"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Lama Merantau, Kakak Adik Baubau Meninggal Usai Kecelakaan Tunggal di Konsel

Kehilangan Dua Anak dalam Satu Hari, Keluarga Baubau Terpuruk

Keluarga dari dua kakak beradik asal Kota Baubau yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), sedang berduka. Mereka baru akan pulang setelah lama tinggal di perantauan.

Menurut keterangan keluarga, kedua korban yaitu MM dan MAS rencananya ingin pulang kampung untuk bertemu orang tua dan menyampaikan kabar bahagia atas pencapaian mereka. MM adalah anak kedua dari lima bersaudara, sedangkan MAS adalah anak ketiga.

MM bekerja sebagai pegawai kontrak di Rumah Sakit Dr. Ismoyo Kota Kendari, sementara MAS merupakan prajurit muda TNI Angkatan Laut. Keduanya sebelumnya sudah cukup lama tidak pulang kampung, sekitar dua tahun lamanya.

“Mereka berencana pulang kampung, sekaligus melapor, menyampaikan bahwa mereka sudah sukses. Ini pertama kalinya mereka pulang,” ujar Raden, anggota keluarga korban, saat diwawancarai di rumah duka.

Raden juga menyampaikan bahwa kedua korban memiliki sifat yang baik terhadap orang tua. Mereka merupakan alumni pesantren yang sama. Hal ini membuat keluarga merasa bangga dan terharu dengan sikap mereka.

Peristiwa duka ini terjadi pada Kamis (19/3/2026) pagi, saat MM dan MAS berboncengan motor dalam perjalanan pulang kampung. Mereka menabrak jembatan di Jalan Poros Kendari-Kolono Desa Mekar Jaya, Kecamatan Moramo Utara, Konawe Selatan.

Awalnya, Raden menerima kabar bahwa MM telah meninggal dunia. Lima belas menit kemudian, ia kembali menerima kabar bahwa MAS juga meninggal setelah menjalani perawatan medis. Meski terpukul, Raden tetap tegar. Ia turut serta dalam proses pemakaman secara militer untuk MAS.

Pemakaman digelar sekira pukul 10.20 WITA. Sejak pagi, rumah duka dipenuhi oleh para pelayat yang menggunakan pakaian berwarna hitam. Cuaca mendung memperkuat suasana sedih yang terasa di sekitar lokasi. MAS dimakamkan secara militer oleh TNI Angkatan Laut. Kedua jenazah dibawa menggunakan dua ambulans, serta diantar oleh puluhan orang hingga ke lokasi pemakaman.

Suara Raden gemetar saat berada di tengah suasana sunyi. Orang-orang yang hadir tampak sangat sedih. Bapak korban juga tampak tenang. Ia mengurus jenazah putra dan putrinya tanpa menunjukkan tangisan yang keras. Ia tetap berdiri dan menatap jenazah anak-anaknya saat mereka akan dibawa ke tempat peristirahatan terakhir.

Penyebab Kecelakaan Tunggal

Sebelumnya, kecelakaan tunggal tersebut terjadi di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konsel, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Kamis (19/3/2026) pagi sekitar pukul 08.30 WITA.

Kepala Satuan Lalu Lintas atau Kasat Lantas Polres Konawe Selatan, Iptu Muhammad Subhan menjelaskan bahwa kendaraan tersebut bergerak ke arah kiri jalan secara mendadak hingga menghantam konstruksi jembatan atau duiker di pinggir jalan.

Motor Honda Scoopy hitam dengan nomor polisi DT 26** OG dikendarai oleh MAS (19), seorang anggota TNI AL. Berboncengan dengan MM (22), seorang pegawai kontrak di Rumah Sakit Dr. Ismoyo beralamat di Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, kendaraan tersebut awalnya melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Kendari menuju arah Kecamatan Kolono. Namun, saat melintasi lokasi kejadian yang memiliki kondisi jalan lurus, pengendara diduga kehilangan kendali atas kendaraannya.

“Awalnya sepeda motor yang dikendarai saudara MAS bergerak dari arah Kendari menuju arah Kolono dengan kecepatan tinggi,” kata Iptu Subhan dalam keterangannya, Kamis sore.

“Namun saat melintasi Desa Mekar Jaya, pengendara kehilangan kendali sehingga sepeda motor bergerak ke arah kiri kemudian menabrak jembatan yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan tunggal,” tambahnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *