Perdana Menteri Spanyol Tegaskan Penolakan Terhadap Eskalasi Militer di Timur Tengah
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, pada Rabu dengan tegas menolak tindakan yang dianggap sebagai “tunduk” terhadap eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Ia menyerukan gencatan senjata segera antara Israel, Amerika Serikat (AS), dan Iran. Dalam sebuah video yang dibagikan di X, platform media sosial milik AS, Sanchez menyatakan bahwa posisi Spanyol adalah “tidak untuk berperang”.
Sanchez menjelaskan bahwa Spanyol tidak akan terlibat dalam tindakan yang “buruk bagi dunia” hanya karena “takut akan pembalasan”. Meski mengkritik rezim Iran atas penindasan terhadap warganya, ia menekankan bahwa satu tindakan ilegal tidak boleh dibalas dengan tindakan ilegal lainnya, merujuk pada serangan “sepihak” yang sedang berlangsung oleh AS dan Israel.
Selain itu, Sanchez menegaskan bahwa militer Spanyol bekerja “siang dan malam” untuk mengoordinasikan “mekanisme evakuasi” bagi warga di wilayah tersebut. Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa kekuatan ekonomi, kelembagaan, serta kekuatan moral negaranya akan menjadi dasar utama dalam menghadapi situasi seperti ini.
Kepedulian terhadap Keamanan Warga dan Kebijakan Luar Negeri
Sanchez menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi terhadap kemampuan Spanyol dalam menghadapi tantangan global. Ia menyatakan bahwa pada saat-saat seperti ini, rakyat Spanyol merasa lebih bangga dari sebelumnya menjadi orang Spanyol.
Ketegangan antara AS dan Spanyol meningkat karena Madrid tidak hanya mengutuk serangan terhadap Iran, tetapi juga menolak mengizinkan Washington menggunakan pangkalan militer di Spanyol untuk melakukan serangan terhadap Iran. Spanyol menjadi satu-satunya negara Eropa yang menolak terlibat dalam serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, secara tegas membantah klaim bahwa Spanyol telah menyetujui kerja sama militer dengan AS. Dalam pernyataannya kepada radio Cadena SER, Albares menegaskan bahwa posisi pemerintah Spanyol tidak berubah sedikit pun.
Penolakan Terhadap Akses Pangkalan Militer
Penolakan tersebut disampaikan setelah Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa Spanyol telah setuju untuk bekerja sama setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan “memutus semua perdagangan” dengan sekutu Eropa tersebut. Ultimatum tersebut disampaikan Trump setelah Madrid melarang AS menggunakan pangkalan di wilayah Spanyol untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Leavitt menyatakan bahwa Spanyol “telah setuju untuk bekerja sama dengan militer AS”, meskipun Albares menegaskan bahwa posisinya tidak berubah. Ia menekankan bahwa pihaknya masih mempertahankan kebijakan yang jelas dan tegas terkait penggunaan pangkalan militer.
Pernyataan Menteri Pertahanan Spanyol
Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles, menjadi anggota terbaru pemerintahan Pedro Sánchez yang menolak anggapan Gedung Putih bahwa pemerintahan tersebut telah melakukan perubahan haluan. Dalam wawancara dengan radio Cadena Ser, Robles mengatakan bahwa ia tidak tahu alasan mengapa Leavitt menyatakan bahwa Spanyol siap untuk bekerja sama dengan serangan yang sedang berlangsung.
Robles menegaskan bahwa Spanyol tidak akan mengizinkan penggunaan pangkalan Morón dan Rota dalam konteks ini. Ia menambahkan bahwa meskipun situasi di Teheran sangat mengerikan, Spanyol tidak dapat mendukung tindakan sepihak yang tidak didukung oleh hukum internasional.
Ia juga menyatakan bahwa posisi pemerintah telah “sangat jelas sejak hari pertama”, menekankan bahwa Spanyol hanya bertindak ketika ada payung hukum internasional dalam kerangka kerja PBB, NATO, atau Uni Eropa.











