"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Jangan Tersembunyi, Rismon Sianipar Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Akui Ijazah Jokowi Asli

Peneliti Ijazah Jokowi Akui Kesalahan dan Minta Maaf

Rismon Sianipar, seorang peneliti yang sebelumnya menuduh ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) palsu, kini mengakui kesalahannya dalam penelitiannya. Ia juga meminta maaf atas pernyataan-pernyataan yang sebelumnya ia lontarkan. Selain itu, Rismon mengajak Roy Suryo dan dokter Tifa untuk tidak menyembunyikan fakta yang menurutnya terdapat pada ijazah Jokowi.

Pernyataan ini diungkapkan oleh Rismon setelah ia melakukan beberapa kali penelitian terkait ijazah Jokowi. Menurutnya, ijazah tersebut asli dan memiliki fitur keamanan seperti watermark dan emboss. Ia mengklaim telah melakukan pengujian dengan berbagai metode dan menemukan bukti-bukti tersebut.

“Jangan sembunyikanlah, hayuklah. Meskipun awalnya kalian akan dianggap pengkhianat, itu akan lebih ringan daripada kalian sembunyikan. Selalu dikatakan tidak ada emboss, tidak ada watermarks. Saya sudah lakukan kroscek dengan puluhan metode dan ada,” ujar Rismon usai bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Menurut Rismon, jika fakta tersebut tidak diakui, maka ia menduga ada motif lain di balik polemik ijazah Jokowi yang selama ini menjadi perdebatan publik.

Tanggapan Jokowi

Rismon menemui Jokowi dengan didampingi kuasa hukumnya, Jahmada Girsang, pada Kamis (12/3/2026). Kedatangan peneliti tersebut bertujuan untuk mengklarifikasi hasil penelitiannya terkait buku berjudul Jokowi’s White Paper sekaligus memohon maaf secara langsung.

“Ya, kemarin telah datang Pak Rismon Sianipar ke sini, ke kediaman saya. Dan saya menerima permohonan maaf Pak Rismon,” kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2026).

Terkait upaya hukum berupa pengajuan restorative justice yang diinginkan pihak Rismon, Jokowi menyatakan tidak akan mencampuri urusan teknis tersebut. Ia memilih menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada tim penasihat hukumnya.

Jokowi menegaskan, keputusan akhir mengenai penghentian perkara melalui keadilan restoratif merupakan ranah penyidik kepolisian. Menurutnya, proses tersebut harus mengikuti prosedur yang berlaku di instansi terkait.

“Nanti untuk urusan restorative justice-nya saya serahkan kepada penasihat hukum saya karena itu kewenangan dari Polda Metro, kewenangan penyidik yang ada di Polda Metro Jaya,” ungkap Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo ini menceritakan bahwa suasana pertemuannya dengan Rismon berlangsung secara wajar tanpa ada ketegangan khusus. “Ya biasa saja. Acaranya biasa,” ucap Jokowi singkat.

Respons Gibran Rakabuming Raka

Kasus ijazah Jokowi kembali mencuat usai Rismon Sianipar minta maaf dan mengakui ijazah Jokowi asli. Padahal sebelumnya Rismon bersama dengan Roy Suryo dan Dokter Tifa getol menyatakan bahwa ijazah Jokowi palsu. Namun kini, Rismon beralih haluan dan menyatakan jika ijazah Jokowi asli. Ia juga mengaku jika penelitian yang dilakukannya memiliki kesalahan.

Ternyata permasalahan ini sampai terdengar oleh Gibran Rakabuming Raka. Gibran merespons permintaan maaf yang dilakukan Rismon terhadap sang ayah.

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan,” ucap Gibran dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026). Dalam keterangannya, Wapres Gibran juga menghargai pernyataan dan sikap Rismon yang telah menyampaikan klarifikasi serta kesediaan meninjau kembali pernyataannya. Menurut Gibran, langkah tersebut menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.

Pengakuan Rismon Sianipar Usai Bertemu Jokowi

Pengakuan Rismon Sianipar usai temui Jokowi di Solo, Rabu (12/3/2026). Dalam pengakuannya itu, Rismon mengatakan jika dirinya membuat kesalahan dalam penelitiannya soal ijazah Jokowi. Salah satu kesalahan itu adalah, soal emboss di ijazah Jokowi. Bahkan Rismon mengatakan jika ia merasa tersakiti terhadap temuannya itu yang berkaitan dengan ijazah Jokowi.

“Saya juga merasa tersakiti terhadap temuan saya sendiri, karena saya harus jujur menyatakan temuan saya itu,” katanya.

Terakhir Rismon mengatakan jika dia akan dicerca atas hasil penelitiannya yang salah itu. “(Saya) Bakal dicerca, dihina, dan dilabeli sebagai pengkhianat. Tapi penelitian adalah penelitian,” kata Rismon.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *