"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Motif Terungkap, Sosok WN Asing Terduga Pembunuh Dewhinta Anggary

Penemuan Jenazah Dewhinta Anggary di Kontrakan

Dewhinta Anggary, cucu seniman legendaris Betawi Mpok Nori, ditemukan tewas di kontrakannya di Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu dini hari. Kejadian ini mengejutkan keluarga dan masyarakat sekitar.

Penangkapan Tersangka Pembunuh

Tersangka pembunuhan, yang diketahui merupakan mantan suami korban dengan inisial FD (35), ditangkap oleh polisi di ruas tol Merak di daerah Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, saat hendak melarikan diri. FD adalah seorang warga negara asing (WNA) dari Irak. Penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan penelusuran terhadap tersangka yang diduga berada di Puncak usai kejadian.

Tim gabungan dari Polsek Cipayung, Polres Metro Jakarta Timur, dan Polda Metro Jaya kemudian menuju Bogor. Namun, FD ternyata sudah bergerak ke Bandara Soekarno Hatta. Dia masuk tol ke arah Merak hingga akhirnya ditangkap. Diduga tujuan FD adalah untuk melarikan diri. Status FD sebagai WNA juga menjadi perhatian, karena bahasa Indonesia yang belum lancar.

Setelah ditangkap, FD dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa lebih lanjut. Motif pembunuhan dipicu oleh keretakan hubungan antara korban dan pelaku yang disebut sebagai pasangan nikah siri.

Keterangan dari Kapolres

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, menjelaskan bahwa korban ingin memutus hubungannya dengan tersangka, namun tersangka tidak mau. Keterangan tersangka masih akan terus didalami, termasuk memeriksa saksi dan bukti-bukti di tempat kejadian perkara (TKP).

FD dijerat pasal 458 subsider pasal 468 KUHP tentang pembunuhan/penganiayaan berat sampai meninggal dunia dengan ancaman kurungan penjara paling berat 10 tahun.

Kronologi Penemuan Jasad

Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, ibu dan adik korban datang ke kontrakan dengan maksud membangunkan Dewhinta untuk berangkat bekerja. Namun, kecurigaan muncul karena pintu rumah terkunci rapat dari dalam dan tidak ada respon dari korban.

Adik korban akhirnya memutuskan masuk melalui jendela yang tidak terkunci. Di dalam, ia menemukan kakaknya sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka parah di bagian kepala dan leher.

Sania Destiani (16), kerabat korban, mengatakan bahwa Dewhinta pertama ditemukan oleh ibu dan adik laki-laki korban di unit kontrakan saat hendak membangunkan almarhumah untuk bekerja. Pas datang pintu kontrakan terkunci. Jadi adiknya masuk lewat jendela yang kebetulan terbuka, lalu membukakan pintu. Di situ kakak sudah terkapar.

Secara kasat mata, pihak keluarga mendapati Dewhinta mengalami luka penganiayaan pada bagian leher dan tubuh bagian atas, sementara di sekitar kasur sudah terdapat bercak darah. Panik mendapati kondisi korban, pihak keluarga lalu bergegas melaporkan kasus ke pihak kepolisian, hingga akhirnya jajaran Unit Reskrim Polsek Cipayung dan Polda Metro Jaya tiba di lokasi.

Proses Autopsi dan Pemakaman

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya barang berharga yang hilang di dalam kontrakan korban. Ponsel milik korban bahkan masih berada di lokasi. Jenazah Dewhinta sempat menjalani proses autopsi di RS Polri Kramat Jati sebelum akhirnya diserahkan ke pihak keluarga dan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

Garis polisi hingga kini masih terpasang di lokasi kejadian guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. “Korban ditemukan meninggal dunia di lantai dengan kondisi di lantai dan kasur terdapat darah mengering,” ujar Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, dalam keterangannya, Sabtu.

Luka Penganiayaan di Kontrakan

Dewhinta Anggary, korban pembunuhan di Gang Daman I, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, ditemukan tewas terkapar dalam keadaan bersimbah darah akibat luka penganiayaan di dalam unit kontrakannya pada Sabtu (21/3/2026) sekira pukul 03.00 WIB. Korban ditemukan oleh ibu dan adiknya di unit kontrakan saat hendak membangunkan almarhumah untuk bekerja. Pintu kontrakan terkunci, sehingga adiknya masuk lewat jendela yang kebetulan terbuka. Di situ, kakaknya sudah terkapar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *