"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Diplomasi Anwar Ibrahim: Telepon ke Iran, Kapal Malaysia Bebas dari Hormuz

Peran Anwar Ibrahim dalam Membuka Jalur Kapal Tanker Malaysia di Selat Hormuz

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, berbagi kisah tentang percakapannya dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, yang memungkinkan kapal tanker/minyak Malaysia melintasi Selat Hormuz. Cerita ini disampaikan Anwar saat memberikan sambutan di sebuah acara bersama masyarakat Malaysia di Johor Bahru pada hari Minggu (6/4/2026). Ia menyatakan bahwa hubungan baik antara Malaysia dan Iran telah membawa manfaat nyata bagi negara tersebut.

“Untungnya hubungan kita baik dengan Iran itu. Sekarang baru orang tahu,” ujar Anwar Ibrahim. Ia menambahkan bahwa dulu ada pihak yang merasa tidak nyaman karena terlalu dekat dengan Iran. Menurut mereka, Malaysia harus menjaga perasaan Amerika Serikat, yang merupakan mitra dagang utama.

“(Mereka bilang) ‘Amerika akan menekan kita. Amerika akan menggunakan kekuatan. Kita negara kecil. Kita berdagang dengan Amerika, tapi kamu malah baik dengan Iran’,” jelas Anwar. Namun, ia menegaskan bahwa hubungan baik dengan setiap negara justru memberikan keuntungan bagi Malaysia.

Anwar mengungkapkan bahwa saat melakukan panggilan telepon dengan Presiden Iran beberapa waktu lalu – setelah berbicara soal perang dan hal lainnya – ia menyebutkan masalah kapal tanker Malaysia yang masih tertahan di Selat Hormuz. Respons dari Presiden Iran sangat positif.

“Saya telepon sekali saja. Saya bilang kapal kami masih ada tujuh tertahan. Dia bilang apa? Dia bilang, ‘ya, oke’. Jadi saya bilang kalau bisa, Presiden tolong bantu. Saat itu juga dia bilang, ‘oke Anwar, take it from me, terima pernyataan saya. Saya akan perintahkan segera kapal-kapal Malaysia untuk dilepaskan’,” kata Anwar.



Kapal kargo berbendera Thailand Mayuree Naree terbakar setelah terkena rudal Iran di Selat Hormuz, Iran, 11 Maret 2026 . – (EPA/ROYAL THAI NAVY )

Setelah diplomasi berhasil dilakukan, Anwar mengungkapkan bahwa ada pihak oposisi yang menyatakan pesimisme. Mereka mengatakan meskipun kapal Malaysia sudah bisa lewat Selat Hormuz, harga bahan bakar minyak tetap mahal.

“Ya memang, biaya kapal bulan lalu dengan sekarang memang lebih mahal. Asuransi kapal juga meningkat. Tapi setidaknya ada minyak. Negara lain sampai melakukan penjatahan minyak (BBM), tidak ada minyak. Kalau saya ikuti emosi saya, saya mau yang banyak bicara itu jangan diberi minyak,” tegas Anwar Ibrahim.

Ia menegaskan bahwa pemerintahannya sudah bekerja, namun malah diserang dengan hal semacam itu. Anwar kemudian bertanya, berapa banyak pemimpin negara yang bisa langsung berbicara dengan Presiden Iran dan menerima jaminan keamanan kapal pada saat itu juga.

“Dia (Presiden Iran) panggil brother Anwar, ‘saudara Anwar, saya beri jaminan, saya akan perintahkan sekarang juga agar kapal-kapal Petronas dan lainnya dari Malaysia dilepaskan supaya minyak bisa sampai ke Malaysia’,” terang Anwar.

“Saya mau tanya, berapa negara bisa melakukan hal seperti itu? Ini bukan karena saya, tetapi karena pendirian kabinet. Karena prinsip negara kita. Jadi kita harus teruskan hal seperti ini,” jelasnya.

Pekan lalu, pihak Iran mengatakan bahwa kapal-kapal Malaysia yang transit di Selat Hormuz digratiskan dari kewajiban membayar tol. Hal ini diungkapkan oleh Duta Besar Iran untuk Malaysia, Valiollah Mohammadi Nasrabadi, kepada New Straits Times.

“Kami menerima informasi dari kementerian luar negeri bahwa beberapa kapal Malaysia di Teluk Persia dan ingin melintasi selat,” kata Nasrabadi. Setidaknya ada tujuh kapal milik Malaysia yang dijadwalkan akan melintasi Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Mohammad Hasan mengatakan pada Sabtu pekan lalu, bahwa kapal-kapal itu menunggu penyelesaian administrasi sebelum melanjutkan perjalanan pulang.

“Kami mempertimbangkan ini, dan Insha Allah mereka akan lewat. Tidak ada masalah, sebagaimana Malaysia adalah negara sahabat, dan negara-negara sahabat bisa menggunakan selat itu,” kata Nasrabadi. “Tentu (kapal-kapal Malaysia bebas lewat). Kami tidak akan menerapkan tarif,” ujarnya merespons pertanyaan apakah kapal-kapal Malaysia wajib membayar tol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *