"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Iran Mengeluhkan ‘Pengkhianatan’ Negara-Negara Muslim Teluk kepada Turki

Persiapan Diplomasi yang Intensif antara Iran dan Turki

Dalam situasi yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah, Iran dan Turki melakukan kontak darurat untuk membahas konflik yang terjadi akibat agresi Zionis Israel-Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran. Menteri Luar Negeri kedua negara, Abbas Araghchi dan Hakan Fidan, melalui sambungan telepon, Senin (23/3/2026), mengadakan diskusi mendalam tentang solusi yang bisa ditempuh agar tidak terjadi ketegangan lebih lanjut antara Iran dengan negara-negara tetangga Arab yang seagama.

Araghchi menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan Iran adalah bentuk pembelaan diri terhadap agresi Zionis-AS. Menurutnya, kejahatan yang dilakukan oleh pihak tersebut terhadap rakyat Iran, termasuk serangan terhadap sekolah-sekolah, rumah sakit, dan daerah-daerah pemukiman, membuat Iran harus bertindak keras demi menjaga kedaulatannya.

“Tindakan Iran terhadap pangkalan dan fasilitas militer para agresor di kawasan tersebut merupakan hak inheren negara dalam membela diri dan mempertahankan eksistensi kebangsaan,” ujar Araghchi kepada Fidan. Ia menambahkan bahwa kemarahan negara-negara Arab terhadap Iran sama dengan rasa kecewa Teheran terhadap negara-negara Teluk itu.



Pangkalan militer AS di Timur Tengah – (CFR)

Araghchi juga menyoroti bahwa tak seharusnya negara-negara Arab yang berbasis pada prinsip-prinsip Islam yang sama dengan Republik Islam Iran justru membiarkan AS membangun pangkalan militer dan memanfaatkannya untuk menyerang dan membombardir Teheran. Ia menilai, sikap kecewa Iran atas keberpihakan negara-negara Arab yang bebasis Islam tetapi mendukung sikap Zionis Israel yang memusuhi Iran sangat wajar.

Ia menegaskan bahwa Iran tidak dapat menerima sikap pemimpin-pemimpin negara-negara Arab yang membiarkan kawasan Islam itu dijadikan wilayah untuk mengisolasi dan menyerang rakyat serta pemerintahan di Teheran. “Kami sangat menyesalkan bahwa wilayah negara-negara Islam itu disalahgunakan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel untuk melakukan serangan terhadap Iran sebagai saudara dan tetangga mereka sendiri,” kata Araghchi.

Perhatian terhadap Situasi di Selat Hormuz

Selain itu, Araghchi juga menyampaikan informasi tentang situasi di Selat Hormuz. Ia menjelaskan bahwa blokade terbatas yang dilakukan Iran terhadap perairan penting lalu lintas minyak dan gas global ini dilakukan sebagai bentuk pertahanan diri dari agresi Zionis-AS. Blokade tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari dampak tindakan semena-mena dari pihak tersebut terhadap kedaulatan Iran.

“Aksi Iran di Selat Hormuz adalah respons terhadap agresi yang terus-menerus dilakukan oleh rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat terhadap rakyat Iran,” ujar Araghchi. Ia menekankan bahwa negara-negara internasional harus menuntut pertanggungjawaban atas kejahatan dan agresi yang dilakukan oleh kedua pihak tersebut terhadap rakyat Iran.

Peran Turki dalam Membangun Konsensus

Menlu Turki Hakan Fidan menanggapi pernyataan Araghchi dengan menyarankan Iran untuk mengurangi ketegangan dengan negara-negara Arab sesama Islam di Timur Tengah. Dalam laporan yang dikeluarkan oleh IRNA, Fidan meminta Iran untuk memandang perlunya mengurangi ketegangan dan memperkuat hubungan dengan negara-negara Islam di kawasan tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, Fidan telah melakukan banyak kontak dengan pemimpin-pemimpin negara-negara Arab di kawasan Timteng. Safari diplomatiknya dilakukan khusus untuk membahas konflik antara AS-Zionis dengan Iran. Salah satu pertemuan yang dilakukannya adalah dengan Menlu Arab Saudi, Menlu Qatar, dan Menlu Uni Emirate Arab (UEA) di Riyadh.



Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan. – (EPA-EFE/MICK TSIKAS)

Dalam pertemuan tersebut, Fidan menyampaikan berbagai isu penting, termasuk kesulitan dalam menciptakan gencatan senjata antara AS-Zionis dengan Iran. Ia juga mengungkapkan bahwa Israel memaksa AS untuk menyerang Iran, dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memengaruhi Presiden AS Donald Trump untuk tidak melakukan gencatan senjata dengan Iran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *