"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Dandri Dauri Khawatir Wasit Tak Netral Jelang Borneo FC vs Persebaya

Kekhawatiran Manajer Borneo FC Terkait Penunjukan Wasit

Persaingan di papan atas Super League semakin ketat, terutama pada putaran kedua. Selisih poin yang sangat tipis antara tim-tim besar membuat setiap pertandingan menjadi sangat krusial dalam memperebutkan posisi klasemen. Hal ini juga menjadi perhatian manajemen Borneo FC menjelang laga melawan Persebaya Surabaya di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Sabtu, 7 Maret 2026, pukul 20.30 WIB atau 21.30 WITA.

Dalam sesi official training atau latihan resmi pada Jumat (6/3/2026), manajemen tim menyoroti penunjukan wasit yang akan memimpin pertandingan tersebut. Manajer Borneo FC, Dandri, mengungkapkan bahwa persaingan ketat di klasemen membuat setiap keputusan dalam pertandingan memiliki dampak besar terhadap hasil kompetisi.

“Ini kan sudah putaran kedua. Kita juga tahu teman-teman di atas dari peringkat satu, dua, dan tiga poinnya sangat tipis,” ujarnya.

Sorotan Penunjukan Wasit

Dandri mempertanyakan penunjukan wasit yang akan memimpin pertandingan Borneo FC melawan Persebaya. Ia menilai penugasan tersebut perlu dipastikan netral demi menjaga kepercayaan publik terhadap kompetisi. Menurutnya, isu terkait penunjukan perangkat pertandingan bahkan sudah lebih dulu beredar di media sosial sebelum pertandingan digelar.

“Yang saya kaget lagi, entah itu dari media sosial atau bagaimana, ada isu bahwa pertandingan lain seperti lawan Persib Bandung dipersiapkan wasit dari Malaysia yang belum pernah bertugas di sini. Informasi itu malah terdengar lebih dulu,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan alasan penunjukan wasit dari Bandung untuk memimpin laga Borneo FC melawan Persebaya. Ia menilai masih banyak wasit lain yang memiliki lisensi FIFA yang bisa dipilih.

“Artinya kita harus menjaga agar isu-isu seperti ini tidak kembali menjadi polemik. Saya bukan mengeluh, tetapi saya juga harus menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan Borneo FC ke depan,” katanya.

Kekhawatiran Berdasarkan Rekam Jejak

Selain soal penunjukan wasit, Dandri juga menyinggung rekam jejak wasit tersebut dalam beberapa pertandingan sebelumnya. Ia mencontohkan laga Borneo FC melawan Bali United yang dipimpin oleh wasit yang sama.

Dalam pertandingan tersebut, Borneo FC mengalami kekalahan setelah sebelumnya mencatat rekor impresif dengan 11 pertandingan tanpa kekalahan sejak awal putaran pertama Super League.

“Iya, waktu lawan Bali United dia juga yang memimpin. Kita bisa melihat bagaimana jalannya pertandingan waktu itu,” jelasnya.

Meski demikian, Dandri menegaskan bahwa kekhawatiran tersebut bukan berarti menuduh adanya ketidakadilan dalam pertandingan. Ia hanya berharap federasi sepak bola Indonesia dapat mempertimbangkan penunjukan wasit secara lebih netral.

Menurut Dandri, netralitas perangkat pertandingan sangat penting, terutama ketika kompetisi memasuki fase krusial dengan persaingan yang sangat ketat di papan atas klasemen. Ia berharap PSSI dapat memastikan bahwa wasit yang ditugaskan benar-benar tidak memiliki potensi konflik kepentingan dengan klub-klub yang bersaing di papan atas.

“Lebih baik mencari wasit yang benar-benar netral dan tidak memiliki aroma kedaerahan dari tiga kontestan di klasemen atas Super League,” ujarnya.

Transparansi dan Profesionalisme

Dandri juga menyinggung bahwa hingga saat ini publik belum mengetahui secara lengkap siapa saja perangkat pertandingan lainnya, termasuk petugas Video Assistant Referee (VAR). Ia menegaskan bahwa pernyataannya bertujuan menjaga marwah kompetisi serta kepercayaan publik terhadap kualitas kepemimpinan wasit di liga nasional.

Menurutnya, transparansi dan profesionalisme dalam penunjukan perangkat pertandingan sangat penting agar tidak menimbulkan prasangka di kalangan klub maupun suporter.

“Kita sebenarnya tidak takut. Tapi masa harus seperti ini terus? Cari wasit yang benar-benar netral,” tutupnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *