sejumlah ritual adat dan aturan tertentu sebagai bagian dari identitas budaya mereka.
Tujuan Kunjungan ke Rumah Jokowi
Kunjungan Panglima Jilah ke rumah Jokowi bertujuan untuk menagih janji yang pernah disampaikan oleh presiden saat masih menjabat. Janji tersebut adalah pembangunan Dayak Center di Ibu Kota Nusantara (IKN). Pusat budaya dan ekonomi ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelestarian budaya Dayak, tetapi juga mampu mendorong perekonomian masyarakat Dayak.
“Secara teknis, pembangunannya akan dilaksanakan tahun ini atau tahun depan,” jelas Panglima Jilah. “Dalam rangka pembangunan IKN tentunya, dan terutama khusus untuk Dayak Center agar itu segera direalisasikan. Karena kita warga Dayak sudah menunggu bagaimana Dayak Center itu berdiri di IKN.”
Dayak Center akan menjadi pusat berbagai warisan budaya masyarakat Dayak yang masih dilestarikan hingga kini. Di sana, budaya, tradisi, dan tarian-tarian Dayak akan ditampilkan, sehingga sangat menunjang ekonomi masyarakat setempat.
Dukungan dari Jokowi
Panglima Jilah menyebut bahwa Jokowi memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan Dayak Center di kawasan IKN. “Beliau sangat mendukung, karena beliau juga yang berjanji bahwa Dayak Center itu harus ada di IKN,” tuturnya. Koordinator rombongan dari Kalimantan Timur, Susilo, optimistis pemerintah akan mengakomodir aspirasi masyarakat Dayak terkait pembangunan Dayak Center.
“Jadi, karena Jokowi yang berjanji kepada Panglima Jilah, beliau menanyakan kembali untuk pembangunan di IKN. Kemungkinan pemerintah akan mengakomodir itu.”
Peran TBBR dalam Masyarakat Dayak
Sebagai organisasi adat, TBBR tidak hanya berperan dalam melestarikan budaya Dayak, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat Dayak untuk bersilaturahmi dan menyampaikan aspirasi mereka. Melalui kepemimpinan Panglima Jilah, TBBR berusaha menegaskan bahwa identitas Dayak tidak hanya berkaitan dengan tradisi masa lalu, tetapi juga memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan politik masyarakat Kalimantan masa kini.
Panglima Jilah, yang berasal dari komunitas Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat, memegang posisi sebagai Panglima Besar Pasukan Merah. Nama “Panglima Jilah” merupakan gelar atau sebutan kepemimpinan yang disematkan kepadanya ketika ia diangkat menjadi pemimpin organisasi tersebut. Di kalangan masyarakat Dayak, ia dipandang sebagai simbol kepemimpinan adat dan penjaga kehormatan komunitas.
Harapan Masa Depan
Dengan kunjungan ini, Panglima Jilah berharap proyek Dayak Center di IKN dapat segera direalisasikan. Ia menekankan bahwa pembangunan ini bukan hanya tentang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi wadah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Dayak. Dengan adanya Dayak Center, diharapkan generasi muda Dayak dapat lebih mengenal akar budaya dan sejarah leluhur mereka.











