"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Polda Sumut Selidiki Kematian Mahasiswi Unimed Anak Anggota DRPD Tebingtinggi

Kasus Kematian Mahasiswi di Medan Masih Menyisakan Misteri

Polda Sumut telah menerima laporan mengenai kematian Maria Agustina Naibaho (23), seorang mahasiswi Universitas Negeri Medan (UNIMED). Jasadnya ditemukan dalam kamar indekos di Jalan Rela, Kecamatan Medan Tembung. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, menyatakan bahwa laporan dugaan tindak pidana masih dalam proses penyelidikan.

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan alat bukti, dan memeriksa saksi-saksi guna menentukan apakah korban meninggal akibat pembunuhan atau faktor lainnya. “Laporan sedang diproses,” kata Kombes Ferry Walintukan, Sabtu (14/3/2026).

Penemuan Jasad yang Mencurigakan

Maria ditemukan oleh pacarnya, Sanggam Elroi Marbun, pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, Sanggam mendatangi kost korban di Jalan Rela, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung. Tidak ada sahutan dari dalam kamar, dan pintu terkunci. Akhirnya, ia meminta dua temannya untuk membuka pintu kamar tersebut.

Saat pintu terbuka, Sanggam menemukan Maria sudah meninggal dan tercium bau busuk dari kamar tersebut. Ia kemudian melaporkan kejadian ini kepada Ibu Kost, serta pihak kelurahan dan Polsek Medan Tembung.

Menurut Kompol Ras Maju Tarigan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah korban. Namun, beberapa luka memar ditemukan di tubuh Maria, termasuk di bawah ketiak kiri, lutut, dan bagian organ vitalnya yang berdarah. Selain itu, handphone korban disebut rusak terbelah di dalam kamar kos.

Pengakuan Keluarga dan Peristiwa Sebelum Kematian

Beberapa anggota keluarga Maria, yang enggan disebutkan namanya, memberikan keterangan mengenai kondisi jasad korban. Mereka menyampaikan bahwa Maria memiliki luka memar yang cukup parah, serta bercak darah di kamar mandi. Hal ini menambah keraguan tentang penyebab kematian korban.

Mangatur Naibaho, ayah Maria, yang juga anggota DPRD Tebingtinggi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membuat laporan resmi ke polisi. Tujuannya adalah untuk mengungkap penyebab pasti kematian putrinya. “Itu yang belum tahu saya. Lagi kita buat laporan Polisi. Namanya meninggal di tempat kos, sedikit banyaknya (curiga) pengen tahu penyebabnya,” katanya.

Menurut Mangatur, dua hari sebelum kematian, Maria sempat mengirim pesan ke ibunya melalui WhatsApp. Dalam pesan itu, ia menyampaikan sedang sakit kepala hingga suaranya menghilang. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci apakah pesan itu dikirim karena tidak mengangkat telepon ibunya atau memang menyampaikan dirinya sedang sakit. Menurut Mangatur, Maria tidak memiliki riwayat sakit.

Kejadian yang Menggemparkan

Sebelum penemuan jasad Maria, penghuni indekos dan warga sekitar Jalan Rela, Kecamatan Medan Perjuangan, sempat heboh. Penemuan mayat pertama kali diketahui oleh Sanggam Elroi Marbun, yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Mangatur mengaku syok mendengar kabar kematian putrinya. Ia mendapat informasi saat sedang dalam perjalanan di bus dari Pekanbaru, Kamis malam sekitar pukul 20:00 WIB. Handphonenya berdering, dan rekannya memberitahukan bahwa Maria sudah meninggal dunia di dalam kamar indekosnya.

“Keluarga gak hubungi saya karena saya dalam perjalanan,” ujarnya.

Kesimpulan

Kasus kematian Maria Agustina Naibaho masih menyisakan misteri. Meskipun pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan, belum ada kepastian apakah korban meninggal akibat penyakit atau tindakan kekerasan. Keluarga korban tetap berharap adanya kejelasan dari proses penyelidikan yang sedang berlangsung.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *