"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Satu Orang Campak Menular ke 12-18 Orang, Ibu Harus Waspada

Penyebab dan Bahaya Penularan Campak

Campak adalah salah satu penyakit menular yang memiliki tingkat penyebaran cukup tinggi. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus, yang dapat menyebar dengan sangat mudah melalui udara atau droplet nuclei, yaitu partikel kecil yang berasal dari percikan batuk atau bersin penderita. Partikel tersebut mampu bertahan di udara selama sekitar dua jam meski penderita telah meninggalkan ruangan tersebut, sehingga orang lain bisa tertular campak tanpa melakukan kontak langsung dengan penderita.

Salah satu kelompok yang paling rentan terhadap campak adalah bayi yang masih belum berusia satu tahun dan belum mendapatkan vaksinasi. Pada usia ini, sistem kekebalan tubuhnya masih belum terbentuk secara optimal, sehingga risiko penularannya sangat tinggi, bahkan mencapai lebih dari 90 persen. Hal ini membuat penyakit campak menjadi sangat mudah untuk menular dan tersebar.

Apakah Campak Berbahaya?

Selain penyebarannya yang cepat, campak juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan bahkan berpotensi memicu kematian. Menurut laman Johns Hopkins Medicine, campak dapat menyebabkan kematian pada sekitar 1 hingga 3 dari setiap 1.000 anak yang terinfeksi. Umumnya, campak akan membaik dalam waktu sekitar satu minggu jika tidak disertai komplikasi. Namun, komplikasi seperti dehidrasi, infeksi telinga, pneumonia, hingga radang otak bisa muncul. Berbagai komplikasi tersebut membahayakan para penderita karena dapat menyebabkan kerusakan tubuh yang lebih serius, seperti kerusakan neurologis permanen hingga berujung pada kematian. Oleh karena itu, perlu penanganan medis untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Gejala Penyakit Campak

Tanda-tanda infeksi campak biasanya muncul sekitar 7–14 hari setelah seseorang telah terpapar virus. Gejala awal dari penularan tersebut meliputi demam hingga 40,6 derajat Celcius, batuk kering, pilek, hingga mata merah dan berair. Setelah itu, mulai terdapat bintik-bintik putih kecil di dalam mulut si Kecil pada 2–3 hari setelah gejala awal tersebut muncul. Si Kecil juga akan menunjukkan tanda ruam khas campak yang mulai muncul pada area wajah atau leher saat dua minggu setelah terpapar virus. Setelah itu, ruam akan menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti dada, lengan, dan kaki.

Apakah Bayi Boleh Mendapatkan Vaksin Campak?

Hingga saat ini, masih belum terdapat pengobatan khusus yang dapat menyembuhkan penyakit campak. Meski begitu, penyakit ini dapat dicegah melalui imunisasi vaksin MR, yaitu vaksin untuk melindungi tubuh dari campak dan rubella. Menurut laman Kementerian Kesehatan RS Hasan Sadikin, imunisasi vaksin MR diberikan secara gratis kepada anak-anak dengan usia minimal 9 bulan hingga 15 tahun. Vaksin tersebut telah teruji aman dan efektif dalam membantu melindungi tubuh dari penularan penyakit campak tanpa efek samping. Reaksi ringan, seperti demam ringan, ruam merah, bengkak ringan, atau rasa nyeri pada area suntikan merupakan kondisi normal dan dapat mereda dalam waktu sekitar 2–3 hari.

Bagaimana Jika Bayi Usia Kurang dari 9 Bulan Terkena Campak?

Pemberian vaksin campak pada usia 9 bulan merupakan pertimbangan tepat karena bayi sedang memasuki masa transisi kekebalan daya tahan tubuh. Namun, Mama tidak perlu khawatir jika bayi dengan usia kurang dari 9 bulan karena bayi masih mendapatkan antibodi maternal yang berasal dari ibu dan dapat bertahan hingga usia 6–9 bulan. Bayi dengan usia kurang dari 9 bulan tidak memerlukan vaksin campak karena bayi masih mendapatkan antibodi maternal dan hanya menghambat kinerja vaksin sehingga efektivitasnya menjadi tidak optimal.

Apabila Mama masih merasa khawatir terhadap penularan penyakit campak, Mama dapat melakukan pencegahan lebih dini untuk meminimalisir dampak tersebut. Mama juga perlu memastikan tidak ada anggota keluarga yang terinfeksi campak serta menghindari berkerumun dengan si Kecil saat kasus campak sedang tinggi. Selain itu, pastikan Mama memenuhi kebutuhan ASI si Kecil terpenuhi agar antibodi dalam ASI membantu memperkuat daya tahan tubuh bagi bayi secara keseluruhan.









Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *