"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Jokowi Menolak Permintaan Jusuf Kalla Tunjukkan Ijazah

Klarifikasi Jokowi Soal Tuduhan Ijazah Palsu

Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa dirinya tidak seharusnya disuruh menunjukkan ijazah miliknya ke publik. Ia menilai, pihak yang menuduh ijazahnya palsu lah yang semestinya membuktikan tuduhan tersebut.

“Serahkan pada proses hukum yang ada dan memang mestinya yang menuduh yang membuktikan, bukan saya disuruh menunjukkan,” ujar Jokowi kepada wartawan di kediamannya di Banjarsari, Solo, Jumat (10/4/2026).

Ia khawatir, jika dirinya menuruti tuntutan untuk menunjukkan ijazah, maka itu akan jadi preseden dalam proses hukum, di mana seseorang yang dituduh mendapat beban untuk menunjukkan bukti bahwa dirinya tidak seperti yang dituduhkan.

“Nanti semua orang bisa menuduh dan suruh menunjukkan buktinya yang dituduh, kebalik-balik itu,” kata Jokowi.

Sebelumnya, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta Jokowi segera menunjukkan ijazah aslinya ke publik. JK menyebut polemik seputar ijazah Jokowi sudah meresahkan.

“Pak Jokowi yakin bahwa punya ijazah asli. Sebenarnya untuk kita stop ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya yang asli,” kata Jusuf Kalla, dikutip dari tayangan kanal YouTube Kompas TV.

Nama JK ikut terseret polemik tudingan ijazah palsu Jokowi. Ia dituding mendanai isu ijazah Jokowi palsu yang kini masih jadi polemik.

Permintaan itu diungkapkan Jusuf Kalla saat mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan Rismon Sianipar atas tudingan mendanai isu ijazah palsu Jokowi, Rabu (8/4/2026). JK menilai bahwa kasus ijazah Jokowi sudah hampir tiga tahun membuat masyarakat tanah air resah.

Selain itu, Jusuf Kalla juga menyebut polemik ijazah Jokowi ini telah menghabiskan waktu hingga uang puluhan miliar untuk membayar pengacara.

“Sebenarnya kasus ini kan sudah dua tahun, tiga tahun meresahkan masyarakat, merugikan waktu Pak Jokowi, merugikan semua,” ujarnya.

“Puluhan miliar uang habis untuk (membayar) pengacara. Seperti saya ini, waktu saya hilang, dilibatkan tanpa keterlibatan,” imbuhnya.

JK mengatakan bahwa polemik ijazah Jokowi sudah membuat perpecahan di masyarakat. “Pro kontra kan perpecahan. Paki-makian di TV itu sifat nasional kita terganggu dengan cara itu,” tuturnya.

“Saya yakin Pak Jokowi mengerti bagaimana kerugian sosial kita. Masalahnya ini dua tahun, tiga tahun. Ini tinggal kasih lihat (ijazah) selesai,” sambungnya.

JK yakin, sebagai mantan presiden, Jokowi tidak menginginkan masyarakat terpecah belah karena persoalan ijazahnya. Ia berharap Jokowi menunjukkan ijazah aslinya bulan April 2026 ini agar perpecahan tersebut segera usai.

“Daripada kita berseteru, ada kelompok berseteru bertahun-tahun, hilang waktu, hilang harkat sosial, kita harapkan selesai bulan ini dengan (Jokowi) menunjukkan ‘ini ijazah saya.’ Selesai itu saya yakin,” kata Jusuf Kalla.

Nama-Nama yang Dilaporkan JK

Sebelumnya, kuasa hukum Jusuf Kalla, Abdul Haji Talaohu, sudah melaporkan Rismon Sianipar atas dugaan fitnah mendanai isu ijazah palsu Jokowi di Bareskrim Polri, Senin (6/4/2026). Abdul menjelaskan pihaknya tidak hanya melaporkan Rismon, tetapi juga pemilik YouTube dan YouTuber yang menjadi narasumber turut dilaporkan.

Mereka ialah pemilik program Ruang Konsensus Bhudius M Piliang yang menghadirkan Mardiansyah Semar, Ketua Rampai Nusantara. Lalu, kanal YouTube Musik Ciamis yang diduga turut menyebarkan statement atau pernyataan serupa. Kemudian, kanal YouTube Mosato TV dengan pemiliknya Laurensius Irjan Buu yang menulis judul JK Diseret Pidana Provokasi.

“Dalam pernyataan di YouTube itu, Mardiansyah menyampaikan bahwa Pak JK ini apa namanya, sudah tidak lagi punya apa, masih punya insting berkuasa yang tidak rasional. Ya, ada kalimat yang menuduh Pak JK pecundang gitulah ya kalau kita tarik, sehingga gerakan beliau itu mengarah kepada inkonstitusional,” kata Abdul.

Bantahan Rismon

Sementara itu, kuasa hukum Rismon Sianipar, Jahmada Girsang, menegaskan bahwa kliennya tidak pernah menuding Jusuf Kalla sebagai penyokong dana dalam isu ijazah palsu Jokowi. Jahmada menjelaskan bahwa Rismon Sianipar tidak pernah menyebut nama Jusuf Kalla.

Ia mengatakan pernyataan yang beredar adalah hasil buatan Artificial Intelligence (AI). “Itu olahan AI semua ya, Rismon tidak pernah sebut nama Pak JK,” kata Jahmada Girsang saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (6/5/2026).

Meski begitu, Jahmada tidak merinci terkait pernyataan sebenarnya yang dilontarkan oleh Rismon. Termasuk respons kliennya yang rencananya akan dilaporkan oleh JK ke Bareskrim Polri atas tudingan tersebut. “Saya no comment ya,” ucapnya saat ditanya soal rencana dilaporkan JK.

Roy Suryo Sebut Tidak Asli

Menanggapi penjelasan pihak Rismon tersebut, pakar telematika Roy Suryo mengaku sudah menganalisis video tersebut dan menyatakan tidak asli. Hal ini dia sampaikan dalam podcast/siniar bersama Mikhael Sinaga yang diunggah di kanal YouTube Sentana TV, Senin (6/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Roy juga menunjukkan screenshot atau tangkap layar thumbnail video YouTube yang bergambar Rismon dengan judul “RISMON SEBUT JUSUF KALA TERLIBAT KASUS IJAZAH PAK JOKOWI.”

“Saya juga sudah menganalisis, ini memang bukan Rismon asli,” kata Roy Suryo.

Namun, Roy Suryo menyebut, seharusnya ketika video tersebut beredar, Rismon memberikan klarifikasi. Sebab, jika diam saja, berarti Rismon membiarkan berita yang tidak benar terus beredar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *