"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Ini alasan anak divaksin tapi masih terkena campak

Penyebab Anak Sudah Vaksin Tapi Masih Terkena Campak

Anak yang sudah mendapatkan vaksin campak tetap bisa tertular penyakit ini. Pertanyaan ini sering muncul akhir-akhir ini, terutama karena peningkatan kasus campak di berbagai daerah di Indonesia sepanjang tahun 2025 dan awal tahun 2026.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pada tahun 2025 terdapat 63.769 kasus suspek campak dengan 11.094 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 69 kematian. Pada tahun 2026 hingga minggu ke-7, tercatat 8.224 kasus suspek, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian. Selain itu, terjadi 21 Kejadian Luar Biasa (KLB) suspek campak yang tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi.

Vaksin campak memang sangat efektif. Dua dosis vaksin dapat memberi perlindungan hingga sekitar 97%. Namun, jika banyak anak di lingkungan tidak mendapatkan vaksin, maka virus masih bisa beredar. Paparan virus menjadi sangat tinggi, sehingga anak yang sudah divaksin pun bisa tertular. Meskipun demikian, gejalanya biasanya lebih ringan dan risiko komplikasinya jauh lebih kecil.

Apa Itu Campak?

Campak adalah penyakit infeksi virus akut yang sangat menular. Penyakit ini disebabkan oleh Paramyxovirus dan ditularkan melalui udara (airborne). Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), attack rate penularan campak lebih dari 90% dari individu yang terinfeksi sejak 4 hari sebelum sampai 4 jam setelah munculnya ruam. Masa inkubasi penyakit ini terjadi dalam waktu 7-18 hari.

Gejala Campak pada Bayi dan Anak Kecil

Gejala campak pada bayi dan anak kecil antara lain:
* Demam dengan suhu badan biasanya >38°C selama 3 hari atau lebih dan akan berakhir setelah 4-7 hari. Demam tinggi terjadi setelah 10-12 hari setelah tertular.
* Batuk, pilek, mata merah atau mata berair (3C: cough, coryza, conjunctivitis).
* Tanda khas (patognomonis) ditemukan Koplik’s spot atau bercak putih keabuan dengan dasar merah di pipi bagian dalam.
* Ruam makulopapular yang muncul pada muka dan leher, dimulai dari belakang telinga, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Ruam bertahan selama 3 hari atau lebih pada kisaran hari ke-4 sampai ke-7 demam. Ruam muncul saat demam mencapai puncaknya. Ruam berakhir dalam 5 sampai 6 hari, dan menjadi berwarna seperti tembaga atau kehitaman.

Kenapa Kasus Campak Mulai Terasa Muncul Lagi Sekarang?

Penyebab utama meningkatnya kasus campak adalah gangguan layanan imunisasi selama pandemi COVID-19. Banyak orangtua menunda datang ke fasilitas kesehatan karena takut tertular COVID-19. Hal ini menyebabkan cakupan imunisasi turun dan terbentuk immunity gap.

Karena itu, mulai muncul kelompok anak yang tidak terlindungi. Begitu virus campak masuk ke kelompok ini, penularannya pun menjadi sangat cepat. Kasus campak ini menunjukkan bahwa herd immunity sangat penting. Tidak semua perlindungan berasal dari vaksin individu. Sebaliknya, sebagian perlindungan justru datang dari lingkungan yang kebal.

Perbedaan Vaksin MR dan MRR untuk Mencegah Campak pada Anak

Vaksin MR (Mumps, Rubella) dan MRR (Measles, Rubella, Rubeola) digunakan untuk mencegah campak. Vaksin MR biasanya diberikan pada usia 12 bulan dan 18 bulan, sedangkan MRR bisa diberikan pada usia yang lebih muda. Penting untuk mengikuti jadwal imunisasi agar anak mendapatkan perlindungan optimal.

Apakah Campak Bisa Sembuh dengan Sendirinya? Ini Kata Dokter

Campak umumnya bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi perlu pengawasan medis. Dokter menyarankan untuk memberikan istirahat yang cukup, cairan yang cukup, dan obat-obatan untuk mengurangi gejala. Jika gejala memburuk, segera konsultasikan ke dokter.

Pentingnya Vitamin A untuk Anak yang Kena Campak, Bantu Pemulihan

Vitamin A sangat penting untuk pemulihan anak yang terkena campak. Vitamin ini membantu memperkuat sistem imun dan mencegah komplikasi seperti pneumonia dan radang otak. Pastikan anak mendapatkan asupan vitamin A yang cukup melalui makanan bergizi atau suplemen yang direkomendasikan dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *