"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Perbandingan Harga BBM Asia Tenggara: Singapura Paling Mahal, Rp50 Ribu per Liter

Lonjakan Harga BBM di Asia Tenggara

Hampir seluruh negara di kawasan Asia Tenggara mulai menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk konsumsi masyarakat. Lonjakan ini tidak lepas dari krisis energi yang dipicu oleh konflik panas di Timur Tengah, khususnya perang yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Di antara negara-negara kawasan, Singapura kini menempati posisi teratas dengan harga BBM paling tinggi.

Untuk jenis bensin, harganya mencapai Rp47.300 per liter, sementara solar menyentuh Rp50.900 per liter. Kenaikan harga ini terjadi di tengah gejolak harga minyak dunia yang bergerak sangat dinamis sepanjang pekan ini. Pada akhir perdagangan Kamis (26/3/2026) waktu Amerika Serikat atau Jumat (27/3/2026) WIB, harga minyak melonjak tajam. Dikutip dari Reuters, minyak mentah Brent naik sebesar 5,79 dollar AS hingga mencapai 108,01 dollar AS per barel, atau menguat sekitar 5,7 persen. Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) ikut terdongkrak 4,16 dollar AS ke level 94,48 dollar AS per barel, naik sekitar 4,6 persen.

Lonjakan ini dipicu oleh ketidakpastian negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan akan tercapainya gencatan senjata dalam waktu dekat mulai memudar, sehingga memicu kekhawatiran pasar. Namun sehari berselang, pada Jumat (27/3/2026) pagi, harga minyak dunia mulai melemah. Pergerakan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan bahwa negosiasi dengan Iran menunjukkan perkembangan positif.

Masih mengutip Reuters, kontrak minyak Brent turun 90 sen atau sekitar 0,8 persen ke level 107,11 dollar AS per barel. Sementara itu, WTI terkoreksi 83 sen atau 0,88 persen menjadi 93,65 dollar AS per barel, memangkas sebagian kenaikan sebelumnya. Penurunan ini terjadi setelah Trump mengumumkan jeda serangan terhadap fasilitas energi Iran selama 10 hari sebagai bagian dari upaya diplomasi. Ia bahkan menyebut pembicaraan dengan Teheran berjalan “sangat baik”, yang langsung direspons pasar dengan meredanya kekhawatiran eskalasi konflik dalam waktu dekat.

Meski begitu, pergerakan harga minyak sepanjang pekan ini masih tergolong volatil. Sebelumnya, harga Brent sempat melonjak hingga 5,7 persen dan WTI naik 4,6 persen akibat meningkatnya tensi di kawasan Timur Tengah. Secara mingguan, Brent justru berpotensi mencatat penurunan pertama dalam enam pekan terakhir. Sementara WTI masih menunjukkan tren melemah untuk pekan kedua berturut-turut.

Harga BBM di Singapura

Singapura memutuskan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri. Bensin dengan oktan RON 95 di Singapura saat ini dibanderol sekitar USD2,35 per liter, setara dengan hampir Rp39.869 jika mengacu kurs Rp16.968. Sementara itu, varian RON 98 bahkan menyentuh angka USD2,65 per liter. Angka ini menempatkan Singapura sebagai salah satu negara dengan harga BBM termahal di dunia, sebuah anomali yang menarik perhatian para analis ekonomi.

Harga BBM di Thailand

Di Thailand, harga BBM mulai naik hingga 22 persen pada Kamis (26/3/2026). Thailand menaikkan harga BBM akibat dampak dari perang di Timur Tengah. Kebijakan itu diambil pemerintah Thailand untuk mengendalikan subsidi BBM yang terus menguras keuangan negara. Pengumuman kenaikan harga BBM dilakukan pada 25 Maret malam dengan kenaikan yang lebih tajam dari perkiraan sebesar 6 baht per liter (sekitar Rp 3.000) yang berlaku mulai 26 Maret. Dengan kata lain harga bensin naik 14 persen hingga 22 persen pada pagi harinya.

Harga solar tulang punggung sektor transportasi, pertanian, dan industri Thailand melonjak 18 persen, dilansir dari Bloomberg, Kamis (26/3/2026). Dampaknya langsung terasa. Antrean panjang kendaraan yang mengisi BBM terjadi di sejumlah SPBU di Thailand sejak tadi malam. Para pengemudi bergegas mengisi bensin sebelum kenaikan harga baru BBM berlaku pagi ini. Kekhawatiran tentang kelangkaan dan kenaikan biaya telah meningkat selama beberapa minggu.

Harga BBM di Filipina

Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr. pada Selasa (24/3/2026) mengumumkan negaranya memasuki fase krisis energi. Hal itu menyusul dampak perang di Timur Tengah. Fakta di lapangan juga menunjukkan krisis BBM sudah begitu dirasakan langsung oleh warga Filipina. Awal pekan ini harga bensin dan solar melonjak hingga lebih dari dua kali lipat dibandingkan level sebelum perang di bulan Februari. Ketergantungan Filipina terhadap Teluk Persia bisa dikatakan sangat signifikan. Sekitar 98 persen minyak mentah yang didistribusikan di Filipina diimpor dari wilayah tersebut.

Harga BBM di Malaysia

Malaysia berencana mengurangi subsidi BBM. Jika kebijakan ini jadi diberlakukan, harga BBM di Malaysia bakal naik. Pemerintah negeri Jiran akan memangkas kuota RON95 saat ini sebesar 300 liter untuk warga menjadi 200 liter per bulan mulai April. Demikian laporan The Edge, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya. Konsumsi yang melebihi kuota akan didasarkan pada harga pasar. Harga RON95 tanpa subsidi telah dinaikkan dua kali atau sebesar 45 persen sejak 11 Maret. Pemerintah Malaysia juga berencana untuk memberlakukan kontrol terhadap pembelian solar di beberapa negara bagian untuk mengatasi risiko kebocoran anggaran.

Harga BBM di Indonesia

Harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh SPBU milik PT Pertamina (Persero) pada hari ini Jumat (27/3/2026) masih mengacu pada penyesuaian harga yang diberlakukan sejak 1 Maret 2026. Sejak penyesuaian itu, BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex mengalami kenaikan. Namun, harga BBM subsidi seperti Pertalite masih di angka Rp 10.000 per liter dan Biosolar di kisaran Rp 6.800 per liter di seluruh SPBU Pertamina.

Komisaris PT Pertamina (persero), Hasan Nasbi menegaskan pemerintah belum menetapkan kebijakan kenaikan harga BBM dalam negeri. Hasan menyebut, saat ini memang harga minyak dunia mengalami kenaikan dampak perang. Namun, Indonesia belum memutuskan soal kenaikan harga ini. “Kita tidak ada kenaikan harga. Kalau di pasar dunia ada kenaikan harga, di dalam negeri pemerintah sejauh ini belum ada kebijakan menaikkan harga,” kata Hasan Nasbi seusai bersilaturahmi di kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Rabu(25/3/2026).

Ide Pemerintah Hemat BBM

Sejumlah negara di dunia membuat kebijakan agar bisa menghemat penggunaan BBM menyusul melambungnya harga minyak dunia akibat perang Iran Vs AS-Israel yang tak kunjung selesai. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah masih mengkaji sejumlah alternatif untuk menghemat penggunaan BBM. Hal ini disampaikan Bahlil merespons sejumlah negara yang telah membuat kebijakan untuk menghemat penggunaan BBM, seperti menerapkan work from home (WFH), akibat perang yang terjadi di Iran.

Gaji Anggota DPR dan Menteri Dipangkas

Pemerintahan Prabowo Subianto berencana memangkas gaji pejabat menteri dan anggota DPR RI sebagai langkah penghematan di saat harga minyak dunia melambung. Saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026), Presiden Prabowo Subianto membeberkan langkah drastis pemerintah Pakistan menekan pengeluaran negara di tengah gejolak global. Mulai dari pemotongan gaji anggota DPR, menteri hingga pembatasan penggunaan kendaraan dinas.

WFH Bagi ASN

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar mengatakan, usulan WFH (Work From Home) bagi ASN dilakukan sebagai upaya antisipatif menghadapi potensi kenaikan harga energi di tengah konflik global. “Misalnya sedang dipelajari agar tidak terjadi kemacetan. Jakarta macet itu BBM yang terbuang, padahal BBM nanti akan (habis), perang kalau tidak segera berhenti akan naik harganya,” kata Muhaimin, usai acara pelepasan Mudik Gratis di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Minggu (15/3/2026).

Hemat Listrik

Muhaimin juga mengajak semua pihak untuk melakukan penghematan listrik sebagai bagian dari upaya mengurangi konsumsi energi. Menurut Cak Imin, efisiensi energi penting dilakukan agar penggunaan bahan bakar tidak berlebihan, terutama di tengah potensi kenaikan harga energi global. Ia menilai, penggunaan pendingin ruangan secara berlebihan di kantor-kantor juga berkontribusi terhadap tingginya konsumsi energi.

Daftar Harga BBM di Negara-negara Asia Tenggara

Berikut perbandingan harga BBM di negara-negara Asia Tenggara:

Harga bensin
– Singapura: 89,27 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 47.300)
– Laos: 63,17 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 33.500)
– Myanmar: 60,45 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 32.000)
– Kamboja: 55,03 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 29.200)
– Filipina: 51,48 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 27.300)
– Vietnam: 32,01 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 17.000)
– Malaysia: 27,39 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 14.500)
– Indonesia: 24,15 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 12.800)
– Brunei: 13,63 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 7.200)

Harga solar/diesel
– Singapura: 95,96 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 50.900)
– Myanmar: 68,92 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 36.500)
– Laos: 59,83 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 31.700)
– Filipina: 55,95 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 29.700)
– Kamboja: 55,03 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 29.200)
– Malaysia: 39,54 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 21.000)
– Vietnam: 34,08 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 18.100)
– Thailand: 31,14 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 16.500)
– Indonesia: 28,50 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 15.100)
– Brunei: 7,97 Baht Thailand (THB) per liter (sekitar Rp 4.200)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *