"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Istri pelaku pencurian labu siam di Cianjur mohon pengampunan, anak takut di-bully

Motif Penganiayaan yang Menyedihkan

Seorang pria bernama Minta (56) meninggal dunia setelah dianiaya secara brutal oleh UA (41) di Cugenang, Cianjur. Kejadian ini terjadi karena perbuatan sepele yang akhirnya berujung pada kematian korban. UA mengaku bahwa tindakannya didasari oleh emosi yang memuncak.

Kisah Pilu di Balik Pencurian

Korban, Minta, mencuri dua buah labu siam seharga Rp6.000 karena terpaksa untuk dimasak sebagai menu berbuka puasa bersama ibunya yang sudah tua dan renta berusia 99 tahun. Meskipun harganya sangat murah, tindakan pencurian itu menjadi awal dari tragedi yang tidak terduga.

Permohonan Maaf dari Istri Pelaku

Istri pelaku, UA, muncul ke publik melalui video yang viral, memohon keringanan hukuman dan menyatakan bahwa suaminya tidak berniat membunuh. Dalam video tersebut, ia menangis sambil meminta keadilan untuk suaminya karena dia tidak berniat untuk menghilangkan nyawa seseorang.

Sembari menangis, istri UA mengaku kondisi dirinya dan anaknya juga ikut terpuruk. Ia menyebut akibat kejadian tersebut, anaknya menjadi enggan sekolah karena takut dibully atas peristiwa yang dilakukan ayahnya, UA sebagai pelaku penganiayaan hingga menghilangkan nyawa korban.

Lebih lanjut, istri UA mengakui kesalahan suaminya tersebut telah melakukan kekerasan. Namun, ia meyakini perbuatan suaminya itu karena ketidaksengajaan dan dipicu emosi sesaat. Ia juga mengungkapkan bahwa suaminya menyesal, di sisi lain keluarganya juga terpukul sejak kasus tersebut viral.

Pengakuan Pelaku

UA (41), sosok pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia, adalah seorang penjaga kebun milik Ketua RW di kampung tempatnya tinggal. Kepada penyidik Polres Cianjur, UA memberikan pengakuan terkait motif nekatnya melakukan kekerasan hingga menghilangkan nyawa seseorang hanya karena masalah sepele.

Kepada polisi, UA mengaku bahwa tindakannya didasari oleh rasa kesal yang sudah menumpuk. Ia merasa telah menjadi korban pencurian berulang kali di kebun yang ia jaga. Saat memergoki Minta mengambil labu siam, UA menuduh korban sebagai pelaku tunggal yang selama ini meresahkan.

“[Tersangka] mengaku kesal karena sering kehilangan labu siam di kebunnya. Saat melihat korban, ia menduga korban adalah orang yang sama yang selama ini mencuri,” ujar Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi, Kamis (3/6/2026).

Emosi pelaku yang memuncak membuatnya tidak bisa menahan diri. Ia mengejar Minta hingga ke rumahnya dan melakukan penganiayaan brutal dengan tangan kosong.

Kronologi Kejadian

Kasus seorang pria di Cianjur bernama Minta (56) yang meninggal setelah dianiaya penjaga kebun akibat mencuri labu siam sempat viral dan menjadi sorotan. Peristiwa ini terjadi di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Sabtu (28/2/2026) sore.

Dua hari setelah penganiayaan, Minta meninggal dunia pada Senin (2/3/2026). Saat kejadian, aksi Minta mencuri dua buah labu siam itu dipergoki UA penjaga kebun milik Ketua RW setempat. Lalu, Minta dikejar UA hingga dianiaya di halaman rumanya.

Minta dianiaya menggunakan tangan kosong, ditendang hingga dipukul berulang kali hingga mengalami luka parah. “Korban mengalami luka lebam di mata, kepala, dan leher, serta memar di bahu lengan,” ujar Kapolsek Cugenang, Kompol Usep Nurdin.

Aksi penganiayaan yang dialami Minta itu disaksikan langsung Cucum Suhenda, adik dari Minta. Cucum mengaku tak berdaya untuk mencoba menengahi penganiayaan itu karena takut ikut jadi sasaran amarah pelaku.

Setelah UA pergi, Cucum baru menolong dan membawa Minta yang sudah dalam kondisi sempoyongan memprihatinkan. Menurut kesaksian sang adik, Cucum Suhenda, sebelum meninggal dunia, Minta mengakui mencuri labu siam tersebut. Namun, di balik aksi pencuriannya itu tersimpan cerita pilu. Minta terpaksa mencuri labu siam tersebut untuk dimasak demi berbuka puasa dengan ibunya Mak Ining yang sudah tua dan renta berusia 99 tahun.

Padahal harga dua biji labu siam besar, hanya sekitar Rp6.000. Mendapati pengakuan itu, Cucum mengaku sangat menyesalkan perbuatan sang kakak sekaligus miris.

Pasca kejadian, UA sebagai pelaku penganiayaan terhadap Minta akhirnya ditahan Polres Cianjur untuk diproses hukum. Di sisi lain, kini beredar video istrinya meminta dan memohon untuk meringankan hukuman terhadap suaminya karena dianggap tak sengaja menghilangkan nyawa korban.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *