"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Syamsuddin Umar: Jangan Cepat Puas dengan Satu Kemenangan

Pengamat Sepak Bola Beri Pesan Khusus untuk Ahmad Amiruddin

Pengamat sepak bola Syamsuddin Umar memberikan peringatan penting kepada pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin. Ia menekankan bahwa meskipun telah berhasil memutus tren buruk tim dengan kemenangan atas PSIM Yogyakarta, Amir tidak boleh cepat puas dan harus terus belajar.

Kemenangan yang diraih oleh PSM Makassar dalam pertandingan terakhir melawan PSIM Yogyakarta dengan skor 2-1 pada Jumat (10/4/2026) menjadi angin segar bagi tim. Dengan tambahan tiga poin, PSM Makassar kini mengumpulkan 28 poin dan berada di peringkat 13. Namun, posisi tersebut masih rentan terhadap ancaman zona degradasi.

Beberapa tim di zona merah juga berhasil meraih kemenangan. Persis Solo berhasil mengalahkan Semen Padang dengan skor 2-1, sedangkan Madura United mengalahkan Bhayangkara Lampung FC dengan skor 2-1. Hal ini membuat tekanan semakin besar bagi Ahmad Amiruddin.

Tantangan terberat akan datang saat PSM Makassar menghadapi Borneo FC dalam laga pekan ke-28 Super League. Laga ini akan digelar di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Sabtu (18/4/2026) pukul 20.00 Wita. Borneo FC, yang sebelumnya melibas PSBS Biak dengan skor 5-1, pasti akan berusaha keras untuk menjaga posisi mereka di peringkat dua dengan 60 poin.

Syamsuddin Umar menyatakan bahwa pengalaman yang diperoleh oleh Ahmad Amiruddin selama masa kepemimpinannya adalah pelajaran berharga. Ia menekankan agar pelatih ini terus berkembang dan membawa PSM Makassar meraih kemenangan.

“Jangan berpikir satu kali menang puas, jangan. Pelatih itu tidak pernah puas,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (12/4/2026). Ia juga meminta Ahmad Amiruddin mempersiapkan PSM Makassar secara matang menghadapi Borneo FC.

Persiapan tidak hanya dilakukan di latihan, tetapi juga sebelum latihan dimulai. Menurut Syamsuddin Umar, dalam sepak bola banyak aspek yang memengaruhi hasil pertandingan. Oleh karena itu, ia menyarankan agar kondisi fisik, chemistry, makanan, dan suasana hati pemain diperhatikan.

Strategi Taktikal yang Berbeda

Dalam pertandingan melawan PSIM Yogyakarta, Ahmad Amiruddin menerapkan taktik bertahan di babak pertama dan baru menyerang di babak kedua. Syamsuddin Umar menilai bahwa seorang pelatih harus memiliki perbendaharaan taktikal yang beragam.

Ia menekankan bahwa strategi yang diterapkan dalam pertandingan melawan PSIM Jogja dan Borneo FC harus berbeda, karena setiap tim memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Begitu pun ketika menghadapi klub lain peserta Super League musim ini.

“Catatan kita dari 17 klub harus tahu di mana kekuatan dan kelemahan. Tetapi paling penting jiwa patriot dari PSM Makassar sendiri,” ujarnya.

Kemenangan Perdana Sebagai Caretaker

Kemenangan PSM Makassar dari PSIM Yogyakarta pada pekan 27 Super League 2025/2026 cukup spesial bagi Ahmad Amiruddin. Ini menjadi kemenangan perdana baginya sebagai caretaker PSM Makassar musim ini.

PSM Makassar berhasil mempermalukan PSIM Jogja dengan skor 2-1 di Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (10/4/2026). Hasil positif ini menjadi bukti bahwa Ahmad Amiruddin mampu membawa tim meraih kemenangan.

Sebelumnya, Ahmad Amiruddin telah enam kali menukangi PSM Makassar sebagai pelatih interim dalam dua kurun waktu berbeda musim ini. Meski hasil awalnya kurang maksimal, kini ia kembali mendapat kesempatan untuk membawa PSM Makassar meraih kemenangan.

Di tangannya, Juku Eja tak kalah di tiga pertandingan terakhir. Dua kali seri dan sekali menang. PSM Makassar seri 3-3 lawan Malut United, imbang 1-1 dari Persis Solo, dan menang 2-1 atas PSIM Jogja.

Ahmad Amiruddin bersyukur dan gembira bisa memberikan kemenangan bagi PSM Makassar. Menurutnya, tiga poin diperoleh tak lepas dari perjuangan tak kenal lelah ditunjukan anak asuhnya.

“Hasil ini berkat kerja keras dan rasa tanggung jawab dari semua elemen di tim. Saling support dan saling percaya satu sama lain. Spirit pantang menyerah. Itu kuncinya,” katanya saat dihubungi, Minggu (12/4/2026).

Selain itu, ia menyebut bahwa pemain pengganti memberikan dampak luar biasa. Juru taktik asal Bone ini memaksimalkan lima pergantian pemain. Dzaky Asraf, Ananda Raehan, Luka Cumic, Rasyid Bakri, dan Savio Roberto dimasukkan bertahap di babak kedua.

“Pemain pengganti juga memberikan impact luar biasa kemarin,” sebut juru taktik kelahiran Lappariaja, Kabupaten Bone ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *